Pembeli laptop yang terbiasa memantau harga harian mendadak dikagetkan oleh kebijakan terbaru Xiaomi di Tiongkok. Tanpa pengumuman resmi atau tanda-tanda awal, harga setidaknya tujuh model laptop populer dari lini Redmi Book dan Xiaomi Book terpantau melonjak drastis hanya dalam rentang waktu satu malam.
Laporan ini pertama kali mencuat dari media teknologi Tiongkok, ITHome, yang mengutip unggahan blogger teknologi di platform Weibo. Penyesuaian harga ini menyasar berbagai varian laptop andalan, mulai dari lini dengan harga terjangkau hingga kelas menengah atas yang banyak diincar konsumen karena rasio performa dan harganya yang tergolong menggiurkan.
Lonjakan Harga Signifikan pada Lini Redmi Book Pro
Kenaikan harga yang paling mencolok terlihat pada model Redmi Book Pro 16 edisi 2025. Perangkat yang pada 15 September masih dibanderol dengan harga 4,699 yuan atau sekitar Rp12,5 jutaan, mendadak berubah label harga pada keesokan harinya menjadi 5,399 yuan atau sekitar Rp14,3 jutaan. Angka tersebut menunjukkan lonjakan sebesar Rp1,9 jutaan (¥700) atau setara Rp1,7 jutaan ($95) hanya dalam kurun waktu 24 jam.
Sanggup Jalankan Model AI Raksasa Tanpa Komputer Server, Laptop HP Ini Dibekali RAM 192 GB
Langkah serupa juga menimpa varian Redmi Book Pro 14 edisi 2025. Perangkat laptop ringkas tersebut mengalami penyesuaian harga dari sebelumnya 6,799 yuan menjadi 7,299 yuan atau sekitar Rp19,3 jutaan, yang berarti mengalami kenaikan sebesar Rp1,3 jutaan (¥500) atau setara Rp1,2 jutaan ($68).
Tidak berhenti di situ, deretan laptop keluaran terbaru seperti Redmi Book Pro 14 edisi 2026 kini dilepas ke pasar Tiongkok dengan harga 7,699 yuan atau sekitar Rp20,4 jutaan dari harga awal 7,199 yuan atau setara Rp19,1 jutaan. Sementara itu, varian dengan layar lebih luas, Redmi Book Pro 16 edisi 2026, kini menyentuh harga 7,899 yuan atau sekitar Rp20,9 jutaan dari harga sebelumnya 7,399 yuan.
Seluruh jajaran model pro tersebut kompak merangkak naik sebesar Rp1,3 jutaan (¥500). Beberapa model lain yang turut terdampak penyesuaian harga ini mencakup Xiaomi Book Pro 14 serta varian standar Redmi Book 14 dan Redmi Book 16.
Implikasi Komponen Hardware dan Dampaknya Bagi Jasa Impor
Hingga saat ini, pihak Xiaomi belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan teknis di balik lonjakan harga serentak ini. Namun, para pengamat industri menduga kuat bahwa langkah agresif tersebut dipicu oleh melambungnya biaya produksi komponen hardware secara global, khususnya pada sektor RAM dan penyimpanan memori flash yang sedang mengalami pengetatan pasokan.
Meski kebijakan penyesuaian harga ini baru diterapkan untuk wilayah Tiongkok, dampaknya tetap berpotensi dirasakan oleh calon konsumen di negara lain, termasuk Indonesia. Mengingat sebagian besar lini laptop seperti Redmi Book Pro jarang diboyong secara resmi oleh Xiaomi ke wilayah luar Tiongkok, konsumen internasional biasanya mengandalkan jasa penjual impor atau toko distributor independen. Dengan naiknya harga eceran di negeri asalnya, harga jual laptop impor tersebut dipastikan akan ikut terkerek naik bagi calon pembeli yang mengincar unit tersebut.



