ASUS resmi membuka pre-order ROG Xbox Ally X20 di Amerika Serikat dengan harga sekitar Rp23 jutaan (1.299 dolar AS). Perangkat gaming handheld tersebut dijadwalkan meluncur pada 15 Oktober, tetapi respons komunitas justru lebih menarik daripada pengumuman harganya.
Di Reddit, sejumlah calon pembeli menyebut banderol itu sangat masuk akal, bahkan mengejutkan dalam arti positif. Namun, reaksi tersebut bukan berarti ROG Xbox Ally X20 benar-benar murah. Harga tinggi kini terasa lebih dapat diterima karena kompetisi handheld premium ikut mendorong ekspektasi biaya ke level yang semakin mahal.
Mengapa Harga Rp23 Jutaan Dianggap Menarik?
Sebelum harga resmi diumumkan, sebagian pengguna Reddit memperkirakan perangkat ini akan dijual di kisaran Rp24,8 juta hingga Rp28,3 juta (1.400–1.600 dolar AS). Karena itu, harga sekitar Rp23 jutaan dipandang sebagai kejutan yang relatif menyenangkan. Salah satu komentar populer menyebut banderol tersebut “tidak terlalu buruk jika mempertimbangkan semuanya”.
Pengguna lain bahkan menyebut harganya “sangat mengejutkan” dalam konteks pasar saat ini. Perbandingan dengan handheld premium seperti Lenovo Legion Go 2, MSI Claw 8 EX AI+ dan OneXPlayer 3 turut membentuk persepsi tersebut. Jika ASUS memasang harga serupa beberapa tahun lalu, kemungkinan besar kritik konsumen akan jauh lebih keras.
Pasar Handheld Premium Mulai Mengubah Standar Harga
Fenomena ini menunjukkan perubahan standar harga di segmen PC gaming handheld. Perangkat yang mendekati kelas laptop gaming, tetapi hadir dalam format portabel, kini harus membawa layar berkualitas tinggi, kontroler yang lebih presisi, serta performa prosesor yang mampu menjalankan gim modern. Konsekuensinya, harga premium mulai dianggap sebagai hal yang wajar.
Meski demikian, konsumen tetap perlu berhati-hati agar tidak menganggap mahal sebagai otomatis bernilai tinggi. Harga ROG Xbox Ally X20 terasa kompetitif terutama karena pembandingnya lebih mahal, bukan karena nominalnya rendah. Di Indonesia, banderol resmi juga berpotensi berbeda setelah memperhitungkan pajak, distribusi, garansi dan margin penjual.
Peningkatan Spesifikasi Belum Tentu Cukup untuk Semua Pemilik
ASUS membawa beberapa pembaruan yang cukup relevan, termasuk layar OLED berukuran lebih besar, stik berbasis TMR dan tombol arah D-pad generasi baru. Layar OLED berpotensi meningkatkan kontras serta kualitas visual, sedangkan TMR dapat menawarkan kontrol stik yang lebih awet dan presisi dibandingkan solusi analog konvensional.
Namun, peningkatan tersebut belum otomatis membuatnya menjadi pembelian wajib. ROG Xbox Ally X20 kembali menggunakan Ryzen AI Z2 Extreme, sehingga sebagian pengguna menilai lompatan performanya tidak cukup besar dibandingkan generasi sebelumnya. Pemilik Xbox Ally X mungkin merasa fitur baru itu belum sepadan dengan biaya upgrade.
Karena itu, beberapa calon pembeli memilih menunggu generasi berikutnya atau membeli perangkat ini dalam kondisi bekas ketika harganya turun. ROG Xbox Ally X20 tampak paling menarik bagi pengguna yang belum memiliki handheld premium dan menginginkan layar serta kontrol yang lebih baik. Sementara itu, pemilik Xbox Ally X sebaiknya membandingkan peningkatan nyata dalam gim yang dimainkan sebelum memutuskan untuk berpindah.