Anker resmi memperluas lini solusi penyimpanan daya portabelnya dengan meluncurkan Anker Solix S2000 untuk pasar Eropa. Genset portabel berbasis baterai ini sebelumnya telah menyapa pasar Amerika Serikat dan kini hadir sebagai pilihan utama bagi pengguna yang membutuhkan pasokan listrik cadangan berkapasitas besar, baik untuk kebutuhan luar ruangan maupun penunjang darurat di rumah.
Perangkat ini diposisikan sebagai salah satu stasiun daya portabel berkapasitas 2kWh paling ringkas dan ringan di industri saat ini. Menariknya, banderol harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp14,3 jutaan (€699,99), menjadikannya penantang serius bagi para kompetitor di segmen genset baterai premium.
Desain Paling Ringkas dengan Sel Baterai LFP Berdaya Tahan Ekstrem
Salah satu nilai jual paling menonjol dari Anker Solix S2000 adalah rancang bangun fisiknya yang sangat portabel. Dengan dimensi 20,8 × 28,2 × 32,3 cm dan bobot sekitar 16,2 kg, perangkat ini jauh lebih praktis dipindahkan dibanding power station 2kWh konvensional lainnya. Ukuran yang ringkas ini mempermudah mobilitas saat dibawa berkemah atau disimpan di bagasi mobil tanpa menyita ruang berlebih.
Di balik bodinya yang kompak, Anker menyematkan sel baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 314Ah dengan total daya 2010Wh. Baterai LFP ini menawarkan durabilitas luar biasa, di mana kapasitasnya diklaim tetap bertahan hingga 60 persen bahkan setelah melewati 10.000 kali siklus pengisian. Ketahanan ini memastikan perangkat dapat diandalkan untuk investasi jangka panjang selama bertahun-tahun penggunaan aktif.
Output Kuat 1500W dan Waktu Beralih UPS Sangat Cepat
Untuk menyuplai berbagai perangkat elektronik rumah tangga, Anker Solix S2000 dibekali output daya kontinu sebesar 1500W dengan kemampuan lonjakan daya puncak mencapai 3000W. Kemampuan ini membuatnya sanggup menyalakan perabot berdaya tinggi seperti kulkas, microwave, teko pemanas air, hingga pengering rambut secara stabil. Berdasarkan pengujian internal Anker, daya 2010Wh tersebut mampu menjaga kulkas berkapasitas 700 liter tetap beroperasi hingga 35 jam, sekitar 20 persen lebih efisien dibanding pesaing sekelasnya.
Kinerja efisiensi perangkat ini turut ditunjang teknologi OptiSave 2.0 serta konsumsi daya siaga yang sangat rendah, hanya 6W untuk beban ringan di bawah 100W. Selain itu, Solix S2000 berfungsi ganda sebagai Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan waktu peralihan super singkat di bawah 10 milidetik. Kecepatan ini sangat penting untuk menjaga perangkat sensitif seperti komputer kerja, router internet, hingga mesin CPAP medis tetap menyala tanpa restart saat terjadi pemadaman listrik mendadak.
Fleksibilitas Pengisian Daya dan Fitur Cerdas Storm Guard
Anker menghadirkan opsi pengisian daya yang sangat fleksibel. Pengisian melalui stopkontak dinding berdaya 1600W dapat mengisi daya hingga 80 persen hanya dalam 1,2 jam. Jika mengandalkan panel surya 400W, proses pengisian memakan waktu sekitar 4,5 jam. Pengguna bahkan dapat menggabungkan input surya 400W dan listrik AC 1400W sekaligus untuk memangkas waktu pengisian 80 persen menjadi hanya 1 jam saja.
Konektivitas nirkabel juga melengkapi genset portabel ini melalui aplikasi pendamping di ponsel pintar untuk monitoring real-time dan pembaruan firmware. Terdapat pula fitur pintar bernama Storm Guard mode, yang secara otomatis mengisi penuh daya Solix S2000 ketika mendeteksi peringatan cuaca buruk atau potensi banjir di wilayah pengguna.
Harga dan Ketersediaan
Anker Solix S2000 saat ini sudah dapat dipesan secara pre-order melalui situs resmi Anker Eropa serta mitra retail terkait dengan harga sekitar Rp14,3 jutaan (€699,99). Pembeli awal berkesempatan mendapatkan bonus kursi lipat berkemah, jaminan perlindungan harga 30 hari, serta undian hadiah menarik. Kehadiran gawai penyuplai daya ini tentu menjadi angin segar bagi konsumen yang mendambakan pasokan listrik darurat bertenaga besar tanpa harus mengorbankan portabilitas.



