Exynos 2700 Unjuk Gigi di Geekbench AI, Clock Speed Tembus 4,24 GHz

Bocoran pengujian Geekbench AI memperlihatkan lonjakan performa Samsung Exynos 2700 dengan clock speed 4,24 GHz dan arsitektur 2nm untuk Galaxy S27.

Penulis: Hana Lee
Tanggal: Senin, 24 Agustus 2026 pukul 09.00
Bocoran Pengujian Samsung Exynos 2700 di Geekbench AI
Pengujian Geekbench AI memperlihatkan lompatan clock speed signifikan pada sampel rekayasa Exynos 2700.
Samsung

Kabar gembira bagi para antusias teknologi yang mengikuti perkembangan chipset buatan Samsung. Laporan terbaru dari basis data pengujian Geekbench AI menunjukkan lompatan performa yang amat signifikan pada sampel rekayasa (engineering sample) dari prosesor flagship generasi mendatang, Samsung Exynos 2700. Berbeda dari pengujian sebelumnya yang sempat terkunci di kecepatan rendah, kemunculan terbaru ini memamerkan potensi tenaga yang sesungguhnya.

Pengujian teranyar tersebut menjadi indikasi kuat bahwa Samsung mulai berani melepas pembatas daya pada prototipe sistem di dalam chip (SoC) buatan mereka. Langkah ini dinilai sangat krusial guna mengejar ketertinggalan performa pemrosesan utama (CPU) dari kompetitor utamanya, Qualcomm Snapdragon 8-Series, yang selama ini mendominasi pasar flagship Android.

Lonjakan Clock Speed hingga 4,24 GHz Mampu Sejajari Kompetitor

Foto tampilan multi-monitor dan display Exynos 2700 Unjuk Gigi di Geekbench AI, Clock Speed Tembus 4
Dukungan multi-monitor dan visual pada Exynos 2700 Unjuk Gigi di Geekbench AI, Clock Speed Tembus 4. (Foto: Exynos)

Pada pengujian awal yang terdeteksi sekitar bulan April lalu, frekuensi CPU Exynos 2700 masih dibatasi pada rentang 2,30 GHz hingga 2,88 GHz di seluruh kluster. Angka tersebut tentu memicu keraguan di kalangan analis teknologi karena dinilai terlalu rendah untuk sebuah standar sistem pemrosesan flagship kelas atas. Namun, data terbaru Geekbench AI kini mencatatkan peningkatan drastis, di mana inti utama (prime core) mampu menyentuh kecepatan hingga 4,24 GHz.

Peningkatan clock speed ini menempatkan Exynos 2700 dalam jarak tanding yang sangat dekat dengan performa puncak chipset kelas atas saat ini, seperti Qualcomm Snapdragon 8 Series yang beroperasi pada rentang 4,3 GHz hingga 4,6 GHz. Pencapaian ini membuktikan bahwa strategi desain arsitektur baru dari divisi System LSI Samsung telah menunjukkan stabilitas yang makin matang pada kecepatan frekuensi tinggi.

Struktur prosesor ini tetap mempertahankan konfigurasi quad-cluster unik 1+4+1+4 yang serupa dengan temuan awal. Penggunaan satu core ultra-tinggi yang dipadu dengan kluster performa dan efisiensi dinilai mampu memberikan fleksibilitas manajerial daya yang optimal, terutama saat menangani beban kerja berat seperti komputasi kecerdasan buatan (AI) di dalam perangkat secara langsung.

Mengusung Arsitektur Arm Canyon dan Fabrikasi 2nm SF2P

Ditinjau dari aspek teknis, string identifikasi CPU pada pengujian Geekbench AI (implementer 65, part 3478 / 0xD96) mengonfirmasi keberadaan inti CPU terbaru Arm berstatus belum diumumkan yang memiliki sebutan kode Canyon. Arsitektur ini diyakini luas sebagai Arm C2-Ultra, yang bertindak sebagai penerus langsung dari arsitektur C1-Ultra yang disematkan pada pendahulunya, Exynos 2600.

Perangkat uji coba ini tercatat menggunakan papan referensi beregister S5E9975 ERD (Engineering Reference Device) yang dipadukan dengan RAM sebesar 10,67 GB serta mengandalkan sistem operasi berbasis Android 17. Penggunaan basis Android versi mendatang mengindikasikan bahwa prosesor ini dipersiapkan untuk siklus rilis jangka panjang, bukan sekadar eksperimen laboratorium jangka pendek.

Dari segi manufaktur, Exynos 2700 diproyeksikan bakal diproduksi menggunakan proses fabrikasi 2 nanometer generasi kedua milik Samsung Foundry, yang dikenal dengan nama kode SF2P (Samsung Foundry 2nm Performance). Node fabrikasi canggih ini dijanjikan bakal membawa peningkatan efisiensi daya dan kerapatan transistor yang jauh lebih tinggi ketimbang node 3nm terdahulu.

Persiapan Menuju Samsung Galaxy S27 Series

Kehadiran Exynos 2700 dengan potensi performa tinggi ini menjadi angin segar bagi strategi diversifikasi chipset Samsung pada lini smartphone premium masa depan, khususnya keluarga Galaxy S27 series. Selama beberapa generasi terakhir, konsumen kerap mempermasalahkan adanya ketimpangan performa dan efisiensi suhu antara varian Exynos dan Snapdragon pada lini Galaxy S.

Dengan menyelaraskan kecepatan clock dan memanfaatkan arsitektur terbaru dari Arm serta proses 2nm SF2P, Samsung berpeluang besar mengikis kesenjangan tersebut. Keberhasilan pengujian pada benchmark berbasis AI ini juga memperlihatkan komitmen kuat raksasa teknologi asal Korsel tersebut untuk memperkuat kemampuan on-device Machine Learning tanpa mengorbankan kecepatan komputasi harian.

Meskipun tanggal peluncuran resminya masih terhitung cukup jauh, pembuktian awal dari sampel rekayasa ini menunjukkan bahwa Exynos 2700 memiliki fondasi hardware yang sangat menjanjikan untuk bersaing di papan atas pasar prosesor ponsel pintar global.

Sumber: Gizmochina
TERKAIT

TERKAIT