Black Shark resmi meluncurkan gamepad mobile terbarunya bernama Black Shark Rift Split Controller pada ajang peluncuran produk musim gugur Black Shark 2026. Perangkat kontroler ini hadir dengan konsep desain terpisah (split design) yang fleksibel untuk dipasangkan ke smartphone maupun tablet. Tak hanya itu, kontroler ini juga kompatibel untuk dihubungkan ke PC dan konsol Nintendo Switch lewat koneksi Bluetooth.
Hadir dengan warna khas hitam dan hijau aksen khas brand, perangkat ini sejatinya merupakan rilisan ulang dengan penyesuaian dari Redmi GamePad yang rilis pada 2025. Menariknya, Black Shark menjual perangkat ini dengan harga jauh lebih ramah kantong. Di pasar Tiongkok, Black Shark Rift Split Controller dibanderol seharga Rp1 jutaan (¥379), lebih terjangkau dibandingkan Redmi GamePad yang dahulu dilepas seharga Rp1,3 jutaan (¥499).
Desain Modular Lintas Perangkat dan Aksen Khas
Konsep desain terpisah menjadi nilai jual utama dari Black Shark Rift Split Controller. Pengguna dapat menjepitkan masing-masing bilah kontroler di sisi kiri dan kanan smartphone atau tablet untuk mengubahnya menjadi perangkat gaming genggam. Saat tidak terpasang pada layar, kedua bagian kontroler dapat disatukan untuk digunakan sebagai Bluetooth gamepad standar. Pengaplikasiannya sangat praktis.
Gamepad ini sangat relevan bagi gamer dengan ekosistem perangkat beragam. Pengguna bisa memakai kontroler yang sama untuk bermain game di HP, melanjutkan sesi di tablet, hingga berpindah ke PC atau Nintendo Switch. Black Shark juga menyertakan spacer tambahan di dalam paket penjualan. Spacer ini berguna untuk menyesuaikan ketebalan perangkat agar cengkramannya tetap presisi.
Sensor Hall Effect dan Tombol Tingkat Esports
Sektor kontrol teknis menjadi perhatian utama Black Shark pada perangkat ini. Black Shark Rift Split Controller dibekali analog thumbstick dan trigger yang sudah mengadopsi teknologi Hall Effect. Penggunaan sensor magnetik Hall Effect ini secara efektif mencegah masalah pergeseran analog yang sering terjadi pada kontroler konvensional. Pengalaman main game makin presisi.
Bagian trigger pada kontroler ini sangat fleksibel untuk disesuaikan. Gamer dapat mengubah mode trigger antara sistem linier yang responsif untuk game balap atau mode non-linier micro switch yang cepat untuk game tembak-menembak. Sementara itu, tombol aksi utamanya menggunakan micro switch kelas esports dengan jarak ayun tombol hanya 0,3 mm. Tombol ini dirancang tahan banting dengan daya tahan hingga 5 juta kali klik.
Kustomisasi fisik kontroler ini juga tergolong lengkap di kelasnya. Pengguna dapat mengganti penutup thumbstick dengan ketinggian yang berbeda sesuai kenyamanan jempol. Komponen D-pad juga bisa dilepas-pasang. Pengguna bebas memilih antara D-pad bentuk melingkar bawaan atau D-pad silang klasik yang lebih mantap untuk game fighting.
Daya Tahan Baterai dan Pengaturan Lewat Aplikasi Arsenal
Untuk menunjang sesi permainan yang panjang, masing-masing bilah Black Shark Rift Split Controller dibekali baterai berkapasitas 600 mAh. Kombinasi kedua bilah memberikan total kapasitas daya sebesar 1.200 mAh. Daya tahan baterai ini sangat impresif. Black Shark mengklaim kontroler ini mampu bertahan hingga 10 jam permainan nonstop dalam sekali pengisian daya, atau hingga 14 jam jika mengaktifkan mode hemat daya.
Proses pengisian daya juga dibuat mudah dan efisien. Dalam paket kemasan, Black Shark menyertakan kabel USB tipe jalinan (braided) cabang yang dapat mengisi daya kedua bilah kontroler secara bersamaan. Pengisian daya jadi lebih praktis.
Dukungan perangkat lunak turut disiapkan melalui aplikasi Black Shark Arsenal. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengatur berbagai parameter teknis secara mendalam. Mulai dari menyesuaikan area mati (deadzone) pada joystick, melakukan pementaan ulang (remapping) fungsi tombol, mengatur pencahayaan lampu RGB, hingga melakukan pembaruan firmware berkala. Penawaran fitur ini menjadikan Black Shark Rift Split Controller opsi aksesori gaming yang sangat menggiurkan di rentang harga Rp1 jutaan.
