Memilih HP Xiaomi pada 2026 tidak lagi sekadar membandingkan harga dan kapasitas RAM. Lini terbaru Xiaomi membentang dari ponsel flagship berukuran ringkas, perangkat kamera ekstrem, seri T yang agresif, hingga Redmi dengan baterai jumbo. Perbedaan karakter tiap model kini semakin jelas.
Daftar berikut merangkum tujuh HP Xiaomi yang paling menonjol berdasarkan kelas harga dan fitur. Harga yang disebut merupakan konversi dari harga rilis global, sehingga harga resmi di Indonesia dapat berbeda setelah memperhitungkan pajak, distribusi, dan konfigurasi memori.
1. Xiaomi 17: Flagship Paling Seimbang
Xiaomi 17 menjadi pilihan paling rasional bagi pengguna yang menginginkan performa flagship tanpa bodi terlalu besar. Layarnya menggunakan panel LTPO OLED 6,3 inci dengan refresh rate adaptif 1-120Hz, warna 12-bit, bezel 1,18 mm, dan kecerahan puncak hingga 3.500 nits. Kombinasi ini membuatnya nyaman untuk penggunaan harian sekaligus kuat untuk konsumsi konten di luar ruangan.
Performa ditopang Snapdragon 8 Elite Gen 5 berbasis fabrikasi 3 nm, RAM 12 GB atau 16 GB, serta penyimpanan UFS 4.1 hingga 512 GB. Baterai silikon-karbon 6.330 mAh mendukung pengisian 100W kabel dan 50W nirkabel. Kamera Leica terdiri dari sensor utama 50 MP dengan OIS, telefoto 50 MP 2,6x, ultrawide 50 MP, dan kamera depan 50 MP. Harganya mulai sekitar Rp20,5 jutaan (999 euro).
2. Xiaomi 17 Ultra: Pilihan untuk Penggemar Kamera
Xiaomi 17 Ultra mengutamakan fotografi, bukan sekadar mengejar spesifikasi performa. Kamera utamanya memakai sensor 1 inci beresolusi 50 MP, sedangkan kamera telefoto Leica 200 MP menggunakan sensor 1/1,4 inci. Sistem zoom mekanisnya dapat berpindah dari focal length 75 mm ke 100 mm dan diklaim mampu menghasilkan kualitas optik hingga setara 400 mm.
Ponsel ini membawa layar HyperRGB OLED 6,9 inci dengan refresh rate 1-120Hz dan kecerahan hingga 3.500 nits. Baterai 6.000 mAh mendukung pengisian 90W kabel serta 50W nirkabel. Varian globalnya menawarkan RAM 16 GB dan memori 512 GB, dengan harga mulai sekitar Rp30,7 jutaan (1.499 euro).
3. Xiaomi 17T dan 17T Pro: Alternatif Flagship Lebih Masuk Akal
Xiaomi 17T menyasar pengguna yang tidak membutuhkan seluruh fitur flagship premium. Layarnya berukuran 6,59 inci dengan resolusi 1.5K, AMOLED 120Hz, dan warna 12-bit. Chipset Dimensity 8500-Ultra, RAM 12 GB, serta baterai silikon-karbon 6.500 mAh membuatnya menarik untuk pemakaian berat. Kamera utamanya 50 MP dengan OIS ditemani telefoto periskop 50 MP 5x dan ultrawide 12 MP.
Versi Xiaomi 17T Pro menawarkan layar lebih besar 6,83 inci dengan refresh rate 144Hz dan chipset Dimensity 9500 berbasis 3 nm. Kamera utamanya memakai sensor Light Fusion 950 50 MP, sementara telefoto mendukung zoom optik 5x dan zoom berbasis AI hingga 120x. Baterainya mencapai 7.000 mAh dengan pengisian 100W kabel dan 50W nirkabel. Harga Xiaomi 17T mulai Rp15,4 jutaan (749 euro), sedangkan 17T Pro mulai Rp18,4 jutaan (899 euro).
4. Redmi Note 17 Pro: Baterai Jumbo di Kelas Menengah
Redmi Note 17 Pro menonjol lewat baterai silikon-karbon 8.340 mAh yang diklaim mampu memutar video hingga 28 jam. Pengisian 67W dan reverse charging kabel 22,5W membuatnya dapat berfungsi sebagai sumber daya bagi perangkat lain.
Layar AMOLED 6,83 inci beresolusi 1.5K menawarkan refresh rate 120Hz dan kecerahan hingga 3.500 nits. Snapdragon 6s Gen 4, RAM hingga 12 GB, kamera utama 50 MP dengan OIS, serta sertifikasi IP66 dan IP68 melengkapi paketnya. Xiaomi juga menjanjikan pembaruan keamanan selama enam tahun. Harganya sekitar Rp7,1 jutaan (400 dolar AS).
5. Redmi 17 5G: Ponsel Murah dengan Daya Tahan Panjang
Redmi 17 5G menawarkan layar 6,9 inci 120Hz dan baterai 7.500 mAh yang mendukung pengisian 45W serta reverse charging 22,5W. Snapdragon 4 Gen 5 berbasis 4 nm, konektivitas 5G, NFC, dan kamera ganda 50 MP membuatnya cukup lengkap untuk kebutuhan harian.
Kapasitas RAM fisiknya mencapai 6 GB dengan memori internal hingga 256 GB. Sertifikasi IP64 tersedia pada sejumlah versi global, tetapi konfigurasi dan harga dapat berbeda di setiap negara.
6. Redmi 15C: Opsi Dasar dengan microSD
Redmi 15C berfokus pada kebutuhan esensial. Layarnya berukuran 6,9 inci menggunakan panel LCD HD+ dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan hingga 810 nits. MediaTek Helio G81 Ultra menjadi penggeraknya, dengan pilihan RAM dan penyimpanan yang bergantung pada pasar.
Dukungan microSD menjadi keunggulan praktis bagi pengguna yang menyimpan banyak foto dan video. Baterai 6.000 mAh, pengisian 33W, kamera utama 50 MP, serta sertifikasi IP64 membuatnya cukup aman untuk penggunaan sehari-hari. Harga rilis globalnya sekitar Rp2,1 jutaan (119 dolar AS).
7. Xiaomi Mix Flip 2: Foldable Flip dengan Baterai Besar
Xiaomi Mix Flip 2 menjadi opsi menarik di segmen ponsel lipat karena membawa baterai 5.165 mAh, lebih besar dari banyak perangkat flip sekelasnya. Pengisian 67W kabel dan 50W nirkabel juga mengurangi kompromi khas ponsel lipat yang biasanya memiliki baterai kecil.
Perangkat ini memakai Snapdragon 8 Elite dan layar utama 6,86 inci 120Hz dengan kecerahan hingga 3.200 nits. Kamera belakang terdiri dari sensor utama 50 MP dan ultrawide 50 MP dengan autofocus serta dukungan makro. Kamera depan 32 MP dapat merekam video 4K. Harga awalnya sekitar Rp15,9 jutaan (5.999 Yuan) di China.
Kesimpulan: Xiaomi Menawarkan Pilihan untuk Hampir Semua Segmen
Xiaomi 17 paling cocok untuk pengguna yang mencari flagship seimbang dan ringkas, sementara Xiaomi 17 Ultra lebih tepat bagi pemburu kemampuan zoom dan fotografi. Seri 17T menawarkan kompromi performa-harga yang kuat, sedangkan Redmi Note 17 Pro unggul untuk pengguna yang memprioritaskan baterai dan ketahanan.
Di kelas terjangkau, Redmi 17 5G dan Redmi 15C menekankan daya tahan baterai, konektivitas, serta kemudahan penggunaan. Mix Flip 2 menjadi pilihan khusus bagi pembeli yang menginginkan format lipat tanpa terlalu mengorbankan kapasitas baterai.



