Dell diam-diam memperluas penjualan global XPS 13 dengan prosesor Intel Core Ultra 7 355 dari keluarga Panther Lake. Laptop 13,4 inci ini menawarkan konfigurasi hingga 32 GB RAM LPDDR5X dan SSD 1 TB, tetapi harga resminya jauh lebih tinggi daripada perkiraan awal.
Di Amerika Serikat, XPS 13 versi terbaru dibanderol mulai sekitar Rp26,5 jutaan ($1.499). Angka tersebut berlaku untuk konfigurasi Core Ultra 7 355, RAM 16 GB LPDDR5X-7467, dan penyimpanan 512 GB. Dell sebelumnya diperkirakan akan memulai harga di kisaran Rp17,7 juta hingga Rp19,5 juta, sehingga banderol aktualnya menjadi kejutan kurang menyenangkan bagi calon pembeli.
Harga Global XPS 13 Panther Lake
Varian dasar XPS 13 dengan SSD 512 GB dijual sekitar Rp34,9 jutaan (£1.449) di Inggris dan Rp32,8 jutaan (€1.599) di kawasan Euro. Konsumen Eropa dapat menghemat sekitar Rp1,2 juta dengan melepas adaptor daya 65 watt dari paket pembelian. Kebijakan ini menunjukkan bahwa Dell mulai memisahkan aksesori pengisian daya dari harga laptop, meski keputusan tersebut belum tentu terasa menguntungkan bagi semua pengguna.
Dell juga menawarkan konfigurasi Core Ultra 7 355 dengan RAM 16 GB dan SSD 1 TB. Harganya mencapai sekitar Rp30,1 jutaan ($1.699) di Amerika Serikat, Rp37,3 jutaan (£1.549) di Inggris, serta Rp35,9 jutaan (€1.749) di kawasan Euro. Konfigurasi 16 GB dan 1 TB tersebut tidak tersedia di Australia menurut daftar penjualan Dell saat ini.
Di posisi tertinggi, model dengan RAM 32 GB LPDDR5X-9600 dan SSD 1 TB dibanderol sekitar Rp37,2 jutaan ($2.099) di Amerika Serikat, Rp47 jutaan (£1.949) di Inggris, dan Rp45,1 jutaan (€2.199) di kawasan Euro. Seluruh model RAM 32 GB menggunakan Core Ultra 7 355 dan penyimpanan 1 TB, sehingga pembeli tidak perlu memilih kombinasi spesifikasi secara terpisah.
Performa Lebih Menjanjikan, tetapi Harga Menjadi Masalah
Core Ultra 7 355 merupakan bagian dari keluarga Panther Lake terbaru Intel. Dibandingkan XPS 13 yang menggunakan Core 5 320, chip ini secara teori menawarkan kemampuan komputasi dan efisiensi yang lebih tinggi. Kombinasi RAM LPDDR5X berkecepatan hingga 9.600 MT/s juga berpotensi membantu pekerjaan multitasking, pengolahan foto, serta aplikasi produktivitas yang membutuhkan bandwidth memori besar.
Namun, peningkatan spesifikasi tersebut membuat XPS 13 berada di kelas harga premium. Sebagai pembanding internal, Dell masih menjual XPS 13 berbasis Wildcat Lake di Amerika Serikat mulai sekitar Rp12,4 jutaan ($699) dengan RAM 8 GB. Selisih harga lebih dari dua kali lipat membuat konsumen harus benar-benar membutuhkan performa ekstra sebelum memilih model Panther Lake.
Siapa yang Layak Membeli XPS 13 Terbaru?
XPS 13 terbaru lebih masuk akal bagi profesional yang mengutamakan laptop ringkas, kapasitas RAM besar, dan prosesor Intel generasi baru dalam satu perangkat. Konfigurasi 32 GB dan SSD 1 TB juga menarik bagi pengguna yang sering membuka banyak aplikasi, bekerja dengan proyek berukuran besar, atau ingin memakai laptop selama beberapa tahun tanpa perlu melakukan peningkatan memori.
Di sisi lain, pengguna yang hanya membutuhkan perangkat untuk mengetik, rapat daring, menjelajah internet, dan menonton video kemungkinan akan mendapatkan nilai lebih baik dari model XPS 13 yang lebih murah. Dell memang memberikan peningkatan teknis yang signifikan, tetapi harga awal sekitar Rp26,5 juta membuat laptop ini berhadapan langsung dengan banyak ultraportable premium lain yang mungkin menawarkan layar, baterai, atau aksesori lebih lengkap.
Peluncuran global ini juga belum otomatis menandakan ketersediaan resmi di Indonesia. Dell perlu mengumumkan harga lokal, layanan purnajual, dan konfigurasi yang masuk ke pasar Indonesia sebelum XPS 13 Panther Lake dapat dinilai secara lebih lengkap dari sisi nilai pembelian.