ASUS kembali memperluas lini laptop ultraportabel premiumnya dengan merilis ASUS Zenbook 14 (UX3480KA) secara internasional. Mengusung prosesor terbaru AMD Ryzen AI berarsitektur Zen 5 dan layar OLED yang memukau, laptop ini diperkirakan akan dibanderol mulai dari Rp24,5 jutaan (€1.199) hingga Rp33,7 jutaan (£1.399) jika nantinya resmi mengaspal di Indonesia. Kehadiran gawai ini menjadi solusi menarik bagi para profesional yang membutuhkan daya tahan baterai ekstrem tanpa harus mengorbankan portabilitas.
Peluncuran varian bertenaga AMD ini dilakukan secara serentak bersama opsi berarsitektur ARM Snapdragon dan versi Intel Panther Lake. Langkah ASUS memperkaya pilihan prosesor ini memberikan fleksibilitas bagi calon pembeli. Menariknya, varian Zenbook 14 AMD UX3480KA ini dijagokan sebagai mesin kerja harian yang mampu bertahan seharian penuh tanpa perlu terhubung ke stopkontak.
Arsitektur AMD Krackan Point dan Kompromi Performa Demi Efisiensi
Di balik bodi tipisnya, ASUS Zenbook 14 UX3480KA ditenagai oleh dua pilihan prosesor terbaru dari lini Krackan Point, yakni AMD Ryzen AI 5 330 dan Ryzen AI 7 345. Kedua chipset ini dibangun berbasiskan arsitektur Zen 5 yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan kinerja pemrosesan AI lokal (NPU) sekaligus menekan konsumsi daya secara dramatis.
Secara teknis, seri Krackan Point ini memiliki jumlah core CPU dan pemroses grafis terintegrasi (iGPU) yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan pendahulunya, seperti seri Gorgon Point pada Zenbook 14 (UM3406). Namun, kompromi performa tersebut digantikan dengan manajemen suhu yang jauh lebih dingin serta konsumsi energi yang sangat hemat, sebuah nilai jual utama bagi pengguna mobilitas tinggi.
Baterai Raksasa 70 Wh dan Visual OLED yang Memanjakan Mata
Sektor daya menjadi nilai jual paling menonjol pada ASUS Zenbook 14 UX3480KA. Dengan baterai berkapasitas 70 Wh, ASUS mengklaim laptop ini mampu menyala hingga lebih dari 33 jam untuk pemakaian ringan. Sementara dalam pengujian navigasi web secara terus-menerus pada tingkat kecerahan layar 150 nits, baterainya terbukti sanggup bertahan hingga 19 jam nonstop.
Sisi visual juga tidak luput dari perhatian dengan hadirnya panel OLED berresolusi 1200p yang menyajikan reproduksi warna amat akurat dan kontras hitam yang pekat. Untuk varian tertinggi di pasar tertentu, ASUS turut menghadirkan konfigurasi layar sentuh (touchscreen) yang mendukung penggunaan pena digital (stylus), memberikan fleksibilitas lebih bagi para kreator konten.
Spesifikasi Memori, Harga Rilis, dan Ketersediaan Global
ASUS melengkapi laptop tipis ini dengan opsi RAM LPDDR5X hingga 24 GB serta media penyimpanan SSD PCIe 4.0 berkapasitas hingga 1 TB. Kendati demikian, sebagian besar pasar global akan menerima konfigurasi standar berupa kombinasi baterai 70 Wh, prosesor Ryzen AI 7 345, RAM 16 GB, SSD 512 GB, dan layar OLED 1200p non-touchscreen.
Mengenai banderol harga, Zenbook 14 UX3480KA dijual seharga Rp33,7 jutaan (£1.399) di Inggris Raya, atau sekitar Rp100 pound sterling lebih mahal dibanding versi Intel. Sementara di Uni Emirat Arab, varian dengan RAM 24 GB dipasarkan seharga Rp25,5 jutaan (AED 5,299). Di kawasan Eropa, harganya dipatok mulai Rp24,5 jutaan hingga Rp30,7 jutaan (€1.199 - €1.499). Pengiriman unit bagi konsumen yang melakukan pemesanan awal di toko online resmi ASUS dipastikan akan berlangsung dalam waktu dekat.



