Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri gim kembali memanas. Para pengembang gim di bawah naungan Xbox dan Bethesda Game Studios menggelar aksi unjuk rasa terkoordinasi bertajuk "Save Our Devs" di sembilan kota di Amerika Serikat dan Kanada. Aksi yang diprakarsai oleh serikat pekerja OneBGS dan Communications Workers of America (CWA) ini merupakan bentuk protes keras terhadap keputusan Microsoft yang memangkas ribuan tenaga kerja di divisi gaming mereka.
Microsoft berencana mengeliminasi sekitar 3.200 posisi di ekosistem Xbox, dengan 1.600 pekerja telah dirumahkan pada tahap awal dan sisanya ditargetkan selesai sebelum pertengahan 2027. Kebijakan ini memicu kekecewaan mendalam, terutama bagi para pengembang yang sebelumnya menikmati stabilitas kerja sebelum studio tempat mereka bernaung dicaplok oleh raksasa teknologi asal Redmond tersebut.
Dari Tempat Kerja Stabil Menjadi Rutinitas PHK Tahunan
Sebelum diakuisisi oleh Microsoft, ZeniMax Media—induk perusahaan Bethesda—dikenal memiliki kultur kerja yang sangat stabil. Alex Nguyen, seorang Lead Character Artist di Bethesda, mengungkapkan bahwa masa kerja yang panjang merupakan hal biasa bagi para karyawan ZeniMax. Banyak pekerja yang membayangkan dapat menghabiskan seluruh karier mereka hingga pensiun di studio tersebut. Namun, situasi berubah drastis setelah akuisisi nilai fantastis oleh Microsoft terlaksana.
"Dulu kami tidak pernah mengalami PHK, tetapi sekarang PHK menjadi rutinitas tahunan," tegas Nguyen. Ia juga menyoroti bahaya besar dari hilangnya pengetahuan institusional (institutional knowledge). Menurutnya, kehilangan beberapa spesialis senior yang memahami seluk-beluk sistem dapat memaksa tim yang tersisa untuk mempelajari kembali segala sesuatunya dari awal, yang berpotensi memperlambat pengembangan gim baru seperti The Elder Scrolls VI.
Pengabaian Proposal Serikat Kerja dan Dampak Bagi Pekerja Lapangan
Keluhan juga datang dari Nathan Hahn, pengembang yang telah bekerja selama empat tahun di Bethesda Game Studios. Hahn menceritakan bahwa pihak serikat pekerja sebenarnya telah mengantisipasi ancaman pemangkasan ini dengan mengajukan proposal penanganan efisiensi tenaga kerja sejak Februari. Sayangnya, manajemen Microsoft mendiamkan dokumen tersebut selama empat bulan tanpa memberikan respons resmi sebelum akhirnya mengeksekusi PHK secara sepihak.
Hahn menepis klaim eksekutif yang menyatakan bahwa PHK mayoritas menyasar jajaran manajemen atas. Ia menegaskan bahwa efisiensi justru berdampak langsung pada para pengembang di garis depan—mereka yang setiap hari memastikan gim tetap beroperasi dengan lancar. Dampaknya terasa sangat berat di studio seperti id Software yang kehilangan lebih dari separuh stafnya, serta ZeniMax Online Studios yang harus melepas lebih dari 200 karyawan.
Aksi Protes Boneka Tikus dan Langkah Hukum CWA
Ketegangan antara karyawan dan manajemen puncak memuncak ketika pimpinan Xbox, Asha Sharma, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau perkembangan The Elder Scrolls VI. Para pengembang Bethesda menyambut kedatangan tersebut dengan memajang boneka tiup tikus raksasa di luar kantor sebagai lambang kekecewaan atas jargon "reset bisnis" yang dilontarkan pihak eksekutif.
Sebagai bentuk perlawanan formal, CWA telah melayangkan pengaduan praktik perburuhan yang tidak adil kepada National Labor Relations Board (NLRB). Microsoft dituduh melanggar kewajiban perundingan bersama yang telah disepakati. Meskipun moralitas kerja sehari-hari berada di titik terendah akibat ketidakpastian karier, semangat solidaritas di antara para pekerja untuk memperjuangkan hak-hak mereka justru semakin menguat.


