ASUS mulai memperluas pemasaran ROG Xbox Ally X20 ke sejumlah negara setelah membuka pre-order di Amerika Serikat. Handheld gaming yang diposisikan sebagai perangkat edisi ulang tahun ke-20 ini dijadwalkan mulai dikirim pada 15 Oktober, termasuk untuk pesanan dari beberapa pasar internasional.
Daya tarik utamanya terletak pada layar OLED berukuran 7,4 inci, desain transparan, serta tombol arah atau d-pad yang diperbarui. Namun, peningkatan tersebut datang bersama lonjakan harga signifikan. Di Amerika Serikat, ROG Xbox Ally X20 dijual mulai sekitar Rp23 jutaan (1.299 dolar AS), jauh lebih mahal dibandingkan ROG Xbox Ally X yang sudah beredar.
Harga Global Naik Tajam Dibanding Model Lama
Di Inggris, perangkat ini dibanderol sekitar Rp31,3 jutaan (1.299 poundsterling). Angka tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 53 persen atau selisih sekitar Rp10,8 jutaan dibandingkan harga ROG Xbox Ally X yang menjadi pembanding di pasar setempat. ASUS juga telah membawa perangkat ini ke Australia dan kawasan Eurozone, meski harga serta paket penjualannya berbeda-beda di tiap negara.
Untuk kawasan Eurozone, harga resminya berada di kisaran Rp28,7 jutaan (1.399 euro). Pembeli di Spanyol dan Italia bahkan disebut tidak selalu bisa mendapatkan perangkatnya secara terpisah karena ASUS menjual ROG Xbox Ally X20 dalam paket bersama kacamata ROG Xreal R1. Strategi bundling ini berpotensi membuat harga efektif semakin tinggi bagi pengguna yang sebenarnya hanya mengincar handheld gaming.
Layar OLED Jadi Peningkatan Paling Terlihat
ROG Xbox Ally X20 membawa layar OLED 7,4 inci, sebuah peningkatan yang kemungkinan besar langsung terasa saat bermain. Panel OLED biasanya menawarkan warna lebih pekat, kontras lebih tinggi, dan tampilan hitam yang lebih dalam dibanding panel LCD. Keunggulan ini dapat membantu game dengan visual gelap terlihat lebih imersif, sekaligus membuat perangkat lebih menarik untuk menonton film atau streaming.
ASUS juga memperbarui d-pad dan menggunakan desain transparan sebagai pembeda visual. D-pad yang lebih presisi penting untuk game platformer, fighting, dan retro yang membutuhkan input arah cepat. Meski demikian, sumber informasi belum merinci resolusi, refresh rate, tingkat kecerahan, maupun peningkatan ergonomi secara lengkap, sehingga kualitas pengalaman bermain belum bisa dinilai hanya dari spesifikasi layar.
Spesifikasi Inti Masih Mengandalkan Platform Lama
Di balik desain baru tersebut, ROG Xbox Ally X20 tetap mempertahankan baterai berkapasitas 80 Wh, chipset AMD Ryzen Z2 Extreme, dan RAM LPDDR5X sebesar 24 GB dari ROG Xbox Ally X. Artinya, lonjakan harga tidak sepenuhnya berasal dari peningkatan performa mentah. Pengguna lebih banyak membayar kombinasi layar OLED, penyegaran desain, serta status perangkat edisi khusus.
Baterai 80 Wh menjadi salah satu aset penting karena handheld berbasis Windows biasanya membutuhkan daya besar ketika menjalankan game PC modern. Namun, kapasitas besar tidak otomatis menjamin waktu bermain panjang. Durasi aktual tetap bergantung pada resolusi, frame rate, tingkat kecerahan, serta profil daya Ryzen Z2 Extreme. ASUS belum mengumumkan ketersediaan resmi di Kanada melalui toko langsungnya, meski perangkat tersebut dapat ditemukan melalui peritel tertentu dengan harga sekitar Rp33,6 jutaan (1.899 dolar Kanada).
Untuk saat ini, ROG Xbox Ally X20 terlihat sebagai produk premium yang menyasar penggemar handheld dan kolektor, bukan pembeli yang sekadar mencari perangkat gaming portabel paling ekonomis. Layar OLED dan RAM 24 GB memang menjanjikan pengalaman lebih mewah, tetapi calon pembeli perlu membandingkan manfaat visual tersebut dengan harga ROG Xbox Ally X yang lebih rendah.