OpenAI Mendadak Batasi ChatGPT Plus Lagi, Apa Penyebabnya?

OpenAI resmi mengembalikan batas penggunaan 5 jam untuk ChatGPT Plus pada fitur Codex dan Work. Pelanggan mahal justru dibebaskan dari aturan ini.

Penulis: Anif Sirsaeba
Tanggal: Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 03.04
Logo OpenAI dan antarmuka ChatGPT Plus pada layar laptop
OpenAI memberlakukan kembali pembatasan akses 5 jam bagi pengguna ChatGPT Plus untuk menjaga stabilitas server.
OpenAI

Pengguna ChatGPT Plus yang terbiasa menikmati akses tanpa batas untuk pengodean dan pengerjaan tugas teknis kini harus kembali berhemat. OpenAI secara mendadak memberlakukan ulang pembatasan durasi penggunaan ketat selama lima jam untuk fitur Codex dan lingkungan ChatGPT Work. Kebijakan ini secara resmi mengakhiri masa kebebasan akses penuh yang sempat dinikmati para pengembang dan pembuat konten teknis selama enam minggu terakhir.

Langkah tegas yang mulai berlaku penuh pada 25 Agustus ini memicu kekecewaan di kalangan pengguna berbayar reguler. Sebelumnya, sejak peluncuran model GPT-5.6 Sol pada pertengahan Juli, OpenAI sempat menghapus batasan harian lima jam tersebut. Namun, pertumbuhan pengguna yang masif dan tingginya komputasi memaksa perusahaan kecerdasan buatan tersebut untuk memutar balik kebijakannya demi menjaga stabilitas server.

Alasan OpenAI Mengembalikan Batasan Akses

Ilustrasi updagrade to chatgpt pro to remove 5 hour daily lmit OpenAI Mendadak Batasi ChatGPT Plus Lagi, Apa Penyebabnya?
Detail tampilan dan desain OpenAI Mendadak Batasi ChatGPT Plus Lagi, Apa Penyebabnya?. (Foto: OpenAI)

Thibault Sottiaux, selaku Pimpinan Rekayasa (Engineering Lead) untuk Codex dan ChatGPT di OpenAI, mengonfirmasi pemberlakuan kembali aturan ini melalui akun resminya. Menurut Sottiaux, keputusan untuk mengembalikan batas lima jam didasarkan pada dua pertimbangan utama. Pertama adalah stabilitas infrastruktur komputasi. Dengan membagi pemakaian ke dalam jendela lima jam, OpenAI dapat menyebarkan beban kerja secara lebih merata dan mencegah lonjakan trafik bersamaan yang berpotensi melumpuhkan server.

Pertimbangan kedua berfungsi sebagai mekanisme perlindungan bagi pengguna baru maupun pengguna awam. Selama periode tanpa batas harian, OpenAI menemukan banyak pelanggan yang secara tidak sengaja menghabiskan seluruh kuota pemakaian mingguan mereka hanya dalam satu sesi kerja maraton. Akibatnya, para pengguna tersebut sama sekali tidak bisa mengakses layanan selama sisa minggu berjalan.

Pelanggan Kelas Atas Tetap Mendapat Keistimewaan

Ilustrasi csm openai resets weekly usage for chatgpt plus 2fdde0bf5c OpenAI Mendadak Batasi ChatGPT Plus Lagi, Apa Penyebabnya?
Detail tampilan dan desain OpenAI Mendadak Batasi ChatGPT Plus Lagi, Apa Penyebabnya?. (Foto: OpenAI)

Menariknya, pembatasan ketat ini tidak berlaku merata untuk seluruh kategori pemegang akun berbayar. OpenAI mengonfirmasi bahwa batasan lima jam ini akan tetap dinonaktifkan bagi pelanggan tier atas yang membayar langganan lebih mahal, yakni sekitar Rp1,77 jutaan ($100) dan Rp3,54 jutaan ($200) per bulan. Langkah ini diambil untuk memastikan para pengguna profesional berbayar tinggi tetap mendapatkan performa tanpa hambatan.

Selain itu, akun kategori Enterprise dan Edu juga dipastikan tidak terdampak oleh perubahan aturan ini. Akun korporat dan edukasi tersebut berjalan di atas infrastruktur terpisah berbasis kredit yang memang dirancang khusus untuk skala operasional besar. Dengan demikian, dampak dari kebijakan ini sepenuhnya ditanggung oleh pengguna langganan standar ChatGPT Plus.

Langkah Antisipasi dan Reset Kuota Mingguan

Bagi pelanggan ChatGPT Plus standar yang menyentuh batas penggunaan lima jam atau kuota mingguan, mereka kini tidak memiliki pilihan selain menunggu masa reset otomatis. Opsi lainnya adalah membeli kredit pemakaian komputasi tambahan agar sesi pengodean dan pembuatan program dapat terus berlanjut tanpa terputus.

Sebagai bentuk kompensasi atas penyesuaian mendadak ini, OpenAI telah melakukan reset penuh terhadap kuota pemakaian mingguan bagi seluruh akun yang terdampak per hari ini. Pengguna kini dapat memulai sesi kerja baru dengan kuota yang segar, sementara jadwal reset reguler mingguan berikutnya dipastikan akan berlangsung pada 1 September mendatang.

TERKAIT

TERKAIT