Bagi banyak orang, meja di bawah televisi telah lama menjadi sarang kabel yang berantakan, dipenuhi tumpukan perangkat tambahan seperti set-top box. Perangkat fisik yang menjadi saksi bisu transisi era TV analog ke digital ini perlahan mulai kehilangan tempatnya. Pemerintah China melalui National Radio and Television Administration kini tengah merombak total pengalaman menonton dengan mendorong standarisasi TV terintegrasi.
Langkah ini bertujuan menghilangkan ketergantungan pada perangkat keras eksternal seperti Xiaomi TV box yang harganya di bawah Rp1,8 jutaan ($100), atau perangkat premium seperti Apple TV. Konsep utamanya sederhana: memindahkan seluruh fungsi set-top box ke dalam sistem perangkat lunak internal televisi itu sendiri. Hasilnya, pengguna tidak perlu lagi pusing dengan tumpukan remote atau kerumitan instalasi kabel tambahan.
Revolusi Pengalaman Menonton Satu Remote
Inovasi ini bukan hanya soal estetika ruang tamu yang lebih rapi. Fokus utamanya adalah kemudahan akses. Dengan standar baru ini, sebuah unit televisi akan mampu menangani siaran langsung, fitur time shifting, layanan catch-up, hingga video on demand secara mandiri. Pengguna hanya perlu menggunakan satu remote untuk mengendalikan seluruh ekosistem hiburan di rumah.
Integrasi ini juga membawa fitur canggih seperti pemutaran konten dengan resolusi ultra high definition (UHD) yang dapat diatur sepenuhnya melalui perintah suara. Setelah sukses menyelesaikan pengembangan purwarupa pada Februari 2025, otoritas terkait mulai melakukan uji coba di jutaan rumah dengan memanfaatkan jutaan unit mini TV box sebagai transisi.
Tantangan Bagi TV Generasi Lama
Meski menjanjikan efisiensi, transisi ini menghadapi kendala nyata. Wakil kepala administrasi, He Biao, mengakui bahwa jutaan televisi model lama tidak memiliki spesifikasi perangkat keras yang cukup untuk mendukung pembaruan perangkat lunak tersebut. Oleh karena itu, strategi yang diambil adalah fokus pada unit televisi keluaran terbaru.
Seiring berjalannya waktu, cakupan ini akan diperluas secara bertahap sejalan dengan siklus penggantian perangkat televisi di rumah tangga selama lima tahun ke depan. Mengingat China merupakan produsen sekaligus pengguna set-top box terbesar di dunia, kebijakan ini diprediksi akan memaksa produsen TV global untuk mengubah paradigma desain produk mereka di masa depan.
Menuju Era Perangkat yang Lebih Sederhana
Formalisasi kebijakan ini telah dimulai sejak April 2026 melalui pameran CCBN, di mana penyedia layanan telekomunikasi besar seperti China Telecom, China Unicom, dan China Mobile sepakat untuk memasarkan TV terintegrasi ini secara masif. Bagi konsumen, ini adalah langkah maju menuju ekosistem hiburan yang lebih intuitif.
Perangkat set-top box yang selama puluhan tahun menjadi pelengkap wajib di bawah televisi, kini perlahan akan menjadi barang antik. Ke depannya, televisi pintar akan benar-benar berfungsi sebagai pusat kendali mandiri yang menghilangkan kerumitan perangkat keras pihak ketiga di ruang keluarga Anda.