Komunitas modding hardware kembali menggegerkan dunia kartu grafis. Setelah modder Zagitta merilis utility unlocker khusus Linux, modder asal Tiongkok bernama physicsdolphin kini meluncurkan versi yang mendukung sistem operasi Windows dan Linux sekaligus. Tool berbasis UEFI pre-driver ini sanggup melipatgandakan performa komputasi Tensor Core pada lini GPU Nvidia GeForce RTX seri 2000, 3000, hingga 4000, khususnya untuk skenario pemrosesan AI FP16 dan FP32.
Pengembangan ini memberikan angin segar bagi para praktisi AI dan peneliti lokal yang membutuhkan daya komputasi tinggi tanpa harus membeli GPU kelas server. Modifikasi firmware ini bekerja langsung di tingkat terendah sistem sebelum driver resmi Nvidia dimuat.
Cara Kerja Modifikasi UEFI Pre-Driver Berbasis Rust
Secara teknis, utility unlocker buatan physicsdolphin diprogram menggunakan bahasa Rust. Program ini berjalan pada jendela UEFI DXE sebelum driver Nvidia di dalam OS aktif. Dalam proses booting tersebut, tool mengeksekusi serangkaian transaksi firmware secara penuh. Urutannya dimulai dari SEC2 scrubber, FWSEC-FRTS (WPR2), signed Booter yang melakukan boot pada GSP-RM, hingga payload gated V67 empat kali penulisan.
Proses ini dilanjutkan dengan read-back verification dan Function Level Reset (FLR). Setelah itu, kontrol sistem diserahkan kembali secara berantai ke Windows Boot Manager. Penguncian register ini ditimpa di tingkat pre-driver dan perlu dijalankan ulang menggunakan media penyimpan USB pada setiap kali komputer dinyalakan. Langkah ini memastikan instruksi firmware termodifikasi secara presisi.
Lompatan Performa AI Hingga 2,92 Kali Lipat
Pengujian awal oleh para pengguna menunjukkan hasil yang sangat signifikan pada beban kerja presisi FP16, FP32, dan BF16. Peningkatan rata-rata berada di kisaran 50 hingga 80 persen. Bahkan, seorang pengguna kartu grafis RTX 4070 Ti Super melaporkan lonjakan performa lebih dari dua kali lipat pada beberapa pengujian spesifik.
Pada beban kerja FP16 4096, performa meningkat dari 57,00 menjadi 150,93 (naik 2,65 kali lipat). Beban kerja BF16 4096 naik dari 57,51 menjadi 127.32 (2,21 kali lipat). Peningkatan tertinggi tercatat pada FP16 8192 dari 55,50 menjadi 127,28 (naik 2,92 kali lipat), serta BF16 8192 dari 54,97 menjadi 128,39 (2,34 kali lipat). Peningkatan ini murni didapatkan melalui optimalisasi firmware.
Kompatibilitas Seri GPU dan Konsekuensi Secure Boot
Hingga rilis versi 2.1.6, seluruh jajaran GPU Nvidia RTX 3000 series telah teruji kompatibel penuh. Perangkat dengan rentang device-ID GA10x seperti 0x22xx, 0x24xx, dan 0x25xx sudah terpetakan dengan sempurna. Untuk RTX 2000 series, pengguna diwajibkan menjalankan skrip mode firmware GSP dan melakukan restart sistem, sementara pengujian konfirmasi untuk seri RTX 4000 masih terus dikumpulkan dari laporan pengguna di GitHub. Modder juga sedang mengembangkan dukungan untuk GeForce GTX 16xx series yang masih mempertahankan dedicated integer core.
Penguasaan kontrol firmware ini bukannya tanpa konsekuensi. Penggunaan tool dari USB drive ini mewajibkan fitur Secure Boot pada BIOS dimatikan. Dampaknya, game populer yang mengandalkan sistem anti-cheat ketat berbasis Secure Boot tidak akan bisa dijalankan selama utility ini aktif.
Pertimbangan Penggunaan dan Kesimpulan Redaksi
Langkah pembebasan potensi Tensor Core ini membuktikan betapa besarnya cadangan performa komputasi yang tersembunyi di balik arsitektur GPU consumer Nvidia. Tool ini menjadi solusi ampuh bagi pengembang kecerdasan buatan, peneliti data, maupun penggemar pemrosesan LLM lokal yang ingin memeras performa hardware secara maksimal.
Namun, bagi pengguna harian yang juga memanfaatkan PC untuk bermain game dengan proteksi anti-cheat, metode booting via USB ini mungkin kurang fleksibel. Pengguna disarankan untuk memahami risiko teknis sebelum menerapkan modifikasi firmware di tingkat UEFI.



