LAPTOPS & PC / LIPUTAN KHUSUS

Nvidia Hentikan RTX 5090 Demi Alokasi GPU AI di Tengah Isu Bubble Tech

/ Nvidia dilaporkan menyetop produksi GeForce RTX 5090 dan RTX 5080 demi mengalihkan pasokan silikon ke GPU AI sebelum tren industri bergejolak.

HANA LEE •
Kartu grafis Nvidia GeForce RTX 50 series dan pemrosesan AI
Nvidia dilaporkan menyetop produksi seri GeForce RTX 5090 untuk mengalihkan silikon ke GPU pusat data AI.
FOTO: Nvidia

Nvidia dilaporkan menghentikan produksi kartu grafis gaming unggulannya, GeForce RTX 5090 dan RTX 5080, akibat terbatasnya pasokan silikon di pasaran. Pasokan kartu tersebut kian sulit didapatkan konsumen dengan harga wajar. Langkah drastis ini diambil demi mengalihkan seluruh alokasi die silikon Blackwell ke produk pusat data serta workstation AI sebelum tren pasar kecerdasan buatan melambat.

Laporan dari kanal pembocor industri ternama, Moore's Law Is Dead (MLID), mengungkapkan bahwa kelangkaan lini gaming papan atas ini merupakan strategi korporasi yang disengaja. CEO Nvidia, Jensen Huang, disinyalir ingin memaksimalkan penjualan GPU AI sebesar mungkin selama permintaan pusat data masih tinggi. Strategi ini memicu perdebatan hangat di kalangan perakit PC.

Alokasi Silikon Blackwell dan Varian RTX 5080 24 GB

Keputusan menghentikan GeForce RTX 5090 dan RTX 5080 secara mendadak membuat pasokan kartu grafis gaming kelas flagship makin langka. MLID menyebutkan bahwa Nvidia berencana menggantikan posisi kedua model tersebut dengan meluncurkan varian RTX 5080 24 GB pada awal tahun depan. Peluncuran lini peningkat performa seperti varian RTX 50 Super juga kabarnya dibatalkan.

Penghentian ini berakar pada keputusan alokasi manufaktur. Die GPU yang menjadi otak RTX 5090 identik dengan komponen pada GPU workstation RTX Pro 5500 Blackwell. Secara bisnis, margin keuntungan dari penjualan kartu workstation dan GPU pusat data jauh melampaui kartu grafis konsumen. Nvidia memilih memprioritaskan sektor AI. Langkah ini tergolong agresif.

Ancaman AI Debt Bomb dan Penumpukan Gudang

Di balik pengalihan pasokan silikon tersebut, terdapat dinamika finansial yang mengkhawatirkan pada industri pusat data. MLID menggarisbawahi potensi bahaya krisis utang atau AI debt bomb. Banyak perusahaan hyperscaler serta penyedia cloud skala kecil seperti CoreWeave menerima pengiriman GPU AI lebih cepat dari kemampuan integrasi mereka.

Masalah utama terjadi karena infrastruktur fisik pusat data belum siap beroperasi. GPU kecerdasan buatan bernilai tinggi tersebut akhirnya hanya mengendap di dalam gudang tanpa menghasilkan aliran pendapatan. Kondisi ini membawa risiko finansial. Perusahaan seperti CoreWeave menggunakan infrastruktur AI tersebut sebagai jaminan pinjaman modal untuk membeli GPU tambahan. Jika operasional pusat data terhambat, skema jaminan tersebut rentan runtuh.

Kekhawatiran Pasar dan Aksi Spekulasi Investor

Kekhawatiran akan meredupnya tren spekulasi AI tidak hanya datang dari kalangan pembocor teknologi. Investor kawakan Michael Burry, sosok yang dikenal tepat memprediksi krisis perumahan Amerika Serikat pada 2008, dilaporkan mengambil opsi put pada saham perusahaan AI seperti Palantir. Kontrak opsi tersebut memiliki masa kedaluwarsa antara Juni hingga Desember 2027.

Langkah investor institusional ini memberikan indikasi adanya potensi koreksi pada industri AI dalam 12 bulan ke depan. Nvidia membaca sinyal risiko tersebut dan memilih menggenjot penjualan silikon AI secepat mungkin. Perusahaan ingin menguras permintaan sebelum ekspansi pusat data mengalami stagnasi. Lini GeForce RTX 5090 dan RTX 5080 pun menjadi korban dari pergeseran fokus komersial ini.

Dampak Langsung pada Konsumen dan Pasar PC

Kebijakan pengalihan alokasi chip ini berdampak langsung pada konsumen perakit PC di seluruh dunia. Kelangkaan seri GeForce RTX 5090 memicu lonjakan harga yang makin tinggi di tingkat distributor dan retailer. Konsumen yang berharap mendapatkan kartu grafis performa tertinggi kini dihadapkan pada pilihan harga yang tidak rasional.

Nvidia tampak mantap melangkah meski harus mengorbankan segmen pengembang dan gamer antusias. Selama pertumbuhan permintaan chip AI masih memuncak, pasokan komponen gaming kelas atas diperkirakan tetap dalam kondisi terbatas.

TANYA JAWAB

FAQ Seputar Nvidia Hentikan RTX 5090 Demi Alokasi GPU AI di Tengah Isu Bubble Tech

Q1Mengapa Nvidia dilaporkan menghentikan produksi GeForce RTX 5090 dan RTX 5080?
Nvidia mengalihkan pasokan die GPU silikon ke lini pusat data dan workstation seperti RTX Pro 5500 yang memberikan keuntungan bisnis lebih tinggi di sektor kecerdasan buatan.
Q2Apakah Nvidia akan merilis seri RTX 50 Super sebagai pengganti?
Berdasarkan laporan Moore's Law Is Dead, Nvidia tidak berencana merilis seri RTX 50 Super, tetapi mempertimbangkan peluncuran varian RTX 5080 24 GB pada awal tahun depan.
SERI LIPUTAN

Eksplorasi Liputan #Nvidia

Semua #Nvidia
H
MOBILE & SMARTPHONE EDITOR

Hana Lee

Menulis liputan dan ulasan smartphone di KabarGadget.id. Fokus pada peluncuran perangkat baru, perbandingan spesifikasi, kebijakan pembaruan sistem, dan harga di pasar Indonesia.

LIHAT SEMUA ARTIKEL OLEH HANA LEE →

TERKAIT