CEO Xiaomi, Lei Jun, secara resmi mengonfirmasi bahwa bulan September akan menjadi momentum paling krusial bagi raksasa teknologi asal Tiongkok tersebut. Xiaomi bersiap menggelar rangkaian peluncuran produk flagship terbaru yang dijadwalkan meluncur secara beruntun sepanjang bulan. Strategi ini terbilang menarik karena perusahaan memilih untuk memisahkan panggung peluncuran untuk dua gawai tercanggihnya, yaitu HP lipat Xiaomi 18 Fold dan flagship konvensional Xiaomi 18 Pro.
Pemisahan jadwal rilis ini dilakukan guna memberikan sorotan maksimal pada masing-masing lini produk yang membawa lompatan teknologi performa sangat signifikan. Langkah agresif ini menandai ambisi Xiaomi untuk mendominasi pasar gawai premium dan otomotif pintar secara bersamaan dalam kurun waktu satu bulan penuh.
Awal September: Debut Xiaomi 18 Fold dan Chipset Monster XRING O3
Rangkaian peluncuran akan dibuka pada awal September dengan fokus utama pada kendaraan listrik keluarga Xiaomi SkyNomad SUV berbasis platform Kunlun. Di panggung yang sama, Xiaomi dipastikan bakal memperkenalkan gawai lipat generasi terbarunya, Xiaomi 18 Fold, serta tablet flagship Xiaomi Pad 9 Pro Max. Kedua perangkat gawai kelas atas ini akan ditenagai oleh chipset in-house terbaru buatan Xiaomi, yakni XRING O3.
Chipset XRING O3 membawa spesifikasi teknis yang sangat agresif. Dibangun di atas proses fabrikasi 3nm, XRING O3 mengemas hingga 24 miliar transistor ke dalam area die berukuran 133mm², atau sekitar 26 persen lebih besar dibandingkan pendahulunya, XRING O1. Chip ini berhasil mencetak skor AnTuTu yang fantastis mencapai 5,22 juta poin, menjadikannya prosesor smartphone pertama yang menembus angka 5 juta poin.
Dari segi pemrosesan grafis dan daya tahan, XRING O3 dibekali CPU 10-core yang menembus skor multi-core di atas 15.000 poin pada pengujian sintetis. Dukungan GPU baru G2-Ultra NX diklaim mampu memberikan peningkatan kinerja grafis hingga 85 persen sekaligus menghemat konsumsi daya hingga 64 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Akhir September: Xiaomi 18 Pro Unjuk Gigi dengan Snapdragon 2nm
Menjelang akhir September, Xiaomi akan mengalihkan fokusnya pada peluncuran lini smartphone flagship konvensional, Xiaomi 18 Pro. Daya tarik utama dari gawai ini terletak pada sektor dapur pacunya yang akan ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 generasi keenam dari Qualcomm. Berbeda dengan XRING O3, Snapdragon 8 Elite Gen 6 diproduksi menggunakan arsitektur fabrikasi 2nm yang jauh lebih maju.
Transisi dari node 3nm ke 2nm meningkatkan kerapatan transistor sekitar 30 persen. Secara praktis, peningkatan ini menghasilkan efisiensi daya yang jauh lebih irit, pembuangan suhu yang lebih terkontrol, serta performa puncak yang jauh lebih stabil saat digunakan untuk aktivitas berat dalam durasi panjang, seperti bermain game kompetitif atau memproses video beresolusi tinggi.
Selain performa mesin yang gahar, Xiaomi 18 Pro juga dilaporkan bakal membawa fitur pengisian daya cepat kabel 100W, dukungan jaringan 5G band N79 untuk konektivitas ultra-cepat, serta chip konektivitas Ultra-Wideband (UWB) untuk integrasi ekosistem gawai pintar dan kunci mobil digital secara lebih presisi.
Strategi Peluncuran Beruntun dan Impact bagi Konsumen
Dengan meluncurnya mobil SUV SkyNomad, gawai lipat Xiaomi 18 Fold, hingga lini flagship Xiaomi 18 Pro dalam satu bulan yang sama, September menjadi periode paling sibuk bagi Xiaomi di tahun ini. Bagi para pengguna dan calon pembeli, pemisahan acara peluncuran ini memberikan kejelasan opsi perangkat yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik yang mengincar inovasi gawai lipat maupun performa murni pada gawai konvensional.
Langkah Xiaomi yang langsung menerapkan chipset kustom XRING O3 dan prosesor Snapdragon 2nm juga mempertegas persaingan sengit di industri smartphone flagship akhir tahun. Konsumen kini disuguhkan pilihan gawai dengan lompatan efisiensi dan performa komputasi AI yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya.