Pasar chipset tablet premium kini kedatangan petarung baru yang sangat agresif. Xiaomi resmi unjuk gigi lewat tablet flagship Xiaomi Pad 9 Pro Max yang dibekali chipset buatan sendiri bernama Xring O3. Perangkat ini dibanderol dengan harga mulai Rp17,7 jutaan ($1,000) di pasar global seperti Trading Shenzhen. Langkah ini menandai kebangkitan besar Xiaomi dalam merancang komponen pemrosesan mandiri untuk menantang dominasi produsen raksasa.
Pengujian performa menunjukkan hasil yang mengejutkan. Chipset Xring O3 sukses menduduki puncak pengujian GPU dan memecahkan rekor benchmark GFXBench serta 3DMark. Pencapaian ini bahkan melampaui hasil yang ditunjukkan oleh Snapdragon 8 Gen 5 Elite dan Apple M5 di sektor pengolahan grafis murni. Xiaomi membuktikan kemampuannya merancang silikon berperforma tinggi secara mandiri.
Dominasi GPU Mali G2-Ultra NX MP16 di Benchmark Sintetis
Di sektor pemrosesan grafis, Xiaomi Pad 9 Pro Max memamerkan taringnya berkat unit pengolah grafis Mali G2-Ultra NX MP16. Pada pengujian berat 3DMark Wild Life Unlimited, chipset Xring O3 berhasil mencetak skor mengesankan melebihi 30.000 poin. Angka tersebut meninggalkan para pesaing utamanya dalam persaingan ketat di kelas flagship.
Keunggulan grafis ini makin kentara pada pengujian GFXBench 4K. Tablet premium ini sanggup menyentuh angka 85 FPS dalam pengujian pengolahan visual tinggi. Performa grafis tersebut tercatat lebih dari 70 persen lebih cepat dibanding Google Tensor G5 pada Pixel 10 Pro. Bahkan, posisinya unggul lebih dari 40 persen di atas iPad Pro 11 yang menggunakan Apple M5. Performa grafisnya luar biasa. Hasil ini membuktikan bahwa arsitektur GPU bawaan Xiaomi siap menangani game berat serta aplikasi olah visual profesional .
Performa CPU Antara Snapdragon 8 Gen 5 Elite dan Apple M4
Beralih ke pemrosesan utama, performa CPU Xring O3 menunjukkan lonjakan yang sangat menjanjikan. Dalam uji multi-core Geekbench 6, Xiaomi Pad 9 Pro Max mencatatkan keunggulan lebih dari 50 persen jika dibandingkan dengan Google Tensor G5. Kecepatan pemrosesan ini memosisikan CPU Xring O3 berada di tengah-tengah antara Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 Elite dan Apple M4.
Meskipun demikian, Apple M5 tetap memimpin. Prosesor besutan Apple tersebut masih berada di tingkat terpisah untuk pemrosesan CPU murni. Namun, lompatan performa Xring O3 dari Xiaomi sudah lebih dari cukup untuk menjalankan multitasking berat dan rendering konten tinggi dengan sangat responsif.
Celah Akselerasi AI Masih Menjadi Catatan Evaluasi
Di balik performa CPU dan GPU yang gahar, chipset Xring O3 masih menyimpan kekurangan di sektor kecerdasan buatan. Unit pemroses NPU pada Xiaomi Pad 9 Pro Max tercatat belum mampu menyamai kekuatan pemrosesan AI milik lawan-lawannya. Hasil pengujian Geekbench AI menunjukkan bahwa kemampuan NPU Xiaomi ini berada jauh di belakang Apple M4 dan Apple M5.
Bahkan, Google Tensor G5 yang selama ini dikenal memprioritaskan pemrosesan kecerdasan buatan masih mampu meraih skor lebih baik dalam beberapa pengujian AI. Kinerjanya terasa kontras. Lemahnya akselerasi AI menjadi satu-satunya celah dari chip Xring O3 yang berpotensi membatasi pemrosesan fitur AI lokal dalam skala besar.
Implikasi Bagi Pasar Tablet Premium dan Konsumen
Kehadiran Xiaomi Pad 9 Pro Max berbekal chip Xring O3 menegaskan bahwa peta persaingan chipset bergerak makin dinamis. Pengguna yang memprioritaskan kemampuan gaming, eksekusi visual 3D, dan pengolahan video akan mendapatkan manfaat maksimal dari monster GPU ini. Harga Rp17,7 jutaan ($1,000) terbilang sepadan untuk sebuah tablet yang memegang rekor pengolahan grafis tertinggi saat ini.
Pilihan kembali ke kebutuhan. Bagi pencari tablet dengan fokus utama pada pemrosesan AI tingkat tinggi, platform lain mungkin masih lebih unggul. Namun bagi pencinta kecepatan visual murni, racikan internal Xiaomi ini berhasil menjadi tolok ukur baru yang patut diperhitungkan para pesaing global.



