Produsen gawai gaming retro terkemuka, Anbernic, kembali menarik perhatian publik dengan memamerkan video peragaan gameplay dari konsol handheld layar ganda terbarunya, Anbernic RG DS Plus. Perangkat ini hadir sebagai generasi penerus dari RG DS yang sebelumnya dipasarkan sekitar Rp2,3 jutaan ($129,98). Menariknya, RG DS Plus membawa sejumlah peningkatan signifikan, termasuk ukuran fisik yang lebih besar serta penggunaan sistem operasi kustom berbasis Linux secara bawaan untuk pengalaman navigasi yang lebih responsif.
Meskipun spesifikasi teknis lengkap, tanggal rilis resmi, dan harga pastinya belum diumumkan secara rinci, video peragaan resmi tersebut sudah memberikan gambaran jelas mengenai kapabilitas perangkat ini. RG DS Plus diproyeksikan menjadi solusi ideal bagi penggemar konsol klasik yang menginginkan perangkat portabel serbaguna dengan kemampuan emulasi lintas generasi.
Optimalisasi Emulasi Dual Screen dan Emulator NNDDSS
Daya tarik utama dari Anbernic RG DS Plus terletak pada kemampuan emulasi konsol layar ganda layaknya lini Nintendo DS. Untuk menunjang performa tersebut, Anbernic membekali perangkat ini dengan emulator baru yang dinamakan NNDDSS. Emulator ini dilengkapi dengan berbagai fitur modern seperti dukungan custom shader untuk meningkatkan kualitas visual gim retro, serta fitur save states yang memudahkan pemain menyimpan progres gim kapan saja.
Dalam cuplikan gameplay yang dibagikan, perangkat ini mampu menjalankan gim populer seperti The Legend of Zelda: Spirit Tracks dan Grand Theft Auto: Chinatown Wars secara mulus. Selain itu, RG DS Plus juga mendukung gim yang membutuhkan orientasi layar vertikal seperti Ninja Gaiden: Dragon Sword, di mana pengguna dapat memanfaatkan stylus terintegrasi pada layar sentuh untuk kontrol yang presisi.
Fleksibilitas Layar Tunggal dan Dukungan Multi-Platform
Meski memiliki dua layar fisik, Anbernic RG DS Plus tidak terbatas pada gim dual screen saja. Perangkat ini sangat fleksibel untuk memutar gim dari sistem layar tunggal seperti Game Boy, Game Boy Color, Game Boy Advance, hingga konsol yang lebih bertenaga seperti Sony PSP, PlayStation 1, Sega Dreamcast, dan Sega Saturn.
Saat memainkan gim berlayar tunggal, pengguna diberikan keleluasaan penuh untuk memilih penggunaan layar atas atau layar bawah. Layar yang tidak aktif dapat dimatikan untuk menghemat daya baterai, atau diatur agar menampilkan gambar latar belakang bertema konsol retro yang sedang dimainkan guna menambah estetika nostalgia.
Fitur PC Streaming dan Dukungan Multiplayer Netplay
Selain fokus pada emulasi gim klasik, Anbernic RG DS Plus juga memperluas kemampuannya ke ranah gaming modern. Konsol ini dibekali fitur game streaming yang memungkinkan pengguna untuk melakukan stream gim PC langsung melalui platform Steam secara nirkabel. Fitur ini memperluas pustaka gim yang dapat dimainkan di mana saja di dalam rumah.
Untuk melengkapi kenyamanan bermain bersama teman, perangkat ini sudah mendukung fitur online multiplayer melalui Netplay. Dari segi varian visual, Anbernic mengonfirmasi bahwa RG DS Plus bakal hadir dalam tiga pilihan warna menarik saat resmi diluncurkan kelak.
Estimasi Harga dan Ketersediaan
Saat ini Anbernic masih menyimpan rapat informasi mengenai tanggal peluncuran dan harga resmi dari RG DS Plus. Namun, mengingat model RG DS generasi pertama dibanderol sekitar Rp2,3 jutaan ($129,98), model Plus ini diprediksi akan ditawarkan pada rentang harga yang tetap kompetitif di kelas handheld retro menengah. Kehadiran OS Linux secara bawaan dan peningkatan fleksibilitas layar diyakini akan menjadi nilai jual utama bagi para gamer nostalgia.



