Kabar mengenai suksesor ponsel flagship Xiaomi kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, sebuah perangkat misterius dengan nomor model M610BB terdeteksi dalam pengujian Geekbench 7. Berdasarkan laporan sistem yang menyertainya, perangkat tersebut diidentifikasi sebagai Xiaomi 18 Pro, ponsel kelas atas yang tengah dipersiapkan oleh raksasa teknologi asal Tiongkok tersebut.
Menariknya, hasil pengujian ini justru memicu perdebatan di kalangan antusias teknologi. Xiaomi 18 Pro terlihat mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6 (SM8950) yang dipadukan dengan pengolah grafis Adreno 845. Angka pengujian menunjukkan skor single-core sebesar 3.220 dan multi-core di angka 9.646. Meski angka tersebut tergolong tinggi, banyak yang mempertanyakan pemilihan chipset ini dibandingkan varian 'Extreme' yang lebih bertenaga.
Performa Chipset dan Konfigurasi Inti
Dalam data Geekbench, Xiaomi 18 Pro terlihat menjalankan sistem operasi Android 17. Konfigurasi CPU yang digunakan adalah tata letak 3+3+2 dengan kecepatan yang cukup agresif. Klaster utama mencapai 3,74 GHz, klaster tengah 4,03 GHz, dan dua inti performa tinggi mampu menembus kecepatan 5,01 GHz.
Secara teknis, konfigurasi CPU ini sejatinya identik dengan varian Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 (SM8975). Perbedaan mencolok justru terletak pada sektor grafis. Varian 'Elite' yang tertanam pada Xiaomi 18 Pro menggunakan Adreno 845, sementara varian 'Extreme' digadang-gadang akan menggunakan Adreno 850 yang lebih tangguh. Penggunaan Adreno 850 ini kabarnya akan diprioritaskan untuk model yang lebih tinggi, yakni Xiaomi 18 Pro Max.
Apakah Ini Penurunan Kualitas?
Strategi Qualcomm yang membedakan tipe chipset melalui GPU ini menandai pergeseran arah dari kebijakan mereka sebelumnya. Jika dulu perbedaan chipset sering kali menyasar kecepatan clock CPU dan GPU secara bersamaan, kini fokusnya lebih spesifik pada kemampuan olah grafis. Bagi pengguna yang mendambakan performa gaming maksimal atau pengolahan video berat, pemilihan Adreno 845 pada model Pro mungkin dianggap sebagai catatan kecil.
Perlu diingat bahwa data yang muncul di Geekbench saat ini berasal dari sampel awal. Xiaomi dan Qualcomm masih memiliki waktu untuk melakukan optimasi perangkat lunak maupun penyesuaian spesifikasi final sebelum produk resmi meluncur ke pasaran. Skor yang terlihat saat ini bukanlah cerminan akhir dari kemampuan gawai tersebut saat berada di tangan konsumen.
Dengan kapasitas RAM 16 GB (terdeteksi 14,8 GB setelah alokasi sistem), Xiaomi 18 Pro tetap menawarkan spesifikasi yang mumpuni untuk kebutuhan multitasking berat di masa mendatang. Kita masih harus menunggu pengumuman resmi dari Xiaomi untuk melihat apakah ada kejutan lain yang disiapkan pada sektor pendinginan atau efisiensi daya yang bisa menutupi perbedaan performa GPU tersebut.



