Industri game indie kembali menghadirkan terobosan unik yang mencuri perhatian komunitas gamer. Pengembang game LuisDev resmi meluncurkan Can 'Em All di platform Steam, sebuah karya yang mengusung genre simulasi pabrik dengan pendekatan komedi gelap ekstrem. Alih-alih mengusung slogan ikonik "Catch 'Em All", judul ini membalik konsep serial monster populer dengan jargon "Can 'Em All". Pemain ditantang mengolah makhluk-makhluk berpenampilan lucu menjadi produk makanan kaleng komersial melalui lini otomatisasi pabrik.
Formulasi nyeleneh tersebut terbukti sukses besar di pasaran. Hanya berselang satu hari sejak peluncuran resminya, Can 'Em All langsung mengantongi skor ulasan 99% positif dari seratus lebih peninjau di platform Steam. Game PC ini saat ini dibanderol dengan harga promo peluncuran Rp111 ribuan ($6.29) dari harga normal. Bagi gamer yang masih ragu, pengembang juga menyediakan versi demo gratis yang bisa diunduh secara bebas sebelum memutuskan untuk membeli.
Mekanik Simulasi Pabrik Otomatis dengan Sentuhan Ekstrem
Secara garis besar, alur permainan Can 'Em All memadukan konsep simulasi pabrik klasik dengan aksi pemrosesan monster bernada sarkastik. Sebuah truk akan datang secara berkala membongkar muatan monster imut mirip Pokémon ke area pemrosesan pabrik. Pemain kemudian menggunakan berbagai pisau, senjata api, hingga gergaji mesin untuk menaklukkan monster tersebut. Konsepnya sangat brutal.
Setelah monster ditumbangkan, sisa-sisa bagian tubuh dihisap menggunakan perangkat khusus berupa penyedot dan peniup angin. Material tersebut kemudian disalurkan langsung menuju lini pemrosesan conveyor belt untuk dikemas menjadi makanan kaleng siap jual. Hasil penjualan kaleng tersebut menghasilkan keuntungan finansial yang dapat digunakan untuk membeli senjata baru, meningkatkan kapasitas mesin, serta mengotomatisasi seluruh lini produksi pabrik.
Pilihan senjata yang disediakan pengembang pun terbilang sangat bervariasi. Sensasi bermainnya sungguh unik. Mulai dari alat potong jarak dekat hingga senjata berat berdaya ledak tinggi.
Bagi pemain yang ingin mengolah monster dalam jumlah banyak sekaligus secara instan, pengembang menyediakan peluncur roket sebagai opsi pembersihan massal. Efisiensi pabrik menjadi kunci utama untuk melipatgandakan keuntungan finansial.
Sistem Upgrade Adiktif dan Catatan Durasi Permainan
Kunci utama yang membuat Can 'Em All begitu memikat para gamer Steam terletak pada progresivitas permainan. Sistem upgrade yang dirancang pengembang terasa sangat memberikan kepuasan instan. Setiap peningkatan mesin pada sistem otomatisasi memberikan dampak nyata pada kecepatan produksi makanan kaleng dan aliran kas modal pemain. Mekanik ini menciptakan siklus permainan yang adiktif. Hasilnya sangat memuaskan.
Meski demikian, karya game indie 2026 ini bukan tanpa kekurangan. Sejumlah ulasan pemain menyoroti keterbatasan konten yang ditawarkan pada versi awal ini. Rata-rata durasi permainan untuk menyelesaikan seluruh progresivitas pabrik hanya berkisar antara 5 hingga 6 jam saja. Ketersediaan konten yang tergolong ringkas ini membuat pemain berharap pengembang LuisDev akan memberikan pembaruan konten tambahan di masa mendatang.
Harga, Ketersediaan Perangkat, dan Potensi Pengembangan
Can 'Em All saat ini sudah dapat dibeli dan dimainkan melalui toko digital Steam dengan promo harga Rp111 ribuan ($6.29). Penawaran harga ini sudah termasuk potongan diskon peluncuran sebesar 10 persen yang berlaku untuk waktu terbatas. Kehadiran opsi versi demo gratis menjadi langkah tepat bagi pemain yang ingin menjajal mekanik dasar simulasi pabrik sebelum membelinya secara penuh.
Terkait aspek portabilitas, kompatibilitas penuh untuk perangkat konsol genggam Steam Deck saat ini masih dalam tahap konfirmasi dan belum diverifikasi secara resmi. Namun, spesifikasi sistem yang tergolong ringan membuat game ini berpotensi besar dapat berjalan dengan mulus di berbagai PC game modern. Bagi pencinta game simulasi dengan sentuhan humor gelap, Can 'Em All menjadi salah satu rilisan indie yang sangat menarik untuk dicoba minggu ini.