Nubia memperkenalkan tablet Android baru bernama Nubia Pad Plus (Wi-Fi) di Jepang. Menyasar pengguna yang membutuhkan layar besar untuk hiburan, belajar, atau pekerjaan ringan, tablet ini membawa sejumlah fitur yang biasanya tidak selalu tersedia di kelas harganya.
Nubia Pad Plus dijual mulai sekitar Rp4,4 jutaan (39.800 yen). Selain tablet, Nubia juga menawarkan keyboard dengan touchpad seharga sekitar Rp1,1 jutaan (9.800 yen). Ada pula paket terbatas tablet dan keyboard yang dibanderol sekitar Rp4,8 jutaan (42.800 yen). Belum ada informasi mengenai ketersediaan resminya di Indonesia.
Layar 12 Inci dan Dukungan Streaming HD
Tablet ini menggunakan panel IPS berukuran 12 inci dengan resolusi 2.000 x 1.200 piksel. Refresh rate 90Hz membuat perpindahan menu, scrolling halaman web, dan animasi aplikasi terasa lebih mulus dibandingkan layar 60Hz yang umum ditemukan pada tablet murah.
Nubia juga membekali Pad Plus dengan sertifikasi Widevine L1. Artinya, layanan streaming seperti Netflix dan platform lain yang mendukungnya berpotensi dapat menampilkan video dalam kualitas HD, bukan terbatas pada resolusi rendah. Untuk konsumsi film dan serial, dukungan ini menjadi nilai tambah yang cukup penting.
Pengalaman multimedia diperkuat sistem empat speaker dan jack audio 3,5 mm. Kombinasi tersebut membuat tablet lebih fleksibel untuk menonton tanpa headphone maupun menggunakan earphone kabel. Namun, sumber informasi belum menjelaskan tingkat kecerahan layar, sehingga performanya di luar ruangan masih perlu diuji langsung.
Performa Cukup untuk Hiburan dan Produktivitas Ringan
Nubia Pad Plus ditenagai Unisoc T820, yang juga dikenal sebagai Unisoc T9100. Chipset fabrikasi 6 nanometer ini memiliki CPU octa-core dan GPU ARM Mali-G57 MC4. Konfigurasinya dipadukan dengan RAM 6GB serta penyimpanan internal 128GB.
Spesifikasi tersebut lebih cocok untuk streaming, browsing, video call, membaca dokumen, dan aplikasi produktivitas ringan. Tablet ini bukan perangkat yang ditujukan untuk gaming berat atau penyuntingan video kompleks. Kapasitas penyimpanan 128GB juga perlu diperhatikan jika pengguna menyimpan banyak film, gim, atau file kerja.
Untuk produktivitas, port USB-C tablet mendukung output video. Layar dapat dicerminkan ke monitor atau televisi eksternal yang kompatibel, sebuah fitur yang jarang menjadi standar pada tablet terjangkau. Aksesori keyboard dengan touchpad juga dapat mengubahnya menjadi perangkat kerja yang lebih praktis, meski harus dibeli terpisah kecuali memilih paket bundel.
Baterai Besar, tetapi Adaptor Tidak Termasuk
Nubia menyematkan baterai 8.000mAh dengan dukungan pengisian cepat 26W. Berdasarkan klaim perusahaan, baterai tersebut mampu digunakan untuk pemutaran video hingga 7,6 jam atau browsing web sampai 9,5 jam. Angka nyata tentu dapat berubah bergantung pada tingkat kecerahan, koneksi Wi-Fi, dan aplikasi yang berjalan.
Kompromi pentingnya adalah adaptor pengisi daya tidak disertakan dalam kotak. Pembeli harus menyiapkan adaptor yang kompatibel agar dapat memanfaatkan pengisian 26W. Tablet ini juga memiliki kamera belakang 13MP dan kamera depan 8MP, yang lebih diarahkan untuk pemindaian dokumen dan video call daripada fotografi serius.
Dari sisi fisik, Nubia Pad Plus berukuran sekitar 281 x 177 x 7,2 milimeter dengan bobot 550 gram. Perangkat hadir dalam warna abu-abu, mendukung Wi-Fi 5 dual-band dan Bluetooth 5.0, serta menjalankan Android 16. Rating IPX2 memberi perlindungan terbatas terhadap tetesan air, bukan jaminan aman dari hujan deras atau perendaman.
Dengan harga sekitar Rp4,4 jutaan, Nubia Pad Plus menarik karena memadukan layar 90Hz, Widevine L1, empat speaker, dan output video USB-C. Namun, absennya adaptor serta aksesori keyboard yang dijual terpisah membuat calon pembeli perlu menghitung biaya total sebelum memutuskan.