Xiaomi kembali memperluas portofolio perangkat pintar rumah tangga dengan meluncurkan Mijia Rich Mineral Water Purifier 2. Perangkat pemurni air mutakhir ini dibanderol dengan harga resmi sekitar Rp5,8 jutaan (2.199 Yuan atau setara $327) dan menawarkan inovasi unik: mengubah air keran biasa menjadi air kaya mineral layaknya mata air alami pegunungan langsung dari dapur rumah.
Sebagai penerus dari generasi terdahulu, perangkat ini dirancang bukan sekadar untuk menyaring kotoran, melainkan merekayasa ulang kualitas air minum agar memiliki kandungan nutrisi yang menyehatkan tubuh. Langkah ini menegaskan keseriusan Xiaomi dalam mengintegrasikan teknologi kesehatan preventif ke dalam ekosistem perangkat pintar harian.
Replikasi Mata Air Bama dan Nutrisi Mineral Seimbang
Daya tarik utama dari Mijia Rich Mineral Water Purifier 2 terletak pada formula mineralisasi eksklusif yang mengadopsi karakteristik mata air dari Bama, wilayah di Tiongkok yang terkenal secara global dengan populasi penduduk berumur panjang. Berkat teknologi pelepasan lambat yang telah dipatenkan, pemurni air ini sanggup menyuntikkan enam elemen mineral esensial ke dalam aliran air: strontium, seng (zinc), kalsium, magnesium, kalium, dan ion bikarbonat.
Xiaomi memastikan bahwa kadar strontium dipertahankan stabil di angka minimal 0,2 mg/L untuk memenuhi standar resmi air mineral alami tanpa menggunakan zat kimia sintetis tambahan. Kandungan seng dirancang untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan pertumbuhan tulang, sementara strontium berkontribusi langsung pada penguatan struktur tulang dan enamel gigi.
Sistem Filtrasi 9 Tahap dan Performa Debit Cepat
Di balik kemampuannya memperkaya mineral, perangkat ini dibekali sistem penyaringan ganda (dual-core) sembilan tahap dengan kerapatan membran hingga 0,0001 mikron. Sistem Reverse Osmosis (RO) tingkat lanjut ini diklaim mampu mengeliminasi kontaminan berbahaya dengan efektivitas di atas 99 persen, mencakup klorin, bakteri, virus, E. coli, residu antibiotik, zat PFAS, hingga partikel mikroplastik mikro.
Membran RO perangkat ini memiliki tingkat desalinasi hingga 98,5 persen serta dirancang tahan terhadap penumpukan kerak dan kotoran (anti-fouling), menjaga stabilitas debit air meski kualitas air baku berfluktuasi. Kecepatan alirannya tergolong impresif di kelasnya, mencapai 3,38 liter per menit. Pengguna hanya membutuhkan waktu sekitar 3 detik untuk mengisi satu gelas air minum atau kurang dari 36 detik untuk mengisi penuh panci masak berkapasitas 2 liter.
Efisiensi Biaya Operasional dan Integrasi Smart Home
Salah satu pertimbangan krusial bagi konsumen dalam memilih alat pemurni air adalah biaya perawatan jangka panjang. Xiaomi mengklaim filter RO pada perangkat ini memiliki daya tahan impresif hingga delapan tahun pemakaian, menekan estimasi biaya operasional harian menjadi hanya sekitar Rp800 (0,30 Yuan) per hari. Sementara itu, filter pendukung PPC hanya perlu diganti setiap dua tahun sekali dengan harga sekitar Rp790 ribuan (299 Yuan).
Perangkat ini juga mengusung rasio produksi air bersih sebesar 77,8 persen yang menempatkannya pada kategori efisiensi air tingkat tertinggi. Pengoperasian semakin praktis berkat keran sentuh modern yang menampilkan indikator TDS dan sisa masa pakai filter secara real-time. Melalui konektivitas Xiaomi Home, pengguna dapat memantau riwayat konsumsi air harian, memeriksa kualitas air, dan menerima notifikasi perawatan secara instan dari layar smartphone.



