Belum genap enam bulan sejak meluncurkan Swift Air 14 dengan prosesor Intel Wildcat Lake, Acer bergerak cepat menyegarkan lini ultraportabel milik mereka. Pabrikan asal Taiwan ini resmi meluncurkan varian baru Acer Swift Air 14 yang kini dibekali dapur pacu AMD Ryzen AI 300 series di pasar Jepang. Mengusung bobot fantastis di bawah 1 kilogram, laptop tipis ini menjanjikan lonjakan performa pemrosesan AI lokal serta pemrosesan grafis yang jauh lebih bertenaga.
Langkah pembaruan ini tergolong cepat bagi lini ultrabook. Namun, kehadiran arsitektur baru dari AMD memberikan alasan kuat bagi Acer untuk memperbarui sasis ringan mereka demi memenuhi kebutuhan pengguna bermobilitas tinggi.
Performa CPU dan GPU Melesat Tajam
Acer Swift Air 14 hadir dalam dua opsi prosesor baru, yakni AMD Ryzen AI 5 330 dan AMD Ryzen AI 7 345. Penggunaan lini cip ini membawa peningkatan performa yang cukup mencolok dibanding generasi sebelumnya. Berdasarkan data pengujian benchmark, Ryzen AI 7 345 mencatatkan keunggulan performa CPU sekitar 28% di atas Ryzen AI 5 330.
Peningkatan paling mengesankan justru terlihat pada pengolahan grafis. Ryzen AI 7 345 mencetak skor benchmark GPU lebih dari 80% lebih tinggi dibandingkan varian Ryzen AI 5 330. Performa grafisnya melesat drastis. Sebagai informasi, kedua opsi prosesor AMD ini sebelumnya juga telah digunakan pada lini laptop Acer Aspire 16 yang beredar di pasaran seharga Rp15,9 jutaan ($899).
Bodi Ringan 960 Gram Tanpa Memangkas Port Utama
Sektor desain dan portabilitas menjadi nilai jual utama dari sasis Swift Air 14. Laptop ini memiliki bobot hanya sekitar 960 gram dengan ketebalan sasis mencapai 14,9 mm. Sangat nyaman untuk mobilitas tinggi. Kendati tampil sangat tipis, Acer tidak lantas memangkas fungsionalitas port fisik.
Pengguna tetap mendapatkan konektivitas lengkap berupa port HDMI full-sized dan USB Type-A standar. Hal ini patut diapresiasi karena pengguna tidak perlu repot membawa dongle tambahan saat ingin menghubungkan laptop ke proyektor atau flashdisk. Di sektor visual, Acer menyematkan layar OLED berukuran 14 inci dengan resolusi 1200p (rasio 16:10) dan tingkat kecerahan 300 nits.
Menimbang Harga dan Nilai Lebih Varian AMD
Dukungan memori pada laptop ini mencakup RAM 16 GB serta media penyimpanan SSD M.2 2280 berkapasitas 512 GB. Untuk menopang daya harian, Acer menyertakan baterai berkapasitas 50 Wh yang mendukung pengisian daya cepat 65 W melalui adaptor bawaan.
Di pasar Jepang, varian Acer Swift Air 14 dengan Ryzen AI 5 330 dibanderol mulai JPY 195,800 atau sekitar Rp22,5 jutaan. Sementara itu, varian lebih tinggi dengan Ryzen AI 7 345 dilepas seharga JPY 212,800 atau setara Rp24,5 jutaan. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibanding varian Intel Wildcat Lake yang sebelumnya dipasarkan seharga JPY 139,800 atau sekitar Rp16,1 jutaan. Hingga saat ini, pihak Acer belum mengonfirmasi jadwal ketersediaan resmi laptop ultraportabel ini untuk pasar global maupun Indonesia.


