Lenovo sedang mengincar pembeli yang ingin laptop tipis, ringan, dan spesifikasi modern tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Salah satu yang sedang diskon adalah ThinkBook 14x berbasis Intel Core Ultra 5 226V, yang kini dipasarkan sekitar Rp12,4 jutaan ($699).
Yang menarik, diskon ini membuat ThinkBook 14x terlihat lebih “masuk akal” dibanding saat debut awalnya. Meski begitu, ada dua hal yang berpotensi mengganggu pengalaman harian: tidak adanya pembaca kartu SD dan RAM yang tidak bisa di-upgrade sendiri.
Diskon agresif dan posisi harga ThinkBook 14x
ThinkBook 14x varian Core Ultra 5 226V ditawarkan sekitar Rp12,4 jutaan ($699), turun sekitar 36% dari harga debutnya di Amerika Utara sekitar sebulan lalu. Dalam segmen laptop kerja yang mengutamakan portabilitas, angka ini membuat spek modern terlihat lebih kompetitif.
Namun, ada catatan penting dari konteks promo: harga bisa berubah tergantung retailer dan ketersediaan unit. Jadi, nilai “murahnya” tetap harus dilihat sebagai peluang dalam periode diskon, bukan jaminan harga permanen.
Layar 120 Hz cerah, desain ringan untuk produktivitas
Lenovo membekali ThinkBook 14x dengan layar 14 inci tipe IPS beresolusi 1920 x 1200. Kecerahannya disebut bisa mencapai hingga 400 nits, dengan cakupan warna 100% sRGB, serta refresh rate 120 Hz. Kombinasi ini biasanya terasa di dua kebutuhan: membaca dokumen/Excel dengan nyaman dan scrolling terasa lebih halus saat kerja multitasking.
Dari sisi bobot, laptop ini diklaim sekitar 990 gram dan ketebalan 15,6 mm. Untuk pengguna yang sering berpindah antar ruang rapat atau membawa laptop ke luar kantor, angka ini cukup relevan karena mengurangi beban harian.
Performa Intel Core Ultra 5 226V dan memori onboard
Di dalamnya ada Intel Core Ultra 5 226V dengan konfigurasi 4 core P-cores dan 4 core LP E-cores. Lenovo juga menanam memori LPDDR5X-8533 dalam bentuk onboard 16 GB, sehingga performa responsif untuk aplikasi kantor, browsing berat, dan kerja kreatif ringan umumnya lebih stabil karena memori menyatu sejak awal.
Untuk penyimpanan, tersedia SSD PCIe 4.0 berkapasitas 256 GB pada slot M.2 2242. Menariknya, masih ada slot tambahan M.2 2280 PCIe 4.0 x4 yang bisa dipakai untuk ekspansi storage. Ini membantu pengguna yang merasa 256 GB kurang, meski perlu dicermati bahwa RAM tetap tidak bisa di-upgrade.
Port lengkap, pengisian cepat, tapi tanpa SD card reader
ThinkBook 14x menawarkan konektivitas yang relatif lengkap untuk kelasnya. Ada dua port USB-C berkecepatan 10 Gbps yang mendukung Power Delivery dan DisplayPort 1.4, plus dua USB-A 5 Gbps. Untuk monitor eksternal tersedia HDMI 2.1, sedangkan audio memakai jack combo 3,5 mm.
Konektivitas nirkabel ditopang Intel AX211 dengan Wi‑Fi 6E dan Bluetooth 5.3. Baterainya 54,7 Wh dan diklaim bisa mengisi sampai 50% dalam 30 menit menggunakan adaptor USB‑C 65 W. Ini cocok untuk pola pengguna “casual charger” saat jadwal padat.
Meski begitu, dua kekurangan utama tetap menonjol: tidak ada pembaca SD card untuk transfer foto/video cepat, dan RAM 16 GB tidak user-upgradable. Artinya, jika kebutuhan Anda makin berat (misalnya multitasking besar atau proyek kreatif lebih intens), Anda harus berpikir sejak awal di kapasitas yang tersedia.
Kesimpulan: value tinggi untuk pekerja mobil, tapi bukan untuk semua orang
Dengan harga sekitar Rp12,4 jutaan ($699), ThinkBook 14x terdengar menarik karena membawa layar 120 Hz yang mulus, panel cerah 400 nits, RAM 16 GB yang kencang, serta opsi upgrade storage lewat slot M.2 tambahan. Kombinasi bodi 990 gram juga membuatnya cocok untuk mobilitas tinggi.
Namun, untuk pengguna yang butuh slot SD atau ingin menaikkan RAM di kemudian hari, konfigurasi ini kurang fleksibel. Pada titik harga ini, ThinkBook 14x lebih pas untuk pengguna kantor, pelajar, dan profesional yang kebutuhan memori bisa stabil di 16 GB, serta tidak terlalu bergantung pada media SD card.



