Peluncuran ponsel lipat perdana Apple, iPhone Duo, tidak berjalan mulus di pasaran. Setelah pengujian durabilitas dari saluran YouTube JerryRigEverything mengungkapkan kerentanan engsel terhadap debu, sejumlah pengguna mulai melaporkan kerusakan fatal pada layar bagian dalam perangkat mereka. Mengandalkan celah hubungan masyarakat tersebut, Samsung langsung meluncurkan iklan sindiran yang mengkritik aspek ketahanan, bobot, hingga ketebalan iPhone Duo.
Langkah ini menargetkan kelemahan utama yang kini membayangi Apple. Sindiran berani tersebut membandingkan secara langsung pencapaian rekayasa fisik antara raksasa teknologi Korea Selatan dengan sang pesaing dari Cupertino.
Kelemahan Engsel dan Kerusakan Layar iPhone Duo
Pengujian ketahanan independen yang dilakukan JerryRigEverything menunjukkan bahwa mekanisme engsel iPhone Duo mengalami gangguan parah saat terpaparnya debu dan kotoran. Partikel kecil yang masuk ke celah engsel menyebabkan perangkat tidak dapat menutup dengan rapat. Masalah ini diduga kuat menjadi pemicu utama di balik kegagalan fungsi layar lipat bagian dalam yang dikeluhkan para pengguna awal.
Kondisi ini bertolak belakang dengan pencapaian kompetitornya. Samsung Galaxy Z Fold8 berhasil melampaui pengujian debu yang sama tanpa mengalami kendala mekanis. Keberhasilan tersebut memberi amunisi kuat bagi Samsung untuk mempertanyakan kesiapan desain perangkat lipat Apple di penggunaan dunia nyata.
Keunggulan Dimensi: Galaxy Z Fold8 Lebih Tipis dan Ringan
Selain daya tahan engsel, Samsung mengincar dimensi fisik iPhone Duo yang tergolong bongsor. Iklan terbaru Samsung menegaskan bahwa Galaxy Z Fold8 tampil 1,6 mm lebih tipis dibandingkan iPhone Duo. Selisih ketebalan ini terasa nyata saat perangkat digenggam atau disimpan di dalam saku celana.
Bobot juga menjadi poin kritik yang krusial. Galaxy Z Fold8 tercatat 53 gram lebih ringan ketimbang iPhone Duo. Bobot yang lebih ringkas memberikan kenyamanan ekstra bagi pengguna ponsel lipat yang sering beraktivitas dengan satu tangan.
Pengalaman Enam Tahun dalam Rekayasa Ponsel Lipat
Samsung mengakhiri iklan sindirannya dengan klaim tegas bahwa mereka berada beberapa tahun di depan dalam teknologi layar lipat. Klaim tersebut berdasar pada rekam jejak panjang perusahaan. Samsung telah memproduksi ponsel lipat secara komersial sejak meluncurkan Samsung Galaxy Fold generasi pertama pada tahun 2019.
Pengalaman manufaktur selama enam tahun membentuk kematangan desain pada Galaxy Z Fold8. Kini publik menunggu bagaimana Apple akan mengatasi gangguan awal pada peluncuran iPhone Duo dan membuktikan ketahanan produknya di mata konsumen global.



