Xiaomi Siapkan Layar Privasi, Mirip Fitur Galaxy S26 Ultra

Xiaomi menguji layar privasi berbasis kamera depan dan kontrol piksel. Fitur ini diduga hadir pada flagship Xiaomi generasi berikutnya.

Penulis: Anif Sirsaeba
Tanggal: Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 21.02
Ilustrasi fitur Smart privacy display Xiaomi pada layar ponsel flagship
Xiaomi menguji fitur Smart privacy display yang membatasi keterlihatan layar dari sudut samping.
Xiaomi

Xiaomi tampaknya sedang menyiapkan fitur privasi layar yang cara kerjanya sangat mirip dengan implementasi pada Samsung Galaxy S26 Ultra. Fitur bernama Smart privacy display tersebut ditemukan dalam versi pengujian perangkat lunak Xiaomi dan dirancang untuk membatasi pandangan orang dari sudut samping.

Informasi ini muncul melalui tangkapan layar yang dibagikan pembocor Kacper Skrzypek. Ia menyebut demo direkam menggunakan global ROM, sementara fitur tersebut dikaitkan dengan flagship Xiaomi yang belum diumumkan secara resmi. Salah satu kandidatnya adalah lini Xiaomi 18, tetapi nama perangkat dan jadwal peluncurannya masih belum dikonfirmasi.

Bagaimana Cara Kerja Smart Privacy Display Xiaomi?

Smart privacy display menggabungkan dua pendekatan. Pertama, Xiaomi mengatur cahaya pada tingkat piksel untuk mengurangi keterbacaan layar ketika dilihat dari sudut tertentu. Dengan begitu, pengguna yang berada tepat di depan ponsel masih dapat membaca konten, sedangkan orang dari samping atau belakang akan melihat tampilan yang lebih sulit dikenali.

Pendekatan kedua memanfaatkan kamera depan untuk mendeteksi wajah dan arah pandangan. Jika sistem memperkirakan ada orang lain yang sedang mengintip layar, perangkat dapat memberikan peringatan kepada pemiliknya. Konsep ini bukan sekadar memasang lapisan anti-intip, melainkan menggabungkan kontrol tampilan dengan pemantauan situasi di sekitar pengguna.

Kontrol Fleksibel, tetapi Tidak Sepenuhnya Tanpa Kompromi

Xiaomi menyediakan beberapa pilihan penerapan. Pengguna dapat mengaktifkan perlindungan untuk seluruh sistem, membatasinya pada aplikasi tertentu, atau hanya menerapkannya pada notifikasi. Untuk notifikasi, informasi tidak selalu disembunyikan sepenuhnya, melainkan ditampilkan dengan perlindungan privasi parsial agar isi sensitif tidak mudah terbaca dari sudut lain.

Pilihan ini penting karena perlindungan layar secara menyeluruh berpotensi mengganggu pengalaman penggunaan. Misalnya, fitur tersebut dilaporkan meningkatkan konsumsi daya meski hanya sedikit. Smart privacy display juga otomatis nonaktif ketika Battery Saver digunakan, sehingga pengguna harus memilih antara privasi ekstra dan daya tahan baterai dalam kondisi tertentu.

Privasi Diproses di Perangkat, Namun Statusnya Masih Uji Coba

Dalam pernyataan privasi di aplikasi, Xiaomi menyebut data deteksi wajah dan arah pandangan diproses sepenuhnya di perangkat. Informasi tersebut tidak diunggah ke Xiaomi Cloud dan tidak dibagikan kepada pihak ketiga. Pemrosesan lokal ini menjadi nilai penting karena fitur membutuhkan kamera depan untuk terus memantau kondisi di sekitar layar.

Meski demikian, implementasinya masih memiliki sejumlah batasan teknis. Fitur dapat berhenti sementara ketika menampilkan pratinjau konten HDR, lalu tidak aktif saat ponsel digunakan dalam posisi lanskap. Sistem disebut akan berjalan kembali setelah perangkat dikembalikan ke posisi potret. Dukungan terhadap beberapa tema pihak ketiga juga belum tersedia.

Dari sisi konsumen, fitur ini berpotensi berguna bagi pengguna yang sering membaca pesan, membuka dokumen kerja, atau mengakses informasi pribadi di tempat umum. Namun, kehadirannya belum bisa dianggap final karena berasal dari perangkat lunak pra-rilis. Xiaomi masih dapat mengubah cara kerja, daftar perangkat yang didukung, bahkan membatalkan peluncurannya sebelum flagship terkait tersedia di pasaran.

Eksplorasi Seri & Berita Xiaomi Lainnya

Kumpulan ulasan mendalam, bocoran, dan kabar terbaru seputar Xiaomi.

Lihat Semua Xiaomi
TERKAIT

TERKAIT