iPhone 18 Pro Bakal Lebih Mahal, Komponen Ini Jadi Biang Keroknya

Apple diprediksi menaikkan harga iPhone 18 Pro mulai Rp19,1 jutaan ($1,199) akibat lonjakan biaya produksi chip 2nm TSMC dan memori RAM untuk AI.

Penulis: Hana Lee
Tanggal: Senin, 24 Agustus 2026 pukul 22.04
Konsep desain rumor iPhone 18 Pro dengan chipset terbaru
iPhone 18 Pro diprediksi mengalami kenaikan harga akibat tingginya biaya manufaktur chipset 2nm dan memori RAM.
Apple

Setelah sekian lama berusaha menahan harga awal lini ponsel andalannya, Apple dilaporkan tengah mempertimbangkan kenaikan harga untuk seri iPhone 18 Pro yang dijadwalkan meluncur mendatang. Berdasarkan rumor industri dan analisis terkini, biaya komponen manufaktur yang terus membengkak memaksa sang raksasa teknologi asal Cupertino tersebut untuk menyesuaikan strategi penetapan harga perangkat premium mereka.

Langkah penyesuaian ini menyusul para kompetitor utamanya seperti Samsung dan Google yang telah lebih dahulu mengerek harga ponsel flagship mereka sebesar Rp1,6 jutaan ($100). Lonjakan harga bahan baku memori serta transisi ke proses manufaktur chip yang jauh lebih rumit menjadi faktor determinan utama di balik potensi kenaikan harga gawai generasi mendatang ini.

Estimasi Harga iPhone 18 Pro dan Pembandingnya

Analisis terbaru dari pengamat industri memperkirakan bahwa iPhone 18 Pro akan dibanderol mulai dari Rp19,1 jutaan ($1,199). Angka tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 9% dibandingkan harga rilis awal iPhone 17 Pro yang berada pada kisaran Rp17,5 jutaan ($1,099). Penyesuaian ini dipandang sebagai respons realistis Apple terhadap tekanan inflasi di rantai pasok global.

Sementara itu, varian tertinggi yakni iPhone 18 Pro Max diperkirakan bakal menyentuh harga awal Rp20,7 jutaan ($1,299). Penyesuaian harga ini menempatkan varian Pro dalam persaingan ketat dengan kompetitor Android seperti Samsung Galaxy S26 Ultra. Kenaikan harga sekitar Rp1,6 jutaan ($100) ini dinilai masih masuk akal dibanding lonjakan harga ekstrem 54% yang pernah terjadi saat peluncuran iPhone X pada 2017 lalu.

Biaya Chipset 2nm TSMC dan Memori AI Jadi Penyebab Utama

Biang kerok utama di balik rencana kenaikan harga ini adalah meroketnya biaya produksi komponen inti. iPhone 18 Pro dilaporkan akan ditenagai oleh chipset A20 Pro yang diproduksi menggunakan proses fabrikasi 2nm terbaru dari TSMC. Biaya manufaktur per unit wafer 2nm diketahui jauh lebih tinggi dibandingkan dengan proses 3nm yang melengkapi generasi A19 Pro.

Di sisi lain, meledaknya permintaan infrastruktur pusat data untuk kecerdasan buatan (AI) global memicu kelangkaan dan lonjakan harga signifikan pada komponen DRAM serta NAND flash. Selama ini Apple kerap menyerap kenaikan biaya dengan menyesuaikan margin keuntungan atau menaikkan standar kapasitas penyimpanan dasar. Namun, lonjakan biaya produksi hardware kali ini dinilai terlalu besar untuk terus ditanggung secara internal.

Sinyal Kenaikan Harga di Seluruh Ekosistem Apple

Tanda-tanda kenaikan harga sebenarnya sudah mulai terlihat pada lini produk Apple lainnya dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan sebelumnya telah menaikkan harga rata-rata pada portofolio non-iPhone hingga 23%, di mana lini komputer seperti MacBook Air mengalami penyesuaian sekitar Rp3,2 jutaan ($200) dan Mac Studio melonjak hingga Rp8 jutaan ($500).

Bagi konsumen dan penggemar gadget di Indonesia, tren ini menjadi indikasi kuat bahwa lini HP flagship di masa depan akan membutuhkan anggaran yang lebih tinggi. Bagi Apple sendiri, langkah menaikkan harga iPhone 18 Pro bukan sekadar dorongan mencari profit lebih tinggi, melainkan strategi bertahan untuk menjaga kualitas inovasi hardware di tengah melonjaknya biaya produksi teknologi canggih.

TERKAIT

TERKAIT