Xiaomi kembali memperbarui lini gawai rumah pintarnya dengan merilis Xiaomi Mijia Night Light 4. Lampu tidur pintar generasi terbaru ini membawa peningkatan signifikan pada sistem pendeteksi gerak dengan menggantikan sensor infra merah konvensional menggunakan radar gelombang milimeter 24GHz yang jauh lebih presisi.
Generasi penerus dari Mijia Night Light 3 ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal di dalam rumah, terutama saat pengguna terbangun di tengah malam. Mengusung konsep pencahayaan ramah mata dan daya tahan baterai ekstra panjang, perangkat ini menjadi solusi praktis tanpa perlu repot melakukan instalasi kabel yang rumit.
Teknologi Radar 24GHz: Deteksi Gerak Presisi Tanpa Terpaku Sensor Konvensional
Peningkatan paling krusial pada Xiaomi Mijia Night Light 4 terletak pada integrasi sensor radar 24GHz. Berbeda dari sensor PIR (Passive Infrared) pada lampu malam biasa yang sering kali gagal mendeteksi keberadaan manusia jika penggunanya diam, radar gelombang 24GHz ini sanggup mendeteksi gerakan halus sekalipun. Jangkauan deteksinya mencakup sudut lebar 120 derajat dengan jarak hingga 3 meter di bagian depan dan 2,5 meter dari sisi samping.
Melalui teknologi radar ini, lampu akan menyala secara otomatis begitu seseorang memasuki ruangan yang gelap dan mematikan dirinya sendiri secara presisi 10 detik setelah area tersebut ditinggalkan. Sistem radar 24GHz serupa sebelumnya telah terbukti andal pada perangkat smart home premium Xiaomi lainnya, seperti pemanas kamar mandi pintar Mijia Smart Bathroom Heater P1, untuk memastikan keberadaan penghuni ruangan secara akurat.
Desain Pantulan Backlit dan Perlindungan Kesehatan Mata RG0
Dari segi pencahayaan, Xiaomi mengadopsi desain backlit unik di mana pancaran cahaya dipantulkan ke dinding alih-alih mengarah langsung ke mata pengguna. Pendekatan pencahayaan tidak langsung ini mencegah efek silau mendadak saat lampu menyala di kegelapan kamar tidur atau lorong rumah.
Lampu tidur ini menyediakan empat tingkat kecerahan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan ruang, yaitu 1 lumen, 3 lumen, 5 lumen, dan 15 lumen. Opsi kecerahan rendah sangat ideal ditempatkan di kamar tidur utama atau koridor agar tidak mengganggu tidur anggota keluarga lain, sedangkan opsi kecerahan tertinggi cocok diletakkan di area kamar mandi, tangga, maupun lemari pakaian. Xiaomi juga menjamin pancaran cahaya bebas kedipan (flicker-free), mengantongi standar keamanan cahaya biru RG0, serta memancarkan suhu warna hangat yang menenangkan.
Baterai 800mAh Tahan Hingga 8 Bulan dengan Pengisian USB Type-C
Untuk urusan daya, Xiaomi Mijia Night Light 4 dibekali baterai lithium terintegrasi berkapasitas 800mAh. Di atas kertas, perangkat ini diklaim mampu bertahan hingga 8 bulan dalam sekali pengisian daya penuh apabila digunakan pada tingkat kecerahan paling rendah dan mode hemat daya.
Bahkan jika diletakkan di area berintensitas lalu lalang tinggi dengan opsi kecerahan tertinggi 15 lumen, baterainya masih sanggup bertahan hingga kisaran 3 bulan. Pengisian ulang daya kini menjadi lebih praktis berkat hadirnya port USB Type-C universal, sehingga pengguna tidak perlu lagi membeli baterai sekali pakai yang merusak lingkungan maupun repot mencari kabel charger khusus.
Harga Kemitraan Crowdfunding dan Peluang Masuk Indonesia
Xiaomi Mijia Night Light 4 secara resmi mulai dijual melalui skema crowdfunding di Tiongkok dengan harga spesial sekitar Rp156 ribuan (59 Yuan). Setelah masa penggalangan dana berakhir, produk ini akan dijual dengan harga retail normal sekitar Rp209 ribuan (79 Yuan).
Mengingat lini lampu malam Mijia generasi sebelumnya cukup populer dan secara resmi diboyong ke pasar Indonesia, kehadiran Mijia Night Light 4 tentu sangat dinantikan oleh para penggemar ekosistem smart home Tanah Air. Produk ini menawarkan kombinasi sempurna antara efisiensi energi, teknologi radar canggih, dan harga yang sangat terjangkau bagi konsumen yang mendambakan kenyamanan hunian modern.



