Apple bersiap memperbarui lini laptop kelas atas mereka dengan perombakan visual yang tergolong radikal. Laporan terbaru dari Bloomberg mengungkapkan bahwa Apple MacBook Pro bakal beralih memakai panel OLED layar sentuh (touchscreen) serta mengadopsi fitur Dynamic Island ala iPhone untuk menggantikan ceruk notch lebar di atas layar. Langkah ini menandai pertama kalinya dalam sejarah jajaran komputer Mac dibekali kemampuan navigasi sentuh langsung pada layar.
Sensasi layar sentuh akhirnya mendarat di lini Mac. Namun, pembaruan panel display serta perubahan bentuk fisik sasis ini diiringi kabar kurang menyenangkan bagi dompet konsumen. Apple dikabarkan menaikkan harga dasar untuk jajaran laptop flagship ini cukup jauh dibanding generasi terdahulu.
Layar OLED, Touchscreen, dan Bodi Lebih Ringkas
Pembaruan paling mencolok pada Apple MacBook Pro terbaru terletak pada sektor visual dan ergonomi sasis. Apple meninggalkan teknologi panel Mini-LED dan beralih ke panel OLED. Penggunaan OLED menjanjikan tingkat kontras rasio yang jauh lebih pekat serta efisiensi daya yang lebih baik. Bodi laptop ini juga dirancang sedikit lebih tipis dan berbobot jauh lebih ringan. Hal ini tentu menjadi nilai tambah signifikan bagi pengguna mobilitas tinggi.
Integrasi Dynamic Island di bagian atas layar membuat tampilan bezel menjadi lebih modern. Langkah ini sekaligus melenyapkan notch hitam besar yang selama ini sering dikritik pengguna. Meski sasis luar dan layar mengalami perubahan besar, arsitektur dalam laptop ini dilaporkan tidak mengalami lompatan generasi pemrosesan. Baik varian lama maupun baru dikabarkan tetap mengandalkan dapur pacu utama yang sama, yakni cip Apple M5 Pro atau Apple M5 Max.
Detail Kenaikan Harga Varian 14 Inci dan 16 Inci
Penggunaan panel OLED premium serta teknologi layar sentuh berdampak langsung pada pita harga rilisnya. Untuk varian 14 inci dengan spesifikasi baru ini, Apple dikabarkan mematok harga mulai dari Rp51,3 jutaan ($2,899). Angka tersebut mencatatkan kenaikan sekitar Rp7,1 jutaan ($400) dibandingkan model sebelumnya yang dibekali cip Apple M5 Pro, RAM 24 GB, dan penyimpanan SSD 1 TB.
Kenaikan harga setara juga terjadi pada model berukuran besar. Apple MacBook Pro 16 inci versi baru diprediksi bakal dipasarkan mulai dari Rp60,2 jutaan ($3,399), alias melonjak Rp7,1 jutaan ($400) dari varian standar sebelumnya. Guna menjangkau konsumen yang memiliki anggaran terbatas, Apple tetap menjual model MacBook Pro eksis secara berdampingan sebagai opsi terjangkau. Sebagai perbandingan, varian entry-level 14 inci yang baru saja mendapat pembaruan ke cip Apple M6 dipasarkan seharga Rp32,4 jutaan ($1,830).
Jadwal Pemesanan dan Ketersediaan Pasar
Meskipun terdapat penyesuaian harga yang lumayan tinggi, Apple tampaknya sangat optimistis dengan daya tarik panel OLED dan fitur touchscreen ini. Pengalaman navigasi pada sistem operasi macOS diprediksi bakal terasa berbeda dengan hadirnya interaksi sentuh langsung pada sasis yang lebih tipis.
Keputusan harga ini tergolong berani. Berdasarkan bocoran yang sama, masa pemesanan awal (preorder) untuk lini Apple MacBook Pro layar sentuh ini dilaporkan bakal dibuka mulai Rabu, 28 Oktober. Sementara itu, pengiriman unit pertama ke tangan konsumen dan ketersediaan di jaringan toko resmi dijadwalkan berlangsung mulai 6 November.



