Kebutuhan akan penyimpanan data lokal yang aman dan cepat kini semakin meningkat, terutama bagi pengguna yang mengelola berkas pribadi serta pengolahan data berbasis kecerdasan buatan. Menjawab tantangan tersebut, Lenovo menghadirkan lini perangkat cloud pribadi terbarunya melalui Lecoo Bellator AI NAS 900 series. Berbeda dari server penyimpanan tradisional yang cenderung berukuran besar dan bising, perangkat ini mengemas kemampuan komputasi tinggi ke dalam sasis ringkas seberat 0,82 kilogram.
Lenovo merancang Lecoo Bellator AI NAS 900 series dalam dua opsi konfigurasi utama, yaitu varian standar AI NAS 900 dan varian tertinggi AI NAS 900 Pro. Kedua perangkat ini memadukan fungsi Network Attached Storage (NAS) dengan pengolahan kecerdasan buatan lokal tanpa harus bergantung pada koneksi cloud pihak ketiga.
Performa Intel Panther Lake dan Kemampuan AI Lokal
Jantung pacu Lecoo Bellator AI NAS 900 series ditenagai oleh prosesor keluarga Intel Panther Lake. Pada versi standar, Lenovo menyematkan Intel Core Ultra 7 355 yang dikombinasikan dengan RAM 16 GB LPDDR5/LPDDR5X dan SSD bawaan 512 GB. Kombinasi ini mampu memberikan kinerja AI hingga lebih dari 100 TOPS, cukup andal untuk menangani pemrosesan data harian hingga otomatisasi rumah pintar.
Sementara itu, bagi pengguna dengan kebutuhan beban kerja komputasi lebih berat, varian AI NAS 900 Pro membawa spesifikasi yang lebih gahar. Tipe Pro ini mengandalkan prosesor Intel Core Ultra X9 388H yang dipadukan bersama RAM 64 GB LPDDR5/LPDDR5X serta SSD 512 GB. Kinerja komputasi AI pada model Pro menembus angka lebih dari 180 TOPS. Satu hal yang perlu diperhatikan, memori RAM pada kedua model tertanam langsung pada papan induk (onboard) sehingga pengguna tidak dapat melakukan peningkatan RAM di kemudian hari.
Opsi Penyimpanan NVMe dan Konektivitas Jaringan Fleksibel
Sektor penyimpanan data pada Lecoo Bellator AI NAS 900 series mengandalkan empat slot M.2 PCIe 4.0 independen. Konfigurasi ini mendukung skema proteksi data RAID 0, RAID 1, dan RAID 5. Bagi pengguna yang menyukai sistem berkas ZFS, Lenovo juga menyediakan dukungan RAID Z1 dan RAID Z2. Meski begitu, lembar spesifikasi resmi mencatat kapasitas total penyimpanan maksimum yang tercantum sebesar 4 TB, tanpa kejelasan lebih lanjut apakah modul SSD berkapasitas lebih tinggi dapat digunakan secara penuh.
Untuk urusan transfer data, Lenovo membekali perangkat ini dengan port Ethernet 2.5GbE ganda yang mendukung fitur link aggregation hingga kecepatan 5 Gbps. Terdapat pula fitur isolasi jaringan yang memungkinkan pemisahan antara jaringan internal dan eksternal demi keamanan data yang lebih ketat. Selain koneksi kabel, dukungan nirkabel mencakup Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.3.
Sisi kelengkapan port juga tergolong melimpah untuk ukuran sasis 159 x 55 x 146,3 mm. Di bagian depan, terdapat dua port USB 3.2 Gen 2 Type-C berkecepatan 10 Gbps, satu port USB 3.2 Gen 2 Type-A, serta colokan audio 3,5 mm. Pada bagian belakang, tersedia empat port USB Type-A tambahan, dua port Ethernet 2.5GbE, HDMI 1.4b, dan DisplayPort 1.4a.
Sistem Operasi dan Fitur Pendukung Ekosistem
Lecoo Bellator AI NAS 900 series menjalankan sistem operasi Feiniu fnOS dan dilengkapi dengan dukungan driver Windows. Sistem operasi ini dirancang untuk mendukung berbagai fungsi produktivitas, mulai dari pengelolaan berkas media, tugas perkantoran, integrasi rumah pintar, hingga kontainerisasi Docker untuk menjalankan berbagai aplikasi kustom.
Harga dan Jadwal Ketersediaan
Lenovo telah mulai memasarkan Lecoo Bellator AI NAS 900 series di pasar Tiongkok. Varian standar Lecoo Bellator AI NAS 900 dibanderol dengan harga sekitar Rp18,5 jutaan (¥6,999 atau setara $1,043). Sedangkan untuk varian tertinggi, Lecoo Bellator AI NAS 900 Pro, ditawarkan dengan harga sekitar Rp47,7 jutaan (¥17,999 atau setara $2,682). Hingga saat ini, pihak Lenovo belum mengumumkan jadwal rilis resmi maupun kepastian harga untuk pasar internasional termasuk di Tanah Air.



