Nvidia secara diam-diam menghapus kartu grafis GeForce RTX 5080 dari etalase toko online resminya. Langkah mengejutkan ini menyusul hilangnya sang flagship GeForce RTX 5090 beberapa waktu sebelumnya. Di saat bersamaan, harga ritel kartu grafis ini melambung tinggi hingga menembus Rp35,0 jutaan ($1,979) di sejumlah toko komputer Amerika Serikat.
Penghapusan dari daftar produk dan filter pencarian toko resmi Nvidia memicu spekulasi luas di kalangan perakit PC. Apakah produsen asal Santa Clara ini menghentikan produksi unit VRAM 16GB secara permanen? Hingga kini Nvidia belum memberikan konfirmasi resmi. Namun, gejolak di pasar ritel sudah terlanjur membakar kekhawatiran para calon pembeli.
Penghapusan Diam-Diam dan Lonjakan Harga Ritel
Di etalase toko resmi Nvidia, GeForce RTX 5080 kini benar-benar hilang dari daftar produk. Filter kategori kartu grafis juga tidak lagi menampilkan model tersebut. Nasib serupa sebelumnya telah dialami oleh lini puncak GeForce RTX 5090. Uniknya, varian GeForce RTX 5070 Ti dan GeForce RTX 5070 masih dipajang dengan jelas. Kedua seri tersebut tetap muncul meski ditandai habis atau out of stock.
Lonjakan harga terjadi sangat drastis. Berdasarkan pantauan di ritel besar seperti Micro Center, Best Buy, Central Computers, dan Newegg, penawaran termurah GeForce RTX 5080 kini menyentuh Rp35,0 jutaan ($1,979.99). Padahal, kartu grafis ini pertama kali diluncurkan dengan harga rekomendasi MSRP sebesar Rp17,7 jutaan ($999). Harga pasarannya mendadak membengkak hampir dua kali lipat.
Kondisi ini membuat harga GeForce RTX 5080 menyamai harga rilis awal GeForce RTX 5090 yang berada di angka Rp35,4 jutaan ($1,999). Pasokan GPU yang sangat terbatas bertemu dengan tingginya permintaan pasar. Ditambah lagi, krisis pasokan komponen memori global semakin memperkeruh keadaan. Stok ritel yang kian menipis berpotensi menahan harga tetap berada di level tertinggi dalam waktu lama.
Rumor Varian VRAM 24GB dan Strategi Baru Nvidia
Hilangnya GeForce RTX 5080 dari situs resmi memunculkan berbagai spekulasi mengenai strategi fabrikasi Nvidia. Sejumlah kabar industri menyebutkan bahwa produsen sedang bersiap memangkas atau menghentikan lini produksi versi standar. Langkah ini diduga kuat dilakukan untuk memberi jalan bagi penyegaran produk baru di segmen GPU Gaming papan atas.
Kabar yang beredar mengindikasikan Nvidia tengah menyiapkan GeForce RTX 5080 varian baru dengan kapasitas VRAM 24GB. Varian ini diproyeksikan untuk menggantikan model standar VRAM 16GB. Selain itu, rumor tersebut juga menyebutkan potensi peluncuran ulang untuk GeForce RTX 5090 secara bersamaan. Kapasitas memori yang lebih besar menjadi kebutuhan krusial bagi pemrosesan AI dan beban kerja grafis modern.
Namun, rumor ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak produsen. Nvidia belum merilis jadwal atau pengumuman terkait varian baru. Para mitra produsen papan (board partners) juga masih enggan memberikan rincian terkait pasokan chip GPU. Aksinya terkesan sangat tertutup.
Sikap Rasional Bagi Perakit PC Modern
Bagi perakit PC, kondisi pasar saat ini menyajikan dilema yang cukup berat. Mengeluarkan dana hingga Rp35,0 jutaan ($1,979) untuk sebuah GPU kelas menengah-atas terasa kurang masuk akal. Angka tersebut sudah setara dengan harga rilis awal GPU kelas tertinggi.
Konsumen disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan pembelian di harga tengkulak atau scalper. Menunggu kejelasan resmi dari produsen adalah langkah yang paling bijak saat ini. Jika varian VRAM 24GB benar-benar meluncur, pembeli berhak mendapatkan spesifikasi yang lebih mumpuni dengan harga yang lebih rasional.
Pasar komponen PC sedang berada dalam kondisi yang tidak menentu. Pembeli dituntut untuk lebih cermat memantau pergerakan stok dan harga resmi di toko tepercaya. Menahan diri dari pembelian dengan harga berlipat ganda dapat mencegah kerugian finansial yang tidak perlu.



