ASUS merilis varian baru Zenbook 14 berbasis Snapdragon di China. Laptop ini sebelumnya diperkenalkan bersama model berprosesor Intel dan AMD dalam ajang Computex 2026, tetapi konfigurasi Qualcomm tersebut baru kini tersedia untuk dibeli.
Dengan bobot 1,1 kg, layar OLED beresolusi tinggi, serta klaim daya tahan baterai hingga 21 jam, Zenbook 14 Snapdragon menyasar pengguna yang mengutamakan mobilitas. Namun, penggunaan Snapdragon X versi dasar juga membuat performanya perlu dicermati, terutama untuk pekerjaan multi-core yang berat.
Snapdragon X Jadi Pembeda Utama
ASUS Zenbook 14 ini ditenagai Qualcomm Snapdragon X X1-26-100 dengan delapan core dan delapan thread. Prosesornya dapat bekerja hingga 2,97 GHz dan dipasangkan dengan grafis terintegrasi Adreno. Untuk kebutuhan kecerdasan buatan, chip tersebut membawa Hexagon NPU dengan kemampuan hingga 45 TOPS.
Konfigurasinya terdiri dari RAM LPDDR5X 16 GB dan SSD PCIe 4.0 berkapasitas 512 GB. Berdasarkan perbandingan performa yang tersedia, Snapdragon X X1-26-100 menghasilkan sekitar 85 persen performa rata-rata Snapdragon X Plus X1P-64-100. Selisihnya kemungkinan lebih terasa pada aplikasi yang memanfaatkan banyak core secara bersamaan, seperti kompilasi kode, pengolahan data, dan sebagian tugas kreatif.
Layar OLED 2.8K dan Bodi Ringan
Keunggulan paling menonjol laptop ini terletak pada layar OLED 14 inci beresolusi 2.880 x 1.800 piksel. Panel tersebut mendukung refresh rate 120 Hz, sehingga gerakan antarmuka dan gulir halaman terlihat lebih mulus dibanding layar 60 Hz konvensional.
ASUS mencantumkan tingkat kecerahan tipikal 500 nit dan kecerahan HDR hingga 1.100 nit. Panel ini juga mencakup 100 persen ruang warna DCI-P3 serta mengantongi sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1000. Artinya, layar berpotensi cocok untuk konsumsi multimedia dan pekerjaan visual, meski pembeli tetap perlu memperhatikan karakter OLED seperti risiko burn-in dalam penggunaan jangka panjang.
Baterai dan Konektivitas Jadi Pertimbangan
Zenbook 14 Snapdragon menggunakan baterai 50 Wh. ASUS mengiklankan daya tahan hingga 21 jam untuk keluarga Zenbook 14, tetapi angka tersebut biasanya bergantung pada tingkat kecerahan, jenis aplikasi, koneksi nirkabel, dan pola penggunaan. Kapasitas ini juga lebih kecil dibanding Zenbook A14 yang membawa baterai 70 Wh.
Port yang tersedia mencakup satu USB-A, dua USB-C, HDMI 2.1, dan jack audio 3,5 mm. Dua USB-C mendukung transfer data hingga 10 Gbps, sedangkan USB-A mencapai 5 Gbps. Di China, laptop ini dijual sekitar Rp21,2 jutaan (7.999 Yuan). ASUS telah mencantumkan model UX3480QA di situs internasional, tetapi belum mengumumkan jadwal maupun harga peluncuran global.