Ricoh memperluas keluarga kamera saku premiumnya melalui GR IVx, model baru yang menggabungkan sensor APS-C beresolusi 25,6 MP dengan lensa setara 40 mm. Kamera ini dirancang untuk pengguna yang menginginkan kualitas gambar kamera besar, tetapi tetap bisa membawanya di dalam saku celana.
GR IVx dijadwalkan meluncur pada musim dingin 2026. Ricoh belum mengumumkan harga resminya, tetapi banderolnya diperkirakan mendekati Rp28,3 jutaan (sekitar 1.599 dolar AS), mengikuti harga rilis global Ricoh GR IV standar. Angka tersebut membuatnya berada di segmen premium dan bukan sekadar kamera kompak untuk pemula.
Bodi Sangat Ringkas, Sensor Tetap Berkelas
Daya tarik terbesar Ricoh GR IVx terletak pada dimensinya yang hanya 10,9 x 6,1 x 3,27 cm. Dengan bobot 265 gram, termasuk baterai dan kartu memori, kamera ini hanya tiga gram lebih berat dibandingkan versi GR IV dengan lensa 28 mm. Ukurannya bahkan lebih ringkas daripada Fujifilm X100VI yang sama-sama menggunakan sensor APS-C.
Konsekuensinya, Ricoh tetap meniadakan beberapa fitur yang umum ditemukan pada kamera premium. GR IVx tidak memiliki flash internal maupun viewfinder bawaan. Pengguna harus mengandalkan layar sentuh berukuran 3 inci untuk membidik dan meninjau foto. Bagi fotografer jalanan, desain ini membantu menjaga kamera tetap ringan, tetapi kurang ideal bagi pengguna yang terbiasa membidik melalui jendela bidik.
Lensa 40 mm Mengubah Karakter Pengambilan Gambar
Berbeda dari Ricoh GR IV yang memakai lensa 18,3 mm f/2.8 dengan sudut pandang setara 28 mm, GR IVx menggunakan lensa 26,1 mm f/2.8. Dengan faktor crop sensor APS-C, focal length tersebut menghasilkan perspektif setara 40 mm pada kamera full-frame.
Sudut pandang 40 mm lebih sempit dan terasa lebih natural untuk potret, dokumentasi keseharian, serta fotografi jalanan dengan subjek yang ingin dibuat lebih menonjol. Ricoh juga memperbarui konstruksi optiknya menjadi delapan elemen dalam enam kelompok, termasuk tiga elemen asferis. Susunan ini berpotensi membantu mengurangi distorsi dan menjaga ketajaman di berbagai area foto, meski kualitas akhirnya tetap perlu dibuktikan melalui pengujian langsung.
Spesifikasi Utama dan Posisi di Pasar
Di luar lensa, sebagian besar fitur GR IVx sama dengan GR IV. Kamera ini memakai sensor APS-C 25,6 MP, stabilisasi gambar lima sumbu, serta rentang sensitivitas ISO 100 hingga 204.800. Kombinasi tersebut memberi ruang lebih luas untuk memotret dalam kondisi minim cahaya, sekaligus membantu menghasilkan gambar yang tetap tajam saat kamera digunakan tanpa tripod.
Untuk video, GR IVx mampu merekam hingga resolusi 4K pada 30 frame per detik. Kamera ini juga mendukung pemotretan makro dari jarak sekitar 0,12 meter, sehingga masih cukup fleksibel untuk detail objek dekat. Namun, absennya viewfinder dan flash menunjukkan bahwa Ricoh lebih memprioritaskan portabilitas serta pengalaman fotografi spontan daripada kelengkapan fitur seperti kamera mirrorless.
GR IVx berpotensi menjadi pilihan menarik bagi fotografer yang merasa lensa 28 mm terlalu lebar, tetapi belum ingin membawa kamera interchangeable-lens. Harga final dan ketersediaan regional masih menunggu pengumuman Ricoh. Sementara itu, produksi Ricoh GR IIIx diperkirakan dihentikan pada Oktober 2026, sehingga GR IVx kemungkinan akan mengambil posisi sebagai penerus kamera saku dengan perspektif 40 mm.
