Rumor mengenai redupnya ekosistem kamera Micro Four Thirds (MFT) tampaknya perlu ditahan sejenak. Panasonic Jepang secara resmi mengumumkan pembaruan untuk tiga lini lensa MFT andalannya, termasuk varian populer dari lini hasil kolaborasi bersama Leica. Langkah ini menjadi angin segar bagi para fotografer dan videografer yang masih mengandalkan sistem kamera ringkas bersensor Micro Four Thirds.
Meskipun pabrikan asal Jepang ini belum merilis bodi kamera MFT baru sejak meluncurkan Lumix DC-G97E seharga Rp12,3 jutaan ($697) pada awal tahun, pembaruan lensa ini mengonfirmasi bahwa Panasonic belum meninggalkan sistem tersebut. Produksi dipastikan tetap berlanjut dengan menghadirkan penyegaran teknis yang minor namun krusial bagi kenyamanan memotret di lapangan.
Dua Peningkatan Utama: Tulisan Gelap dan Lapisan Fluorin
Pembaruan yang dihadirkan Panasonic berfokus pada detail fisik yang secara langsung menjawab kebutuhan praktis fotografer. Perubahan mendasar pertama terletak pada warna cetakan teks di bodi lensa. Panasonic kini menggunakan rona warna yang jauh lebih gelap untuk seluruh grafir huruf dan angka di bodi lensa. Hal ini dirancang khusus untuk mencegah munculnya pantulan tulisan pada objek memantul saat melakukan pemotretan jarak dekat atau makro.
Selain perubahan estetika fungsional tersebut, dua dari tiga lensa yang diperbarui kini dibekali lapisan fluorine coating pada elemen kaca paling depan. Lapisan pelindung ini membuat permukaan lensa lebih tahan terhadap goresan halus, tidak mudah ditempeli debu maupun cipratan air, serta jauh lebih mudah dibersihkan saat terkena kotoran sidik jari.
Daftar 3 Lensa MFT Panasonic Terbaru dan Harganya
Ketiga lensa penyegaran ini ditandai dengan kode penamaan baru yang diakhiri huruf A. Lensa pertama adalah lensa prime kencang Panasonic Leica DG Summilux 25 mm f/1.4 II ASPH (model H-XA025A) yang dibanderol sekitar Rp9,1 jutaan (¥82.500 / $518). Lensa portret serbaguna ini mendapatkan penyegaran teks gelap untuk meminimalisir refleksi gambar.
Lensa kedua adalah Panasonic Lumix G 42.5 mm f/1.7 ASPH. Power OIS (model H-HS043A) yang dijual seharga Rp6,1 jutaan (¥55.000 / $345). Lensa ini telah dilengkapi penstabil gambar berbasis optik serta lapisan fluorin baru pada kaca depannya. Sementara itu, opsi paling serbaguna jatuh pada lensa zoom Panasonic Leica DG Vario-Elmarit 12–60 mm f/2.8–4 ASPH (model H-ES12060A) yang dilepas di kisaran Rp15,2 jutaan (¥137.500 / $860).
Ketersediaan Pasar dan Komitmen Sistem MFT
Ketiga lensa penyegaran ini dijadwalkan mulai meluncur ke pasar Jepang pada pertengahan September. Hingga saat ini, pihak Panasonic belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal peluncuran global maupun ketersediaannya di pasar Indonesia. Meski demikian, hadirnya versi penyegaran ini menjadi bukti bahwa Panasonic masih memproduksi komponen optik MFT secara aktif.
Bagi pembuat konten yang telah menginvestasikan dana pada ekosistem Micro Four Thirds, langkah Panasonic ini membuktikan dukungan jangka panjang produsen. Sistem MFT tetap menjadi opsi ideal bagi pengguna yang mengejar mobilitas tinggi, ukuran perangkat yang jauh lebih praktis dibanding full-frame, serta ketajaman optik khas Leica yang presisi.