Xiaomi resmi menggebrak industri gawai lipat lewat peluncuran Xiaomi 18 Fold di pasar Tiongkok. Smartphone flagship lipat generasi terbaru ini dibanderol mulai dari kisaran Rp29,1 jutaan (10.999 Yuan) dan membawa inovasi rekayasa hardware yang cukup mengagumkan. Mengusung kamera utama Leica 200 MP, bodi ultra-tipis 5,02 mm, serta prosesor kustom Xiaomi Xring O3, perangkat ini disiapkan untuk mendefinisikan ulang standar ponsel lipat layar lebar di segmen premium.
Kehadiran Xiaomi 18 Fold kian memanaskan persaingan di kelas atas, berhadapan langsung dengan kompetitor kuat seperti Samsung Galaxy Z Fold8 yang berada di kisaran harga Rp29,1 jutaan ($1.649). Dengan bobot hanya 219 gram—hampir setara dengan smartphone konvensional—Xiaomi menawarkan kombinasi ergonomi yang nyaman, daya tahan baterai tinggi, dan performa pemrosesan visual tanpa kompromi bagi para pengguna profesional.
Desain Ultra-Tipis, Layar Ganda 120Hz, dan Ketahanan IP59
Salah satu pilar utama daya tarik Xiaomi 18 Fold terletak pada rekayasa bentuk fisiknya. Saat direntangkan, ponsel ini memiliki ketebalan hanya 5,02 mm. Desain ramping ini dipadukan dengan sertifikasi IP59 yang menjamin ketahanan terhadap paparan air dan debu pada tingkat yang sangat baik, sebuah pencapaian teknis yang tergolong langka untuk kategori ponsel layar lipat.
Dari sektor visual, Xiaomi menyematkan layar sekunder (cover screen) berukuran 5,38 inci dengan resolusi 1.712 x 1.168 piksel untuk kebutuhan navigasi cepat saat perangkat terlipat. Sementara itu, layar utama di bagian dalam berukuran 7,58 inci dengan resolusi tajam 2.364 x 1.672 piksel. Kedua panel layar telah mendukung refresh rate adaptif 120Hz serta tingkat kecerahan puncak mencapai 4.000 nits, menjamin visibilitas luar ruangan yang tetap jernih dan nyaman di bawah terik matahari.
Performa Perkasa Chipset Xring O3 dan Baterai 6.000 mAh
Di sektor dapur pacu, Xiaomi mengandalkan chipset buatan mereka sendiri, yaitu Xiaomi Xring O3 berbassis arsitektur ARM. SoC ini dibekali dengan 10-core CPU dan 16-core GPU, serta mampu melesat hingga kecepatan boost clock 4,35 GHz. Xiaomi mengklaim bahwa chip Xring O3 memberikan peningkatan performa hingga 52 persen lebih tinggi dibanding pendahulunya, Xring O1, bahkan dirancang untuk menandingi efisiensi dan kecepatan chipset papan atas seperti Apple A19 Pro.
Meskipun memiliki profil bodi yang amat tipis, Xiaomi berhasil menyematkan baterai berkapasitas masif 6.000 mAh di dalam sasisnya. Pengisian daya juga berlangsung efisien berkat dukungan pengisian cepat kabel 67W melalui port USB-C serta pengisian nirkabel (wireless charging) berdaya 50W, memastikan produktivitas pengguna dapat berlanjut tanpa kendala kehabisan daya.
Sistem Kamera Leica 200 MP dan Kemampuan Videografi 8K
Sektor fotografi menjadi keunggulan lain yang membedakan Xiaomi 18 Fold dari ponsel lipat kebanyakan. Bekerja sama dengan produsen optik legendaris Leica, ponsel ini dibekali modul tiga kamera belakang berkemampuan tinggi. Kamera utamanya memanfaatkan sensor 200 MP berukuran 1/1,56 inci dengan bukaan lensa f/1.7 yang kaya akan detail dan andal dalam kondisi pencahayaan minim.
Modul kamera tersebut didampingi oleh kamera ultra-wide 50 MP (f/2.4) untuk pemandangan luas dan kamera telefoto periskop 50 MP (f/2.8) yang mendukung zoom optik 3,5x. Kamera utama ini juga sanggup merekam video berkualitas tinggi hingga resolusi 8K pada 24 fps serta perekaman video slow-motion 1.080p hingga 960 fps. Bagi kebutuhan panggilan video dan swafoto, tersedia kamera depan beresolusi 16 MP yang jernih.
Harga, Varian, dan Ketersediaan Pasar
Untuk pasar Tiongkok, Xiaomi 18 Fold hadir dalam beberapa opsi konfigurasi memori. Varian dasar dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB dijual dengan harga sekitar Rp29,1 jutaan (10.999 Yuan). Sementara varian tertinggi yang mengusung RAM 16 GB dan penyimpanan lega 1 TB dibanderol sekitar Rp39,7 jutaan (14.999 Yuan).
Hingga saat ini, pihak Xiaomi belum mengumumkan kepastian apakah perangkat lipat flagship ini akan diluncurkan di pasar global luar Tiongkok. Kendati demikian, inovasi teknis yang dibawanya telah memperlihatkan langkah maju yang sangat pesat dalam perkembangan industri smartphone lipat masa kini.



