LG Siapkan 100.000 Jam Data untuk Menantang Robot Tesla

LG dan Nvidia menyiapkan 100.000 jam data latihan untuk robot CLOiD, dengan fokus pada tugas rumah tangga dan sistem AI yang lebih adaptif.

Penulis: Anif Sirsaeba
Tanggal: Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 23.05
Robot LG CLOiD berlatih melakukan tugas rumah tangga dengan dukungan teknologi AI Nvidia
LG melatih robot CLOiD menggunakan kombinasi data dunia nyata dan simulasi Nvidia untuk tugas rumah tangga serta industri.
LG Electronics

Persaingan robot berbasis kecerdasan buatan memasuki babak baru. LG memperluas kemitraannya dengan Nvidia untuk membangun pusat data robot di Seoul, Korea Selatan, yang ditargetkan menghasilkan total 100.000 jam data pelatihan hingga akhir 2026. Langkah ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan CLOiD, robot AI LG yang dipersiapkan menangani pekerjaan rumah tangga sekaligus kebutuhan industri.

Berbeda dari Tesla Optimus dan Xiao Di milik BYD yang mengandalkan bentuk humanoid berkaki dua, CLOiD menggunakan basis beroda. Perbedaan desain tersebut menunjukkan bahwa persaingan robot tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berjalan layaknya manusia, tetapi juga oleh seberapa efektif robot menyelesaikan tugas di lingkungan nyata.

LG Bangun Pabrik Data untuk Melatih CLOiD

Ilustrasi csm lg data factory 01 cr99 5ec9dc3e8a LG Siapkan 100.000 Jam Data untuk Menantang Robot Tesla
Detail tampilan dan desain LG Siapkan 100.000 Jam Data untuk Menantang Robot Tesla. (Foto: LG)

Fasilitas baru di kampus riset LG, Yangjae, akan menggabungkan data dari manufaktur, logistik, serta penerapan robot di dunia nyata. LG juga akan menambahkan dataset sintetis agar sistem dapat berlatih menghadapi lebih banyak skenario tanpa harus menunggu seluruh kondisi terjadi secara fisik.

Nvidia menyumbangkan sejumlah platform utama, termasuk Omniverse untuk menciptakan lingkungan simulasi, Cosmos untuk pengembangan model dunia, serta Isaac sebagai platform robotika. Dengan kombinasi tersebut, LG dapat merekonstruksi ruang rumah, alur kerja pabrik, dan proses logistik dalam bentuk virtual sebelum robot menjalankan tugas serupa di lapangan.

CLOiD Pilih Roda, Bukan Dua Kaki

Ilustrasi csm lg data factory 02 dde9b5432d LG Siapkan 100.000 Jam Data untuk Menantang Robot Tesla
Detail tampilan dan desain LG Siapkan 100.000 Jam Data untuk Menantang Robot Tesla. (Foto: LG)

CLOiD dirancang dengan dua lengan yang masing-masing memiliki tujuh derajat kebebasan. Tangannya mempunyai lima jari yang digerakkan secara independen, sehingga robot dapat berlatih melakukan manipulasi objek secara lebih presisi. Dalam demonstrasi dan latihan, CLOiD telah mencoba mengambil susu dari kulkas, mengoperasikan oven, serta melipat dan menumpuk pakaian.

Basis beroda berpotensi membuat CLOiD lebih stabil, hemat energi, dan lebih sederhana untuk bergerak di permukaan datar. Namun, desain ini juga membatasi mobilitasnya ketika harus melewati tangga, permukaan tidak rata, atau lingkungan yang tidak dirancang untuk robot beroda. Karena itu, pendekatan LG tampak lebih pragmatis untuk rumah dan fasilitas tertentu, bukan upaya meniru seluruh gerak manusia.

Persaingan Robot AI Makin Padat

Ilustrasi csm lg data factory 03 e5334e7322 LG Siapkan 100.000 Jam Data untuk Menantang Robot Tesla
Detail tampilan dan desain LG Siapkan 100.000 Jam Data untuk Menantang Robot Tesla. (Foto: LG)

Tesla mengembangkan Optimus sebagai robot serbaguna, sementara BYD mengarahkan Xiao Di untuk mendukung tugas manufaktur. Di China, Xpeng mengembangkan Iron, Ubtech memajukan robot industri Walker S2, dan Unitree menawarkan lini humanoid G1 serta H2. Di Amerika Serikat, Agility Digit dan Apptronik Apollo lebih banyak diarahkan untuk pekerjaan logistik dan industri.

LG sendiri telah memperkuat bisnis robotik dengan membentuk pusat bisnis khusus pada Juli. Perusahaan berencana menawarkan robot rumah tangga, industri, dan layanan. Siklus data yang menghubungkan penerapan nyata, simulasi, dan pelatihan AI diharapkan membantu CLOiD mempelajari tugas kompleks dengan lebih cepat.

Meski demikian, target 100.000 jam data belum berarti robot rumah tangga otonom LG akan segera dijual massal. Tantangan seperti keselamatan, keandalan, biaya produksi, privasi data, dan kemampuan memahami situasi tak terduga masih harus diselesaikan. Untuk saat ini, kemitraan LG dan Nvidia lebih tepat dilihat sebagai investasi fondasi teknologi daripada pengumuman produk konsumen yang siap masuk pasar.

TERKAIT

TERKAIT