Nikon Terancam Dicaplok Raksasa Optik Prancis, Ini Penyebabnya

Saham Nikon terus diborong EssilorLuxottica hingga 19,61 persen. Dominasi kamera smartphone bikin produsen kamera Jepang ini makin terdesak di pasar.

Penulis: Anif Sirsaeba
Tanggal: Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 09.06
Kamera Nikon mirrorless profesional dalam tampilan jarak dekat
Dominasi smartphone yang kian kuat berdampak pada penurunan pangsa pasar produsen kamera tradisional seperti Nikon.
Nikon

Industri fotografi dunia kembali diguncang kabar mengejutkan terkait masa depan salah satu raksasa kamera terkemuka asal Jepang, Nikon. Laporan terbaru dari Yahoo Japan mengindikasikan bahwa produsen optik dan kacamata terbesar di dunia asal Prancis, EssilorLuxottica, terus menambah porsi kepemilikan sahamnya secara signifikan di Nikon. Pergerakan agresif ini memicu spekulasi kuat di kalangan pengamat pasar bahwa proses pengambilalihan atau akuisisi skala besar mungkin tengah disiapkan.

Berdasarkan catatan pergerakan saham, EssilorLuxottica yang semula hanya menguasai 5,1 persen saham Nikon pada Oktober 2024, mendadak melonjak tajam hingga mencapai 19,61 persen pada April 2026. Angka tersebut secara otomatis menempatkan korporasi Prancis itu sebagai pemegang saham terbesar di Nikon saat ini. Meskipun kedua belah pihak belum memberikan konfirmasi resmi mengenai potensi akuisisi, langkah bertahap ini memperlihatkan betapa terdesaknya posisi produsen kamera tradisional di tengah gempuran teknologi kamera smartphone modern.

Tekanan Kamera Smartphone dan Turunnya Pangsa Pasar Nikon

Pengikisan bisnis kamera digital merupakan buntut panjang dari pesatnya inovasi fotografi komputasional pada smartphone. Pengguna awam hingga fotografer kasual kini lebih memilih kepraktisan ponsel pintar premium yang dibekali sensor canggih dan pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan. Implikasinya terasa sangat memukul penjualan unit kamera DSLR maupun mirrorless entry-level yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan produsen fotografi legendaris.

Data Nikkei yang dikutip PhotographyTalk mencatat bahwa pangsa pasar global Nikon anjlok hingga menyisa 8,9 persen pada 2025. Angka ini melempar posisi Nikon ke peringkat keempat dunia, berada jauh di belakang Canon yang mendominasi pasar sebesar 45,7 persen, Sony dengan 24,6 persen, serta Fujifilm yang mengamankan 11,8 persen. Ketimpangan ini membuat manuver bisnis Nikon semakin terbatas untuk bersaing secara mandiri di tengah iklim kompetisi yang kian sengit.

Perbandingan Kapasitas Finansial Kedua Perusahaan

Jika akuisisi ini benar-benar terwujud, ketimpangan skala bisnis antara kedua korporasi tersebut sangatlah kentara. EssilorLuxottica merupakan raksasa global dengan kekuatan finansial yang sangat masif, mencatatkan pendapatan tahunan sekitar Rp588,8 triliun ($33,27 miliar) dan didukung oleh lebih dari 200.000 karyawan di seluruh dunia. Skala ini jauh melampaui Nikon yang saat ini hanya mempekerjakan sekitar 20.000 karyawan dengan pendapatan tahunan berada di kisaran Rp80,5 triliun ($4,55 miliar).

Perbedaan skala ekonomi yang begitu lebar memberikan keunggulan modal bagi EssilorLuxottica untuk terus mengumpulkan saham publik Nikon. Bagi EssilorLuxottica, penguasaan atas Nikon akan memperkuat portofolio teknologi optik dan lensa presisi tinggi mereka, sekaligus memperluas jangkauan bisnis dari segmen kacamata medis dan gaya hidup menuju teknologi pencitraan digital serta sensor canggih.

Tantangan Regulasi dan Masa Depan Industri Optik

Walaupun kepemilikan saham EssilorLuxottica terus menggelembung, skenario pengambilalihan secara penuh tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Setiap langkah akuisisi lintas negara dalam skala jumbo wajib melewati pengawasan ketat dari berbagai lembaga regulator persaingan usaha dan anti-monopoli internasional. Persetujuan regulator di Jepang maupun Uni Eropa bakal menjadi tantangan hukum yang harus dilalui sebelum transaksi final disahkan.

Bagi konsumen dan penggemar setia ekosistem kamera Nikon, potensi akuisisi ini membawa dua sisi mata uang. Di satu sisi, suntikan dana dan dukungan riset optik dari EssilorLuxottica dapat menjadi pendorong inovasi baru bagi kamera serta lensa Nikon di masa depan. Di sisi lain, kekhawatiran akan pergeseran fokus bisnis atau konsolidasi merek yang agresif tetap menjadi isu hangat yang patut dikawal perkembangan beritanya.

TERKAIT

TERKAIT