Pengguna platform X yang biasa mengakses konten secara anonim tanpa perlu login kini harus kehilangan salah satu alternatif favorit mereka. Layanan XCancel, platform populer berbasis proyek open-source Nitter, secara mendadak berhenti beroperasi dan tidak lagi dapat diakses oleh publik sejak pesan penutupan ditampilkan di halaman utamanya.
Penghentian layanan ini bukan disebabkan oleh kendala teknis atau gangguan server internal, melainkan buntut dari langkah hukum tegas yang diambil oleh X Corp. Langkah ini menandai babak baru dalam pertempuran ketat antara pengembang antarmuka pihak ketiga dan manajemen media sosial milik Elon Musk tersebut.
Gertakan Hukum X Corp dan Tuduhan Scraping Data
Berdasarkan pengumuman yang muncul saat mencoba mengakses situs XCancel, pengelola platform mengonfirmasi telah menerima surat teguran keras (cease-and-desist) dari tim hukum X Corp. Surat yang dikirimkan pada 24 Agustus tersebut menuntut penghentian seketika atas seluruh operasional XCancel dan proyek Nitter yang menopangnya.
Dalam dokumen hukum tersebut, tim pengacara X Corp menuding Nitter dan XCancel telah melakukan pelanggaran serius terhadap aturan platform. Mereka dituduh memanipulasi dan mengelabui antarmuka pemrograman aplikasi (API) X secara ilegal, serta melakukan penyedotan data secara massal (data scraping) tanpa izin resmi.
Selain tuduhan penarikan data ilegal, X Corp mengklaim memiliki bukti kuat bahwa proyek berbasis Nitter tersebut telah mengakses akun pengguna serta token sesi dengan cara yang melanggar hukum. Tindakan ini dinilai melanggar berbagai regulasi privasi data di tingkat negara bagian maupun hukum federal Amerika Serikat.
Dampak Bagi Pengguna dan Pengetatan Akses Platform X
Selama ini, Nitter dan layanan turunannya seperti XCancel menjadi solusi andalan bagi pengguna internet yang ingin membaca unggahan publik di X tanpa harus membuat akun, login, atau memasang aplikasi resmi. Pendekatan ini sangat diminati oleh para aktivis privasi karena mampu mengeliminasi penjejak (tracker), skrip pelacak, dan iklan bawaan.
Sejak diambil alih oleh Elon Musk, X Corp memang secara agresif membatasi akses API gratis dan mematok tarif yang sangat mahal bagi pengembang pihak ketiga. Penutupan paksa XCancel mempertegas komitmen X Corp untuk menutup seluruh celah akses alternatif demi memaksa pengguna masuk ke ekosistem resmi platform.
Hingga saat ini, situs XCancel masih berstatus luring (offline) sembari tim pengembang mengkaji opsi hukum yang tersedia. Belum ada kepastian apakah Nitter akan melayangkan perlawanan di pengadilan atau memilih menghentikan pengembangan proyek ini secara permanen.