Bukan Chip, Produsen Rel Lemari Ini Jadi Paling Untung di Era AI

Produsen hardware furnitur King Slide panen untung besar dari booming AI. Pendirinya kini menjadi orang terkaya di Taiwan berkat rel penyangga server.

Penulis: Anif Sirsaeba
Tanggal: Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 01.02
Ilustrasi rak server pusat data AI dan komponen mekanis penyangga server
King Slide Works menguasai pasar rel penyangga server pusat data AI global dengan margin keuntungan mencapai 87 persen.
King Slide Works

Demam kecerdasan buatan (AI) global ternyata tidak hanya memperkaya raksasa produsen semikonduktor atau perakit server canggih. Sebuah perusahaan manufaktur perangkat keras furnitur asal Taiwan, King Slide Works, secara mengejutkan memetik keuntungan raksasa dari tren ini berkat produk yang terkesan sederhana: rel penyangga server data center.

Awalnya berfokus memproduksi engsel lemari dan rel laci meja, King Slide berhasil mengekspansi bisnisnya hingga menguasai sekitar 80 persen pasar rel server kelas atas dunia. Lonjakan permintaan rel penyangga untuk pusat data AI telah mendongkrak harga saham perusahaan hampir 280 persen sepanjang tahun ini, sekaligus menobatkan pendirinya sebagai orang terkaya di Taiwan.

Margin Keuntungan Mengalahkan Nvidia dan TSMC

Kenaikan fantastis saham King Slide melambungkan kekayaan sang pendiri, Lin Tsung-chi, yang menurut perkiraan Forbes kini mencapai sekitar Rp357,5 triliun ($20,2 miliar). Angka ini menempatkan Lin di posisi teratas daftar orang terkaya Taiwan, menggeser taipan industri teknologi konvensional lainnya.

Yang paling menakjubkan dari fenomena ini adalah tingkat profitabilitas King Slide yang sangat tinggi. Pada kuartal terakhir, margin kotor (gross margin) perusahaan menyentuh angka 87 persen, melonjak drastis dari kisaran 50 persen beberapa tahun lalu. Sebagai perbandingan, margin kotor King Slide bahkan melampaui raksasa pembuat chip AI Nvidia yang berada di angka 75 persen dan pabrikan semikonduktor TSMC yang mencatatkan 68 persen.

Mengapa Rel Server Menjadi Komponen Kritis di Era AI?

Rel penyangga server mungkin terdengar seperti komponen mekanis yang sepele dibanding prosesor grafis canggih. Namun, server AI modern memiliki bobot yang sangat berat dan harganya bisa mencapai miliaran rupiah per unit. Keandalan rel untuk menopang beban ekstrem dan memudahkan perawatan menjadi faktor yang sangat krusial bagi para pengelola data center.

Mengingat harga rel terhitung relatif kecil dibanding total biaya satu unit server AI, para raksasa teknologi tidak ragu membayar harga premium demi mendapatkan rel dengan tingkat presisi dan ketahanan tertinggi. King Slide menegaskan bahwa dominasi pasar mereka saat ini merupakan hasil dari riset dan rekayasa teknik yang telah berjalan secara konsisten selama dua dekade.

Tantangan Masa Depan dan Ekspansi Pabrik

Analis industri memperkirakan kebutuhan akan perangkat keras rak server khusus akan terus meningkat seiring dengan tingginya kerapatan komponen server, penggunaan chip kustom, serta penerapan sistem pendingin cair (liquid cooling). Untuk memenuhi permintaan infrastruktur AI di Amerika Utara, King Slide saat ini tengah memperluas kapasitas produksinya langsung di Amerika Serikat.

Meski demikian, dominasi King Slide bukannya tanpa tantangan. Raksasa AI seperti Nvidia mulai mendiversifikasi rantai pasokannya untuk mengurangi ketergantungan pada satu vendor. Lembaga riset Daiwa Securities memproyeksikan porsi pesanan paket rel Nvidia yang dikuasai King Slide mungkin akan sedikit menurun dari 80 persen menjadi sekitar 75 persen pada tahun depan. Walau begitu, kisah King Slide membuktikan bagaimana ledakan AI memberi berkah luar biasa hingga ke rantai pasok manufaktur mekanis.

TERKAIT

TERKAIT