Pasar konsol genggam (handheld gaming) emulator kian memanas dengan hadirnya perangkat terbaru dari Anbernic. Produsen konsol retro populer ini resmi melepas Anbernic RG 55G1 ke pasaran. Menariknya, perangkat ini mencatatkan sejarah baru sebagai konsol pertama buatan Anbernic yang mengusung chipset buatan Qualcomm, yakni Snapdragon G1 Gen 2. Perangkat ini dibanderol dengan harga yang tergolong sangat kompetitif, yakni mulai dari Rp2,4 jutaan ($139) untuk varian dengan RAM 4 GB dan kapasitas penyimpanan internal 64 GB.
Meski dilepas dengan harga ramah kantong di bawah Rp2,6 jutaan ($150), performa komputasi dan grafis dari konsol genggam ini terbukti amat tangguh. Pengujian independen yang dilakukan oleh saluran YouTube teknologi kawakan, ETA Prime, memperlihatkan bahwa Anbernic RG 55G1 sanggup menjalankan berbagai game dari platform konsol legendaris seperti PlayStation 2 (PS2) dan Nintendo GameCube dengan tingkat kelancaran yang mengagumkan di kelasnya.
Performa Emulator GameCube: Lancar di 60 FPS
Dalam pengujian emulator Nintendo GameCube, chipset Snapdragon G1 Gen 2 yang tertanam pada Anbernic RG 55G1 menunjukkan performa yang memukau. Berbagai game populer seperti The Legend of Zelda: Wind Waker, Soul Calibur, dan Resident Evil dapat dijalankan dengan sangat mulus pada tingkat bingkai (frame rate) konsisten 60 FPS. Konsol genggam ini bahkan sanggup melakukan peningkatan skala resolusi (resolution scaling) hingga 2x sampai 3x lipat dari resolusi aslinya tanpa mengalami penurunan performa signifikan.
Dari seluruh judul game GameCube yang diuji, hanya game Spider-Man 2 yang tampak cukup berat dan kesulitan untuk mempertahankan angka frame rate yang nyaman dimainkan. Namun, secara keseluruhan untuk pustaka game GameCube lainnya, Anbernic RG 55G1 terbukti mampu menyajikan pengalaman visual yang tajam dan responsif bagi para gamer nostalgia.
Uji Kemampuan PS2 Menggunakan Emulator NetherSX2
Beralih ke pengujian emulation PlayStation 2 menggunakan aplikasi NetherSX2, konsol genggam ini kembali membuktikan taringnya. Perangkat ini sukses mengeksekusi judul-judul ikonik seperti Kingdom Hearts, Devil May Cry 3, dan Gran Turismo 3 pada angka 60 FPS secara stabil. Pengujian tersebut dilakukan dengan peningkatan skala resolusi visual antara 1,5x hingga 2x lipat dari resolusi bawaan PS2.
Sementara itu, untuk game PS2 dengan olah grafis yang lebih kompleks seperti Ratchet & Clank: Up Your Arsenal serta God of War 2, Anbernic RG 55G1 tetap sanggup memberikan performa yang playable di kisaran 40 hingga 50 FPS pada skala resolusi standar (1x). Di luar platform PS2 dan GameCube, pengujian ETA Prime juga mengonfirmasi bahwa konsol genggam ini berjalan sangat lancar saat memainkan game dari platform PSP dan Nintendo 3DS.
Harga dan Kesimpulan
Peluncuran Anbernic RG 55G1 menegaskan potensi besar chipset Qualcomm di ranah konsol genggam ekonomis. Dengan banderol mulai dari Rp2,4 jutaan ($139), konsumen mendapatkan sebuah mesin emulator portabel yang bertenaga, efisien secara daya, dan sanggup melahap game-game konsol era 2000-an tanpa kendala berarti. Perangkat ini menjadi opsi paling rasional bagi para pencinta gim klasik yang mendambakan kualitas tinggi tanpa perlu merogoh kocek belasan juta rupiah.



