Laporan terbaru Counterpoint Research memproyeksikan pengiriman panel Mini-LED untuk laptop bakal merosot tajam sebesar 38 persen pada 2026 dan berlanjut anjlok 60 persen pada 2027. Penyebab utamanya adalah langkah Apple yang bersiap membenamkan layar OLED pada lini MacBook Pro generasi teranyar. Industri layar laptop premium kini berada di ambang pergeseran skala besar.
Dominasi Mini-LED yang bertahan sejak 2021 mulai tergoyahkan. Kehadiran laptop kategori AI PC kelas atas juga kian mendorong adopsi panel OLED secara masif. Dalam jangka waktu dua tahun, volume pengiriman panel Mini-LED diperkirakan hanya tersisa seperempat dari total capaian tahun 2025. Perubahan industri ini berjalan sangat cepat.
Efek Dominasi Apple dan Pendorong Sektor AI PC
Peran Apple dalam peta pasar layar laptop memang sangat krusial. Sejak dirilis pada 2021, lini MacBook Pro menjadi pendorong utama volume produksi panel Mini-LED di tingkat global. Ketika Apple memutuskan untuk memindahkan jalur produksi laptop premiumnya ke teknologi OLED, dampaknya langsung memukul seluruh ekosistem manufaktur display.
Di saat yang sama, permintaan laptop AI PC di segmen premium menjadi katalis tambahan. Counterpoint memprediksi pengiriman panel OLED untuk laptop akan melonjak 50 persen pada 2026. Pertumbuhan tersebut berlanjut sebesar 24 persen pada 2027. Perubahan tren ini tergolong sangat agresif.
Pasar Laptop Mengkerut, Layar Premium Tetap Tumbuh
Tren ini terjadi di tengah lesunya pasar display komputer jinjing secara keseluruhan. Total pengiriman layar laptop diperkirakan menurun 3 persen pada 2026. Kenaikan harga komponen memori menjadi pemicu membengkaknya biaya produksi atau bill of materials (BOM) bagi produsen.
Meskipun pasar umum tertekan, segmen premium yang mencakup OLED dan Mini-LED tetap tumbuh gabungan sebesar 11 persen. Pertumbuhan positif ini sepenuhnya ditopang oleh kinerja panel OLED. Hingga tahun 2030, Counterpoint memproyeksikan pertumbuhan tahunan pengiriman panel OLED mencapai 26 persen, dengan kenaikan pendapatan industri sebesar 35 persen per tahun.
Beberapa inovasi teknis menjadi pemicu utama makin terjangkaunya panel OLED. Teknologi Tandem OLED berhasil mendongkrak tingkat kecerahan, efisiensi daya, dan usia pakai panel. Selain itu, proses manufaktur baru seperti FLiPP dari LG Display dan ViP dari Visionox meningkatkan hasil produksi secara signifikan. Penggunaan emiter biru yang lebih efisien serta lini produksi Gen 8.7 turut mempersempit jarak harga antara OLED dan Mini-LED.
Realita Mini-LED dan Pentingnya Manajemen Dimming
Meskipun pasarnya diprediksi menyusut, teknologi Mini-LED sebenarnya tidak buruk. Panel Mini-LED pada MacBook Pro 14 berdaya gedor cip M5 terbukti masih sangat kompetitif. Kualitas warna dan tingkat pendarannya tetap memikat para kreator konten.
Namun, performa Mini-LED sangat bergantung pada implementasi teknis produsen. Perangkat seperti Surface Laptop Ultra mampu menembus kecerahan 2.000 nits, tetapi minus fitur local dimming yang mumpuni serta memiliki waktu respon lambat. Tanpa kontrol zona redup yang presisi, keunggulan kontras khas Mini-LED otomatis sirna. Pengontrolan zone sangat krusial.
Menimbang Masa Depan Panel Laptop Premium
Bagi para produsen panel Mini-LED, proyeksi dari Counterpoint Research tentu menjadi kabar buruk akibat hilangnya pemesan terbesar mereka. Kendati demikian, konsumen justru diuntungkan oleh persaingan harga layar OLED yang semakin kompetitif dan efisien di masa depan.
• Keunggulan OLED: Bodi panel lebih tipis, rasio kontras sempurna, warna hitam pekat, serta konsumsi daya kian hemat berkat Tandem OLED.
• Kelebihan Mini-LED: Bebas dari risiko burn-in dan menawarkan kecerahan puncak yang tinggi untuk durasi lama.
• Catatan untuk Konsumen: Mini-LED tanpa kontrol local dimming yang presisi tidak memberikan peningkatan visual yang signifikan dibanding layar IPS biasa.



