Samsung bersiap memperbarui lini ponsel entry-level andalannya lewat kehadiran Galaxy A18 4G yang diperkirakan meluncur dengan estimasi harga mulai Rp2,1 jutaan (sekitar $120). Bocoran terbaru dari pembocor industri teknologi Roland Quandt mengungkap sejumlah peningkatan pada kapasitas penyimpanan dan varian warna, sembari mempertahankan formula layar Super AMOLED yang menjadi ciri khas segmen terjangkau pabrikan asal Korea Selatan tersebut.
Strategi daur ulang spesifikasi tampaknya kembali diterapkan Samsung guna menjaga stabilitas harga di tengah ketatnya kompetisi kelas pemula. Langkah ini menegaskan fokus perusahaan untuk menawarkan perangkat harian yang stabil dan fungsional, meski pengguna yang mengharapkan lompatan performa signifikan mungkin perlu mempertimbangkan alternatif lain.
Pilihan Warna Baru dan Konfigurasi Memori Lebih Luas
Berdasarkan bocoran skema yang beredar, Samsung Galaxy A18 4G akan dipasarkan dalam tiga opsi warna elegan, yaitu light blue, black, dan silver. Dari sektor ruang penyimpanan, Samsung memberikan peningkatan berupa opsi memori internal 128 GB dan 256 GB. Opsi 256 GB ini menjadi nilai tambah penting bagi konsumen yang membutuhkan ruang ekstra untuk aplikasi harian, media sosial, dan dokumentasi foto tanpa harus langsung bergantung pada kartu memori eksternal.
Dari pengujian awal di Geekbench, ponsel ini baru teridentifikasi membawa RAM 4 GB. Meski kapasitas RAM tersebut dinilai standar untuk menjalankan tugas komputasi ringan, konsumen tentu berharap varian dengan RAM 6 GB atau 8 GB juga turut hadir saat peluncuran resmi agar kinerja multitasking lebih optimal.
Desain Bodi Tipis dengan Layar Super AMOLED 90Hz
Secara fisik, dimensi Galaxy A18 4G tercatat sekitar 164,4 × 77,8 × 7,84 mm, atau menebal menjadi 9,74 mm jika menghitung tonjolan modul kamera belakang. Profil bodinya sedikit lebih tebal sekitar 0,34 mm dibanding pendahulunya, namun tetap mempertahankan bobot yang ergonomis di genggaman. Modul kamera belakang kini dirancang berbentuk pil yang lebih menyatu rata dengan panel bodi belakang.
Di bagian muka, ponsel ini mengandalkan layar Super AMOLED berukuran 6,7 inci dengan refresh rate 90Hz untuk navigasi yang mulus. Kendati demikian, Samsung masih mempertahankan desain kamera depan Infinity-U berbentuk tetesan air (waterdrop notch) yang terasa sedikit ketinggalan zaman dibanding tren lubang kamera punch-hole di kelas harga serupa.
Sektor Performa Helio G99 dan Konfigurasi Kamera
Untuk sektor dapur pacu, Galaxy A18 4G dipastikan mengusung MediaTek Helio G99 berfabrikasi 6nm, prosesor octa-core yang sama persis seperti yang digunakan Samsung sejak generasi Galaxy A-series 4G beberapa tahun terakhir. Pada pengujian sintetis, skor Geekbench mencatatkan angka sekitar 744 untuk single-core dan 2.064 untuk multi-core. Kinerja ini terbukti andal untuk konsumsi konten multimedia, transaksi daring, dan gaming kasual, namun bukan untuk beban komputasi berat.
Sektor fotografi mengandalkan konfigurasi tiga kamera belakang dengan sensor utama 50 MP, lensa ultrawide 5 MP, serta lensa makro 2 MP, ditambah kamera selfie 13 MP di bagian depan. Seluruh sistem ditopang baterai berkapasitas 5.000 mAh yang dipadukan antarmuka One UI generasi terbaru.
Estimasi Harga dan Daya Saing Pasar
Galaxy A18 4G ditaksir akan meluncur dengan harga global sekitar Rp2,1 jutaan ($120) untuk varian dasar 128 GB dan sekitar Rp2,6 jutaan ($145) untuk versi 256 GB. Bagi pengguna yang memprioritaskan kualitas panel layar AMOLED serta keandalan pembaruan sistem operasi khas Samsung, ponsel ini tetap menjadi opsi yang aman dan layak dipertimbangkan di kelas pemula.



