BenQ meluncurkan iScreenBar, lampu monitor yang dirancang khusus untuk melengkapi tampilan iMac modern. Berbeda dari lampu monitor universal, aksesori ini dibuat agar menyatu dengan desain iMac 24 inci keluaran 2021 atau lebih baru tanpa menutupi kamera, mikrofon, maupun logo Apple di bagian belakang.
Di pasar global, BenQ iScreenBar dibanderol sekitar Rp3,3 jutaan (189 dolar AS). Produk ini tersedia melalui BenQ dan Amazon, tetapi belum ada informasi mengenai harga resmi maupun jadwal penjualan di Indonesia. Karena kompatibilitasnya sangat terbatas, calon pembeli perlu memastikan model iMac yang digunakan sebelum mempertimbangkan aksesori ini.
Desain Minimalis yang Mengikuti Bentuk iMac
iScreenBar menggunakan bodi aluminium dan panel sentuh berbahan kaca. BenQ membekalinya dengan penjepit magnetik khusus yang dipasang di bagian belakang iMac. Sistem ini tidak hanya menjaga lampu tetap berada di posisi yang tepat, tetapi juga mempertahankan tampilan meja kerja agar tetap rapi dan bebas dari dudukan besar.
BenQ turut menyertakan klip kabel magnetik untuk menyembunyikan jalur kabel. Lampu mendapatkan daya langsung dari port USB-C iMac, sehingga pengguna tidak membutuhkan adaptor daya tambahan. Ketika kamera iMac digunakan untuk panggilan video, lampu secara otomatis masuk ke mode video call untuk membantu meratakan pencahayaan wajah dan mengurangi pantulan cahaya yang mengganggu.
Pencahayaan Asimetris dan Sensor Pintar
Sistem optik asimetris pada iScreenBar mengarahkan cahaya ke permukaan meja, bukan langsung ke mata pengguna atau layar. BenQ mengklaim lampu ini mampu menerangi area sekitar 33,5 x 19,7 inci dengan tingkat pencahayaan 500 lux. Pendekatan tersebut berpotensi membuat aktivitas membaca, mengetik, dan bekerja pada malam hari lebih nyaman tanpa menambah silau pada layar iMac.
Fitur deteksi kehadiran dapat menyalakan atau mematikan lampu secara otomatis ketika pengguna berada di depan meja. Tersedia pula sensor cahaya sekitar yang menyesuaikan tingkat kecerahan berdasarkan kondisi ruangan. Fitur ini menarik bagi pengguna yang menginginkan pencahayaan konsisten tanpa harus terus-menerus mengatur lampu secara manual.
Aplikasi macOS dan Batasan yang Perlu Dipertimbangkan
Pengaturan iScreenBar dapat dilakukan melalui aplikasi khusus macOS. Dari aplikasi tersebut, pengguna bisa mengubah tingkat kecerahan, memilih temperatur warna, serta berpindah di antara beberapa mode pencahayaan langsung dari desktop. Integrasi semacam ini membuat produk terasa lebih menyatu dengan ekosistem iMac dibandingkan lampu monitor biasa.
Namun, desain khusus iMac sekaligus menjadi kelemahan terbesar produk ini. iScreenBar bukan pilihan fleksibel untuk pemilik MacBook, Studio Display, monitor eksternal, atau PC Windows. Harga sekitar Rp3,3 jutaan juga tergolong tinggi untuk sebuah lampu meja, sehingga nilai belinya sangat bergantung pada seberapa penting kerapian meja, otomatisasi pencahayaan, dan konsistensi desain bagi pengguna.
BenQ iScreenBar paling masuk akal bagi pemilik iMac yang mengutamakan meja kerja minimalis dan sering bekerja dalam kondisi pencahayaan ruangan yang berubah-ubah. Bagi pengguna yang hanya membutuhkan lampu tambahan, produk universal dengan harga lebih rendah kemungkinan menawarkan fungsi dasar yang sama dengan kompatibilitas lebih luas.