Pasar konsol genggam retro kembali dibuat gempar oleh gebrakan tak terduga dari Anbernic. Produsen gawai gim ternama ini secara mengejutkan meluncurkan konsol retro terbarunya, Anbernic RG 35, secara global tanpa didahului oleh rumor, bocoran, atau kampanye pemasaran berkepanjangan. Perangkat bernuansa nostalgia ini langsung dijual dengan harga yang sangat ramah kantong, yaitu sekitar Rp672 ribuan ($37,99).
Langkah mendadak ini tergolong tidak biasa bagi Anbernic yang belum lama meluncurkan seri RG 551. Berbeda dengan RG 551 yang mengadopsi gaya modern ala Nintendo Switch Lite, Anbernic RG 35 justru kembali ke akar desain klasik menyerupai Game Boy legendaris, namun dibekali dengan pembaruan modern berupa sepasang analog joystick untuk fleksibilitas kontrol gim yang lebih luas.
Desain Game Boy Klasik dengan Sentuhan Dual Joystick
Secara estetika, Anbernic RG 35 memanjakan para penggemar gim klasik yang merindukan era kejayaan konsol genggam dekade 90-an. Desain bodi vertikalnya sangat kental dengan aura Game Boy, tetapi Anbernic memberikan peningkatan krusial dengan menyematkan dual analog joystick di bagian bawah layar. Kehadiran dua tuas kendali ini memungkinkan pengguna memainkan berbagai genre gim retro yang membutuhkan presisi pergerakan tinggi secara jauh lebih nyaman.
Anbernic menghadirkan gawai ini dalam dua pilihan warna transparan yang retro-futuristik, yakni Transparent Black dan Transparent Pink. Bodi transparan tersebut memperlihatkan komponen interior gawai, memberikan kesan estetika khas akhir tahun 90-an yang sangat digemari oleh para kolektor konsol retro saat ini.
Spesifikasi Dapur Pacu dan Layar 4:3 yang Optimal
Dari sektor performa, Anbernic RG 35 ditenagai oleh chipset Rockchip RK3326 yang dipadukan dengan GPU Mali-G31 MP2 serta RAM sebesar 1 GB. Kombinasi hardware ini merupakan standar yang sangat teruji pada kelas konsol retro ekonomis, serupa dengan dapur pacu yang digunakan pada Lenovo G02. Perangkat ini sanggup mengeksekusi emulasi gim retro dari era Game Boy, NES, SNES, Sega Mega Drive, hingga PlayStation 1 (PS1) dengan mulus.
Sektor visual dikawal oleh layar IPS berukuran 3,5 inci dengan resolusi 640 x 480 piksel dan rasio aspek 4:3. Rasio aspek ini sangat ideal karena sesuai dengan format asli gim-gim era konsol tabung terdahulu, sehingga tampilan gambar tidak akan mengalami distorsi atau penarikan piksel yang merusak proporsi visual.
Daya Tahan Baterai dan Kepraktisan Penyimpanan
Untuk menunjang mobilitas pengguna, Anbernic menyematkan baterai berkapasitas 3.200 mAh ke dalam bodi mungil RG 35. Kapasitas baterai tersebut diklaim mampu memberikan waktu bermain selama beberapa jam tanpa perlu khawatir kehabisan daya di tengah jalan, menjadikannya teman perjalanan yang sangat praktis.
Dalam paket penjualannya yang seharga Rp672 ribuan ($37,99) tersebut, pengguna juga langsung mendapatkan satu unit kartu microSD berkapasitas 32 GB yang siap diisi dengan ribuan pustaka gim favorit. Kepraktisan sistem plug-and-play ini membuat pengguna tidak perlu repot melakukan konfigurasi awal yang rumit.
Harga dan Ketersediaan Pasar
Dengan banderol harga sekitar Rp672 ribuan ($37,99), Anbernic RG 35 menjadi salah satu konsol genggam retro dengan value for money paling menarik di pasar saat ini. Kehadirannya memberikan opsi segar bagi para gamer yang menginginkan perangkat emulasi portabel berdesain ikonik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Saat ini, Anbernic telah membuka keran pemesanan secara global melalui situs resmi mereka. Bagi para pencinta gim nostalgia yang mencari perangkat emulasi terjangkau dengan estetika unik, Anbernic RG 35 menawarkan kombinasi harga, performa, dan desain yang sangat kompetitif.



