Rainbow Six Tactics Ubah Siege Jadi Strategi ala XCOM

Rainbow Six Tactics mengubah formula Siege menjadi strategi turn-based ala XCOM, lengkap dengan 45+ peta, 15 operator, dan tanpa microtransaksi saat meluncur.

Penulis: Yokoyama
Tanggal: Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 18.02
Tampilan Rainbow Six Tactics dengan operator Team Rainbow dalam pertempuran turn-based
Rainbow Six Tactics menghadirkan strategi berbasis giliran, destruksi lingkungan, dan kampanye single-player pada 2027.
Ubisoft

Ubisoft memperkenalkan Rainbow Six Tactics dalam acara Gamescom 2026 Opening Night Live. Spin-off single-player ini membawa perubahan besar terhadap formula Rainbow Six Siege: bukan lagi tembak-menembak orang pertama secara real-time, melainkan permainan strategi turn-based yang menuntut pemain merencanakan setiap langkah dengan cermat.

Rainbow Six Tactics dijadwalkan meluncur pada 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC. Ubisoft Paris mengembangkan game ini bersama sejumlah veteran di balik Mario + Rabbids dan Ghost Recon, sehingga perpaduan strategi berbasis giliran, operasi taktis, serta kehancuran lingkungan menjadi daya tarik utamanya.

Formula Siege Bertemu Strategi ala XCOM

Dalam game ini, pemain berperan sebagai Six, komandan baru Team Rainbow yang memimpin unit berisi maksimal empat operator. Roster awalnya mencakup 15 karakter yang sudah dikenal penggemar Siege, masing-masing dengan kemampuan dan gadget berbeda. Pemilihan anggota tim sebelum misi akan menjadi keputusan penting karena setiap operasi memiliki sasaran dan tingkat risiko yang berbeda.

Ubisoft menyiapkan lebih dari 45 peta buatan tangan ketika game dirilis. Misinya mencakup penyelamatan sandera, penjinakan bom, dan eliminasi target. Cerita berlangsung berdampingan dengan lini masa Rainbow Six Siege, ketika ancaman global baru memaksa Team Rainbow menjalankan operasi dalam skala yang lebih luas.

Destruksi Lingkungan Jadi Senjata Strategis

Meski dimainkan secara turn-based, Rainbow Six Tactics tetap mempertahankan salah satu identitas penting seri ini: lingkungan yang dapat dihancurkan. Pemain bisa merobohkan dinding, menghancurkan perlindungan, atau membuka garis pandang baru untuk mengubah posisi dan peluang serangan.

Fitur yang paling menonjol adalah Breach Planning. Sistem ini memungkinkan pemain mengantrekan aksi beberapa operator, lalu menjalankannya secara bersamaan dalam satu serangan terkoordinasi. Konsep tersebut mengingatkan pada momen breach serentak di Siege, tetapi diterapkan dalam format yang lebih lambat dan memberi ruang lebih besar untuk menyusun strategi.

Kampanye Lengkap Tanpa Toko Dalam Game

Di antara misi, pemain akan kembali ke Rainbow HQ untuk melatih operator, mengatur proses pemulihan, dan memperkuat tim sebelum pengerahan berikutnya. Elemen pengelolaan markas ini berpotensi membuat keputusan di luar medan perang sama pentingnya dengan taktik saat pertempuran berlangsung.

Ubisoft juga mengonfirmasi bahwa Rainbow Six Tactics akan hadir sebagai paket single-player lengkap tanpa toko dalam game dan elemen live-service. Keputusan ini menjadi pembeda penting dari sejumlah rilisan premium Ubisoft belakangan. Namun, kualitas akhirnya tetap akan bergantung pada variasi misi, kedalaman pengembangan operator, serta keseimbangan tingkat kesulitan. Wishlist untuk game ini sudah dibuka menjelang peluncurannya pada 2027.

TERKAIT

TERKAIT