Ricoh, perusahaan induk dari brand kamera ternama Pentax, secara resmi mengonfirmasi penghentian produksi jajaran kamera digital SLR (DSLR) Pentax seri K. Langkah ini menandai akhir dari era panjang lini kamera legendaris tersebut, namun sekaligus membuka lembaran baru bagi perusahaan. Pentax mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengembangkan jajaran kamera SLR generasi baru berbasis konsep yang sepenuhnya segar untuk melanjutkan tradisi mount K.
Keputusan strategis ini diambil di tengah lanskap industri fotografi yang terus berubah. Kepopuleran kamera analog Pentax 17 yang dibanderol sekitar Rp8,7 jutaan ($496) menjadi salah satu pemicu utama Ricoh untuk menjelajahi ceruk pasar unik yang tidak lagi dilirik oleh kompetitor utama. Di saat raksasa kamera seperti Canon, Nikon, dan Sony telah menghentikan pengembangan DSLR demi beralih penuh ke sistem mirrorless, Pentax justru memilih jalan berbeda untuk tetap menghidupkan mekanika cermin refleks.
Langkah Strategis di Tengah Penurunan Pasar DSLR Konvensional
Penghentian Pentax seri K sebenarnya bukanlah kejutan besar bagi para pengamat industri. Sejak meluncurkan Pentax K-1 II pada tahun 2018, perusahaan tidak lagi merilis kamera DSLR berformat full-frame baru, dan pengembangan jajaran lensa K-mount tampak berjalan sangat lambat dalam beberapa tahun terakhir. Menghentikan lini produk yang sudah tua memungkinkan Ricoh untuk memfokuskan sumber daya riset dan pengembangannya ke arah yang lebih prospektif.
Meski lini seri K telah berakhir, Ricoh menegaskan bahwa mereka tidak akan meninggalkan ekosistem K-mount. Kamera SLR konsep baru yang sedang dirancang tetap mempertahankan dudukan lensa tersebut, sehingga para pengguna setia Pentax masih dapat memanfaatkan koleksi lensa lama mereka tanpa perlu menggunakan adaptor tambahan.
Melawan Arus Dominasi Sistem Mirrorless
Pengumuman pengembangan kamera SLR baru oleh Pentax dapat dikatakan sebagai sebuah sensasi di industri fotografi modern. Saat ini, hampir seluruh produsen utama seperti Sony, Canon, Nikon, hingga Leica telah sepenuhnya mengadopsi kamera mirrorless. Pada sistem mirrorless, cermin fisik dan prisma digantikan oleh electronic viewfinder (EVF) yang menampilkan gambar langsung dari sensor digital.
Sistem mirrorless memang menawarkan berbagai keunggulan praktis, seperti bodi yang lebih ringkas, kemampuan melihat eksposur serta kedalaman bidang secara real-time sebelum tombol rana ditekan, hingga kecepatan autofokus yang luar biasa. Namun, sistem ini juga memiliki kompromi, salah satunya konsumsi daya baterai yang jauh lebih boros dibandingkan sistem kamera refleks dengan optical viewfinder (OVF).
Pengalaman Otentik dan Harapan Fotografer Puris
Bagi sebagian fotografer, bidikan langsung melalui lensa optik (OVF) memberikan koneksi visual yang tidak dapat digantikan oleh layar digital EVF. Pengalaman melihat subjek secara alami tanpa jeda digital inilah yang ingin terus dipertahankan oleh Pentax. Kesuksesan Pentax 17 membuktikan bahwa masih ada segmen konsumen yang sangat menghargai pengalaman fotografi taktil dan otentik.
Ricoh belum membeberkan rincian teknis mengenai bagaimana konsep kamera SLR baru ini akan dibedakan dari model-model DSLR konvensional terdahulu. Perusahaan menyatakan bahwa pengembangan produk ini masih memerlukan waktu sebelum siap dipasarkan, namun berjanji akan memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring berjalannya proyek tersebut.