Persaingan di industri pemrosesan seluler semakin memanas menjelang peluncuran chipset flagship generasi terbaru dari Qualcomm dan MediaTek akhir bulan ini. Berdasarkan kemunculan perdana di platform pengujian sintetik Geekbench 7, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan MediaTek Dimensity 9600 Pro menunjukkan lompatan efisiensi komputasi yang amat menjanjikan untuk gawai kelas atas di rentang harga Rp15 jutaan hingga Rp25 jutaan ke atas.
Pengujian berstandar tinggi ini memberikan gambaran awal mengenai daya dorong pemrosesan utama (CPU) dari kedua produsen semikonduktor raksasa tersebut. Qualcomm melakukan uji coba memakai perangkat Qualcomm Reference Design, sementara MediaTek Dimensity 9600 Pro terdeteksi terpasang pada prototipe perangkat Oppo Find X10 Pro Max.
Hasil Pengujian Geekbench 7 dan Perbandingan Skor
Berdasarkan data yang tertera pada basis data Geekbench 7, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 berhasil mencatatkan skor 3.582 poin untuk pengujian Single-Core dan 12.247 poin untuk Multi-Core. Capaian ini menegaskan optimasi arsitektur core kustom buatan Qualcomm yang fokus pada kecepatan eksekusi tugas tunggal maupun pemrosesan berat bersamaan.
Di sisi lain, MediaTek Dimensity 9600 Pro membuntutinya secara ketat dengan raihan 3.242 poin pada pengujian Single-Core dan 11.132 poin pada pengujian Multi-Core. Angka ini mencerminkan pendekatan konsisten MediaTek dalam menyajikan konfigurasi all-big-core yang sangat stabil untuk kebutuhan komputasi harian maupun komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI on-device).
Peningkatan Efisiensi Generasional Hingga 30 Persen
Penting untuk dicatat bahwa kedua pengujian tersebut dijalankan pada benchmark Geekbench 7, sehingga nilainya tidak dapat dipadankan secara langsung dengan hasil perolehan Geekbench 6 terdahulu. Namun, jika dibandingkan dengan chipset generasi terdahulu yang diuji pada standar yang sama, peningkatan performanya terlihat sangat nyata.
Sebagai perbandingan, smartphone dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 seperti Xiaomi 17 Ultra sebelumnya mencatatkan skor 2.898 poin (Single-Core) dan 9.451 poin (Multi-Core) di Geekbench 7. Ini menandakan adanya lonjakan performa CPU generasional sekitar 25 persen pada Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Sementara itu, indikasi benchmark awal menunjukkan MediaTek Dimensity 9600 Pro bahkan mengalami peningkatan performa CPU mendekati 30 persen dibanding pendahulunya.
Dampak Bagi Ekosistem Smartphone Flagship Mendatang
Peningkatan skor komputasi yang substansial ini tidak hanya sekadar angka di atas kertas, tetapi juga membawa implikasi besar bagi pengalaman pengguna harian. Dengan daya pemrosesan yang makin tangguh, smartphone Android generasi mendatang akan sanggup menjalankan tugas pemrosesan grafik tingkat tinggi, rendering video 4K/8K, hingga eksekusi model bahasa besar (LLM) secara lokal dengan lebih responsif.
Hadirnya perangkat flagship seperti Oppo Find X10 Pro Max yang mengusung Dimensity 9600 Pro, serta deretan ponsel flagship berbasis Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, dipastikan akan memperketat persaingan gawai kelas atas di Indonesia dan pasar global pada kuartal mendatang.



