Meta disebut menyepakati penyelesaian gugatan besar yang diajukan oleh 48 jaksa agung negara bagian Amerika Serikat dan sejumlah pihak lain. Gugatan tersebut menuduh Facebook dan Instagram dirancang untuk menarik, mempertahankan, lalu membuat anak-anak serta remaja sulit lepas dari platform.
Nilai penyelesaian ini mencapai sekitar Rp318,6 triliun, setara sekitar 18 miliar dolar AS berdasarkan kurs yang digunakan. Dana tersebut akan diarahkan untuk mendukung berbagai inisiatif keselamatan, sementara Meta tetap membantah telah melakukan pelanggaran. Di sisi lain, perusahaan akan menerapkan perubahan besar pada akun pengguna di bawah usia 18 tahun.
Meta Batasi Waktu Pakai dan Konten Akun Remaja
Salah satu perubahan utama adalah batas penggunaan otomatis selama dua jam per hari untuk akun remaja. Akses juga akan diblokir pada tengah malam hingga pukul 06.00. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi kebiasaan penggunaan berlebihan, termasuk perilaku doomscrolling yang membuat pengguna terus menggulir konten tanpa tujuan jelas.
Meta juga berencana menyembunyikan jumlah tanda suka pada unggahan akun remaja serta memblokir filter yang menampilkan riasan ekstrem atau prosedur operasi tubuh. Sistem penyaring konten berdasarkan usia akan diperketat agar pengguna muda lebih jarang melihat materi yang dianggap tidak sesuai, termasuk konten seksual, kekerasan, dan pembahasan yang berpotensi mendorong tindakan menyakiti diri.
Privasi Meningkat, tetapi Risiko Perundungan Belum Hilang
Akun pengguna di bawah 18 tahun akan dibuat privat secara otomatis. Artinya, unggahan dan daftar pengikut mereka tidak langsung terbuka bagi publik. Langkah ini dapat mengurangi paparan dari orang asing dan membatasi akses terhadap informasi pribadi yang kerap menjadi sasaran pengumpulan data.
Namun, kebijakan tersebut belum sepenuhnya menutup risiko. Remaja masih dapat mengirim pesan langsung kepada kontak tertentu, termasuk pada jam sekolah dan waktu malam. Celah ini berpotensi tetap dimanfaatkan untuk perundungan siber, tekanan sosial, atau kontak yang tidak diinginkan. Pembatasan akun tidak otomatis menyelesaikan masalah desain interaksi yang mendorong pengguna terus kembali ke aplikasi.
Gugatan Menyoroti Dampak Desain Media Sosial
Para penggugat menilai strategi pertumbuhan Meta selama bertahun-tahun terlalu bergantung pada keterikatan pengguna muda. Keluhan yang dikaitkan dengan penggunaan platform mencakup gangguan kesehatan mental, citra tubuh yang buruk, pelanggaran privasi, tindakan menyakiti diri, dan dalam sejumlah kasus, kematian.
Meta sebelumnya juga menghadapi sorotan regulator di Eropa terkait dugaan desain Facebook dan Instagram yang bersifat adiktif. Meski perusahaan meminta penyedia media sosial lain menerapkan perubahan serupa, tanggung jawab utama tetap berada pada Meta untuk membuktikan bahwa aturan baru benar-benar berjalan, bukan sekadar menjadi respons terhadap tekanan hukum.
Bagi orang tua, perubahan teknis ini sebaiknya tidak dianggap sebagai solusi tunggal. Rencana penggunaan media keluarga yang membahas batas waktu, privasi, jenis konten, serta jalur pelaporan perundungan tetap diperlukan. Diskusi terbuka juga lebih efektif daripada hanya menyita perangkat, karena remaja perlu memahami cara mengenali manipulasi algoritma dan meminta bantuan ketika mengalami tekanan digital.