Raksasa teknologi asal Jepang, Sony, dilaporkan bersiap meluncurkan versi penyegaran ekonomis dari seri headphone nirkabel legendarisnya lewat Sony WH-1000XM4C. Headphone over-ear ini dijadwalkan meluncur secara global pada 7 September mendatang dengan estimasi harga berkisar Rp5,1 jutaan (€249). Langkah ini diambil Sony untuk menjangkau konsumen yang menginginkan kualitas peredam bising premium khas lini XM4 namun dengan harga yang lebih rasional.
Bocoran tampilan visual yang dibagikan oleh leaker ternama Roland Quandt memperlihatkan bahwa Sony WH-1000XM4C membawa sejumlah pembaruan menarik, termasuk dukungan modem konektivitas mutakhir. Kendati demikian, guna menekan harga jual agar lebih murah dibanding versi perdananya, Sony terpaksa melakukan pangkasan fitur di beberapa area krusial yang perlu dipertimbangkan secara matang oleh para pencinta audio.
Penyegaran Desain dan Pilihan Warna Baru Lavender
Secara bahasa desain, Sony WH-1000XM4C masih mempertahankan estetika membulat dan bodi yang dapat dilipat rapat persis seperti pendahulunya. Terdapat tiga pilihan warna yang bakal dipasarkan, yaitu Black, Platinum Silver, serta varian warna baru bernama Lavender yang memberikan kesan modern dan segar. Elemen fisik utama seperti port pengisian daya USB Type-C dan colokan audio jack 3.5 mm juga dipastikan tetap hadir untuk fleksibilitas penggunaan kabel.
Namun, penyederhanaan fisik sangat terlihat pada paket penjualan dan aksesori bawaannya. Jika versi orisinal selalu dibekali tas pelindung kokoh dengan warna yang senada dengan bodi headphone, varian XM4C ini kabarnya hanya akan dilengkapi tempat penyimpanan kain berwarna abu-abu sederhana beserta kabel standar. Langkah efisiensi material ini diambil Sony demi memangkas biaya produksi secara signifikan.
Lompatan Bluetooth 6 Ditengah Kompromi Fitur Kunci
Satu peningkatan teknis paling mengejutkan pada Sony WH-1000XM4C adalah pembaruan pada sektor konektivitas nirkabel. Sony mengganti komponen modem lama dengan modul yang mendukung teknologi Bluetooth 6. Peningkatan ini menjanjikan kestabilan sinyal yang lebih kuat, efisiensi transmisi data audio beresolusi tinggi, serta latency yang semakin rendah ketika digunakan menonton video atau bermain game.
Sayangnya, peningkatan modem tersebut dibayar dengan beberapa kompromi teknis. Branding serta sensor NFC dipastikan hilang dari bodi headphone, sehingga fitur pemasangan cepat via sentuhan NFC tidak lagi tersedia. Selain itu, meski masih mengusung driver dinamik berukuran 40 mm yang bertenaga, ketahanan baterainya dikabarkan mengalami penurunan efisiensi sekitar 10 persen lebih singkat saat fitur Active Noise Cancellation (ANC) diaktifkan secara terus-menerus.
Dilema Harga Rp5,1 Jutaan dan Value for Money Bagi Konsumen
Di wilayah Eropa, Sony WH-1000XM4C diproyeksikan bakal dijual seharga Rp5,1 jutaan (€249), sementara di Inggris dibanderol sekitar Rp5,3 jutaan (£219). Angka tersebut mencerminkan penurunan harga sekitar Rp2,6 jutaan (€130) lebih murah dibanding harga rilis awal seri WH-1000XM4 pada tahun 2020 silam. Penurunan harga ini tentu menjadi angin segar bagi konsumen yang mencari peredam bising kelas atas.
Meski demikian, nilai ekonomis dari perangkat ini menimbulkan dilema tersendiri. Di pasar global saat ini, generasi penerusnya yakni Sony WH-1000XM5 kerap mendapatkan potongan harga besar hingga menyentuh kisaran Rp3,5 jutaan ($198) pada momen diskon tertentu. Dengan pemotongan fitur NFC dan penurunan daya tahan baterai, calon pembeli di Indonesia disarankan untuk cermat membandingkan harga rinci saat perangkat ini resmi masuk ke pasar tanah air.



