Ubiquiti resmi meluncurkan perangkat jaringan baru bertajuk Ubiquiti USW-LR-Switch-8-PoE (630W). Perangkat switch ini membawa kemampuan transmisi daya listrik dan data Power over Ethernet (PoE) yang mampu menjangkau bentangan kabel hingga jarak 800 meter. Batas kabel biasa hanyalah 100 meter. Kehadiran produk ini menjadi alternatif bagi instalasi luar ruangan temporer atau lokasi yang sulit dipasangi jalur kabel listrik tambahan.
Kendati menawarkan jangkauan yang sangat panjang, pengoperasian perangkat ini diiringi sejumlah batasan teknis yang tergolong ketat. Pengguna harus siap menghadapi penurunan pasokan daya listrik dan kecepatan bandwidth secara signifikan seiring bertambahnya jarak penarikan kabel. Perangkat ini menjadi bagian dari portofolio Perangkat Jaringan 2026 yang ditujukan untuk skenario penggunaan spesifik, bukan untuk lalu lintas data berkapasitas besar.
Membedah Spesifikasi Ubiquiti USW-LR-Switch-8-PoE dan Batasan Bandwidth
Secara konfigurasi perangkat keras, Ubiquiti USW-LR-Switch-8-PoE menyediakan 8 port utama berbasis long-range PoE serta 1 port uplink khusus. Pengguna dapat memilih jenis koneksi uplink menggunakan port RJ45 atau slot SFP dengan batas kecepatan tertinggi hingga 1 Gbit/s. Batasan ini wajib diperhitungkan sejak awal.
Kapasitas pemrosesan atau switching capacity perangkat ini sengaja dibatasi di angka 3,6 Gbit/s. Angka tersebut terhitung rendah untuk standar switch 8 port modern. Ketika mode jarak jauh diaktifkan, kecepatan data pada port long-range akan dinegosiasikan pada kecepatan 100 Mbit/s untuk jarak hingga 400 meter. Jika bentangan kabel melebihi 400 meter hingga menyentuh 800 meter, kecepatan data akan menurun drastis menjadi 10 Mbit/s saja.
Degradasi Daya PoE Plus Plus dan Penurunan Efisiensi Listrik Jarak Far-Distance
Fitur transmisi daya yang mendukung standar PoE Plus Plus (PoE++) pada perangkat ini mengalami penurunan efisiensi cukup tajam di jarak jauh. Penurunan dayanya tergolong sangat drastis. Input daya yang semula bernilai 90 Watt di pangkal switch hanya tersisa sekitar 13 Watt saat mencapai jarak maksimum Transmisi 800 Meter. Pengujian efisiensi ini dilakukan menggunakan kabel resmi kategori luar ruangan UACC-Cable-C5e-Outdoor-Pro-305M-W.
Daya sebesar 13 Watt memang masih mencukupi untuk menyalakan perangkat IoT sederhana atau perangkat endpoint kecil. Namun, untuk alat jaringan berdaya tinggi seperti kamera pengawas UniFi AI PTZ yang membutuhkan daya 51 Watt, jangkauan maksimalnya memendek menjadi hanya 200 meter. Selain itu, tagihan listrik operasional penggunaan switch jarak jauh ini dipastikan lebih tinggi ketimbang menggunakan Switch PoE lokal biasa akibat adanya daya terbuang (power loss) di sepanjang kabel.
Menghitung Kalkulasi Investasi Perangkat Jaringan Ubiquiti
Pengadaan sistem transmisi jarak jauh ini memerlukan investasi yang tidak sedikit. Unit Switch PoE Ubiquiti USW-LR-Switch-8-PoE dibanderol dengan harga resmi sekitar Rp4,8 jutaan ($274). Biaya tersebut belum memperhitungkan kebutuhan alat tambahan di sisi penerima.
Agar transmisi daya dan data dapat diteruskan ke perangkat tujuan, pengguna wajib memasang perangkat penerima khusus dinamakan UACC LR Endpoint. Setiap unit endpoint ini dijual terpisah seharga Rp1,75 jutaan ($99). Jika pengguna ingin memanfaatkan seluruh 8 port yang tersedia, total biaya perangkat switch beserta 8 unit endpoint mencapai Rp18,8 jutaan ($1.066). Biaya setup awal tergolong tinggi. Angka tersebut belum termasuk pembelian rol kabel outdoor Cat5e Pro 305 meter yang dipasarkan seharga Rp2,6 jutaan ($149) per rol.
Pertimbangan Teknis Sebelum Mengadopsi Switch Jarak Jauh Ubiquiti
Inovasi yang dihadirkan Ubiquiti pada produk ini murni ditujukan sebagai pemecah masalah pada medan instalasi yang sangat sulit. Kebutuhan daya menentukan batas jangkauan. Bagi pengelola jaringan yang membutuhkan sambungan titik pengawasan di area terpencil tanpa infrastruktur listrik lokal, perangkat ini mampu menjadi jawaban tanpa perlu menambah repeater di tengah jalan.
Namun, pengorbanan pada sektor kecepatan transmisi data dan pemborosan efisiensi daya membuat perangkat ini kurang cocok dipasang pada jaringan kantor utama. Evaluasi terhadap kebutuhan bandwidth perangkat endpoint serta jarak bentangan fisik menjadi kunci utama sebelum memutuskan untuk meminang sistem jaringan ini.


