ASUS kembali memperkuat jajaran laptop tipis premiumnya dengan meluncurkan varian anyar ASUS ExpertBook A7 yang lebih terjangkau. Laptop berukuran 14 inci yang diposisikan sebagai pesaing langsung MacBook Air ini kini hadir dalam opsi konfigurasi RAM 12 GB dan memori internal SSD 256 GB. Pengumuman ini menjadi angin segar mengingat lini produk bisnis ASUS kerap diasosiasikan dengan harga kelas atas.
Varian anyar tersebut dipasarkan dengan banderol Rp15,9 jutaan ($899.99). Angka ini lebih murah sekitar 30 persen atau hemat $400 bila dibandingkan dengan konfigurasi awal yang dijual mulai Rp23 jutaan ($1,299). Menariknya, pemangkasan harga yang terhitung signifikan ini tidak mengorbankan kualitas bodi maupun komponen daya visual utamanya.
Kualitas Bodi Ultra dengan Potongan Harga 30 Persen
Saat pengujian awal sasisnya, konstruksi bodi ASUS ExpertBook A7 terbukti sama solidnya dengan varian flagship ExpertBook Ultra yang berada di kisaran Rp63,7 jutaan ($3,599). ASUS tidak melakukan pemangkasan bahan baku pada sasis sediaannya. Kualitas engsel dan material terasa kokoh. Finishing warna Black memberi kesan elegan sekaligus profesional saat digunakan di luar ruangan.
Sektor layar juga tidak disunat sama sekali. Pengguna tetap mendapatkan panel OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan mencapai 500 nits dan refresh rate 120 Hz. Pergerakan animasi layar terasa amat mulus. Kontras warna khas panel OLED membuat pekerjaan penyuntingan dokumen maupun sajian konten multimedia menjadi sangat memanjakan mata.
Daya tahan baterainya tergolong luar biasa. Dengan kapasitas 65 Wh, laptop tipis ini diklaim mampu bertahan hingga 26 jam dalam satu kali pengisian daya penuh. Daya tahan tersebut jelas menjadi nilai jual krusial bagi pekerja lapangan dengan mobilitas tinggi tanpa harus sering mencari stopkontak.
Spesifikasi Intel Wildcat Lake dan Pilihan RAM 12 GB
Dapur pacu pada varian terjangkau ini mengandalkan cipset Intel Wildcat Lake Core 5 320. Prosesor hemat daya ini sudah lebih dari cukup untuk menangani tugas komputasi harian, membuka banyak tab browser, hingga olah data berat. Bagi yang membutuhkan daya komputasi lebih tinggi, ASUS tetap menyediakan opsi cipset Core 7 350 pada varian awal dengan tambahan biaya sekitar Rp5,3 jutaan ($300).
Penggunaan kapasitas RAM 12 GB menjadi langkah yang menarik. Kapasitas ini berada tepat di tengah-tengah antara standar dasar 8 GB dan 16 GB. Untuk kebutuhan multitugas standar saat ini, RAM 12 GB sudah tergolong memadai. Namun, kapasitas SSD 256 GB terasa agak sempit. Pengguna perlu mengelola ruang penyimpanan secara bijak atau memanfaatkan layanan awan.
ASUS juga mengindikasikan bakal memboyong konfigurasi RAM 12 GB ini ke pasar global dalam waktu dekat. Bahkan, lini produk dengan RAM 8 GB disiapkan untuk masuk ke beberapa negara lain guna menekan harga lebih jauh lagi. Meski untuk saat ini, banderol varian 8 GB tersebut masih belum diumumkan secara resmi.
Menimbang Nilai Performa untuk Mobile Productivity
Langkah ASUS menghadirkan opsi murah pada lini laptop bisnisnya . Mengingat sebagian besar produsen sering memangkas kualitas layar saat merilis model yang lebih terjangkau, ASUS justru mempertahankan panel visual kelas atas pada sasis ringkasnya ini.
Kombinasi prosesor Intel Wildcat Lake Core 5 320, layar OLED 120Hz, dan baterai 65 Wh membuat varian Rp15,9 jutaan ini memiliki daya tarik yang sangat tinggi di kelasnya. Catatan utamanya hanya terletak pada ruang simpan SSD 256 GB yang terbilang pas-pasan. Bagi Anda yang menginginkan laptop tipis berdaya tahan baterai tinggi dengan layar terbaik tanpa menguras kantong, varian termurah ASUS ExpertBook A7 ini jelas menjadi opsi yang patut dipertimbangkan.



